
Di atas kuil langit seorang gadis kecil duduk di pinggir tembok selagi menatap pemandangan di bawahnya, ia memiliki rambut hitam panjang yang ia kuncir dua sepanjang kaki sementara jika berbicara penampilannya dia memakai pakaian serba putih yang menampilkan kedua bahunya.
Walau tubuhnya kecil tidak ada keraguan bahwa dua tonjolan itu lebih dewasa dibanding yang dimiliki gadis di usia 20 puluhan, selagi mengunyah permen lolipop dalam mulutnya seekor burung merpati muncul dan memberitahukannya banyak hal.
"Heh, jadi dewi utama melatih seorang dari alam fana kah.. padahal konsep sihir diberikan dari pohon surga dan konsep Qi dariku, kurasa itu sudah cukup membuat seseorang jadi kuat.. hmm, aku ingin melihatnya lebih jelas kupikir dia akan menarik."
***
Orang bernama Hao Lian menyerap api yang kukeluarkan lalu mengumpulkannya di dalam pergelangan tangannya, aku bisa merasakan hembusan angin yang menerpa ke sekelilingku yang seolah memberikan tekanan luar biasa.
Jika konsep sebuah qi sejauh ini, bahkan sihir tidak bisa melawannya.
Aku memiliki pelatihan dari para dewi, mengingat aku akan kalah itu sesuatu yang memalukan.
"Kalian terima ini... jurus pukulan api penembus bumi... oraaaaaaaa."
"Mavis."
"Akan kutahan."
Mavis menjatuhkan perisai untuk menahannya, itu hanya bisa menahan beberapa saat sebelum tubuhnya benar-benar dilemparkan. Aku juga menggunakan perisai milikku bernama Shield of Darkness.
Perisai membuka mulutnya untuk menghisap seluruh api yang melahapnya, saat itu terasa panas sosok Hao Lian telah muncul di sampingku memberikan tendangan berapi yang membuatku meluncur menghancurkan tembok samping dengan ledakan besar.
Syal di leherku terbang ke udara dan Xie Lien menangkapnya sebelum dirinya juga ditangkap oleh Hao Lian.
Dia berkata padaku.
__ADS_1
"Aku tidak tahu seberapa kuat sihir yang kau miliki namun aku yakin kekuatan pedangmu memiliki tingkatan tinggi."
"Kau terlalu memuji."
Dia melemparkan sebuah token ke arahku yang kutangkap baik.
"Jika kau ingin menyelamatkan nona Xie Lien kau bisa mengikuti kompetisi bela diri di sekte kami... itu token untuk sekte pedang keadilan kurasa mereka bisa mengajarimu soal pedang."
Membayangkan ada sesuatu seperti ini di dunia fantasi adalah langka, pada dasarnya dunia hanya memiliki satu konsep misal jika di dunia itu memiliki sihir maka sihirlah yang berpengaruh dan jika di dunia itu memiliki konsep kultivasi maka bela diri yang mereka terapkan.
Tapi konsep ini terlalu acak, siapa yang membuat dunia ini jadi seperti ini.
Yah, aku akan bisa mengetahuinya saat nanti.
"Tentu, aku akan menyelamatkan Xie Lien apapun yang terjadi. Aku berjanji."
"Aksa?"
"Aku mengerti," katanya selagi melilitkan syal milikku padanya.
Dia menjadikannya jaminan.
Mereka semua menghilang dalam sebuah portal hingga Mavis berjalan ke arahku.
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Tentu saja, aku hanya pura-pura barusan."
__ADS_1
"Eh?"
"Jika kita menyerang mereka itu akan berakhir buruk, kerajaan Elysium akan dituduh menculik warga dari negara lain dan peperangan tidak akan terhindarkan."
"Aaaaahh, kurasa Aksa benar, lalu bagaimana sekarang?"
"Aku akan pergi ke sana dan mencoba menantang mereka sesuai kemampuan yang mereka gunakan. Jika kita menggunakan sihir mereka mungkin tidak akan mengakuinya tapi jika kita menggunakan kemampuan yang mereka gunakan maka mereka akan menerimanya."
"Kalau begitu aku akan menyerahkan Xie Lien padamu, tolong bawa dia kembali."
"Tentu saja."
Kazel muncul dengan banyak luka.
"Tulang rusukku patah, sepertinya aku akan mati."
"Kau ini? Biar aku mengobatimu."
"Terima kasih."
Suara Dewi Nermala terdengar dalam pikiranku.
(Nah Aksa, ada dewi yang ingin bertemu juga, apa kau bisa bertemu dengannya sebelum bertemu dengan kami)
(Dewi lain?)
(Hmmm... mungkin dia bisa membantu soal masalah yang kau hadapi sekarang)
__ADS_1
(Jika itu benar, aku akan menemuinya)
(Baiklah)