Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 74 : Permintaan Dari Desa


__ADS_3

Semenjak aku memenangkan pertandingan guild, kini quest yang diterima oleh tempat ini semakin meningkat tiap minggunya, padahal di sini hanyalah guild untuk pemula tapi bisa semeriah ini.


Beberapa orang dari wilayah lain turut bergabung di kota ini.


"Master, sebaiknya kita memilih ini... silahkan," aku menerima secarik permintaan yang diambil oleh Sirius, setelah membacanya sekilas kuletakkan kembali ke papan.


"Kita tidak mengambilnya master?"


"Mengalahkan makhluk tingkat atas akan menarik banyak perhatian, mari ambil quest yang ringan saja."


"Aku mengerti, master tidak ingin menjadi terkenal."


"Bisa dibilang begitu."


Tak lama kemudian Lulu mendekat ke arahku.


"Bagaimana Aksa, sudah memutuskan permintaan yang ingin kau ambil?"


"Seperti biasa aku akan mengalahkan slime saja."


"Pekerja yang cukup santai."


"Bagaimana kalau Lulu ikut? Kupikir beberapa slime akan melompat ke arahmu nanti."


"Aksa, mesum."


Aku tertawa kecil sebagai balasan, sebelum hendak pergi bersama Sirius sosok anak kecil menerobos masuk ke dalam.


"Tolong selamatkan desaku dari Hydra."


Mendengar nama itu semua orang langsung membeku. Kazel yang sering membuat candaan juga tak berkata apapun.


"Jika kalian ingin uang, aku membawanya."


Lulu segera merangkul anak itu lalu menatapku dengan pandangan memelas.

__ADS_1


"Aku mengerti, biar aku saja."


"Benarkah? Terima kasih banyak."


Lagipula aku tidak bisa meninggalkan orang yang butuh pertolongan, di luar guild itu Sirius menciptakan sayap besi di punggungnya lalu terbang bersama anak tersebut, untukku sendiri aku lebih suka terbang sendirian di sampingnya.


"Uwaahh.... ini pertama kalinya aku terbang, dari atas ini semuanya terlihat kecil."


Aku juga berfikiran begitu saat aku bisa terbang.


"Jadi siapa namamu?" tanyaku padanya.


"Eren, aku tinggal di desa yang berada di balik gunung itu."


"Baiklah, kita ke sana."


"Master di bawah kita ada petualang yang kesulitan."


Aku mengikuti pandangan Sirius ke bawah dan kutemukan dua orang yang sedang bertarung dengan kumpulan serigala.


"Apa kita akan menolongnya?" tanya Eren.


"Biar aku saja, kalian pergilah duluan."


"Baik master."


Aku turun ke bawah atau tepatnya berdiri di depan para petualang itu, aku cukup terkenal karena pertandingan di ibukota jadi mungkin mereka sudah tahu siapa aku, atau mungkin sebaliknya.


Keduanya terlihat kebingungan.


Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan lingkaran sihir es dan petir, tanpa merapal, aku menembakan kedua sihir itu secara bersamaan menewaskan kawanan serigala dalam sekejap.


"Luar biasa, sihir tanpa rapalan," kata si pendeta.


Setelah selesai si pria mendekat ke arahku.

__ADS_1


"Kami tertolong, namaku Jun dan ini adikku Hilda, kami sangat berterima kasih."


"Bukan masalah, tapi kenapa kalian berada di hutan ini.. kupikir ini bukan kawasan elf."


Jika diperhatikan keduanya memang memiliki telinga runcing.


"Sebenarnya kami ingin pergi ke kota Antares untuk bekerja di guild petualang tapi sepertinya kami tersesat."


"Dari sini memang cukup jauh, aku bisa mengantar kalian ke sana hanya saja aku sedang berada dalam misi."


Hilda mendekatkan wajahnya ke arahku.


"Apa kau juga berkerja di guild?"


"Ah iya."


"Hilda?" atas peringatan kakaknya Hilda akhirnya mundur untuk menjaga jarak.


Dia terlihat sangat bersemangat.


"Sebenarnya ini pertama kali kami berdua meninggalkan tanah kelahiran kami, adikku sedikit bersemangat tentang dunia luar."


"Jadi begitu, bagaimana kalau kalian berdua ikut denganku saja? Kita bisa membagi hasil dari misi yang kuterima dan baru setelahnya kita bisa pergi bersama ke kota."


"Itu ide bagus, kakak?"


"Terima kasih banyak."


Aku tersenyum lalu mengulurkan tanganku ke arah keduanya.


"Pegang tanganku, kita akan terbang."


"Terbang?"


Sama seperti Eren mereka juga mengatakan hal sama.

__ADS_1


__ADS_2