
"Dulu Aksa sangat imut, pandangannya juga seperti gadis.. lihat ini fotonya."
"Benar."
"Tapi sekarang malah terlihat tajam dan menakutkan, aku merindukan Aksaku yang dulu."
"Kalian berdua, bukan waktunya membahas tidak penting."
Nermala dan Union tampak berbisik ke arahku dengan tatapan datar sementara aku hanya menghela nafas panjang.
Semua orang bisa berubah tergantung keadaan bahkan jika itu aku sendiri.
Berdeham sekali Nermala melanjutkan.
"Dunia ini adalah dunia yang diciptakan sedikit unik."
"Apa maksudnya dengan unik?" aku bertanya setelahnya, bahkan tidak dipungkiri bahwa Union juga tidak tahu dengan itu.
__ADS_1
"Itu.... dunia pada dasarnya harus dibuat secara seimbang, antara jahat dan baik, cahaya dan kegelapan ataupun Ying dan Yang, di dalam pertemuan dewi kami setuju untuk membuat dunia sedikit berbeda yaitu dengan cara menghilangkan kejahatan, tanpa sihir, tanpa monster, tanpa apapun kecuali dunia yang damai."
Union lebih dulu bertanya dibandingkan aku.
"Jangan bilang, kalian ingin membuat kedamaian bahkan di dunia fana layaknya di surga?"
"Benar sekali, setiap dewi maupun dewa ditugaskan untuk menjaga dunia fana, mengelolanya agar dunia berjalan seharusnya seperti mengirim utusan atau pahlawan ke dalamnya.. akan tetapi untuk dunia ini kami memutuskan untuk menjadikannya dunia yang baik tanpa peperangan namun setelahnya malah menjadi boomerang untuk kami semua, saat manusia mendapati kedamaian mereka, mereka cenderung berubah menjadi serakah, tamak dan sombong hingga mereka melupakan kedamaian itu sendiri dan mencoba mengambil harta-harta dari manusia lainnya... mereka membunuh dan membuat tindakan mereka sesuatu yang dibenarkan. Tanpa ada kejahatan dan monster yang mereka lawan itu menjadikan semua ras lain sebagai musuh utama."
Union mengambil buku dan menuliskan apa yang dia dapatkan, ini jelas tentang rahasia dunia bahkan dengan buku miliknya itu akan sulit mendapatkan informasi.
"Dengan sisi gelap yang terus bertambah dan kekacauan yang terjadi pada akhirnya pohon surga menjatuhkan buahnya ke dunia ini dan memberikan manusia sihir serta kemampuan yang luar biasa."
Aku menanyakannya secara beruntun.
"Sudah jelas untuk membuat dunia seimbang, setiap dunia memang mendapatkannya kecuali di dunia yang disebut planet bumi tempatmu berasal tapi di sana juga memiliki sihir dan monster, hanya manusia-manusia di sana memiliki kecerdasan dibanding dunia lainnya tanpa sihir seperti di dunia ini maupun di dunia lainnya kalian sudah bisa mempertahankan dunia agar tidak masuk ke dalam kehancuran."
"Meski kau bilang begitu, di tempatku pasti akan hancur juga karena ulah mereka sendiri seperti penghasilan gas karbondioksida yang tak terkendali, pembangunan secara besar-besaran, membuang sampah sembarangan maupun lainnya... tapi membayangkan ada sihir dan monster di duniaku itu sedikit?"
__ADS_1
"Apa Aksa yakin kedua hal itu benar-benar tidak ada, mungkin ada istilah Cenayang, indigo, Shaman ataupun esper... untuk monster bagaimana dengan dinosaurus, naga ataupun monster bawah laut dan alien."
Aku menjatuhkan kepalaku di meja.
"Aku mengerti, di tempat asalku ada orang jaman dahulu menggunakan kekuatan roh nenek moyang atau Karuhun jika mengasumsikan hal itu maka mereka bisa disebut penyihir roh, pembahasan ini terlalu berat untukku, mari alihkan pembicaraan ke topik yang berbeda."
"Apa maksudmu Aksa? Aku harus mencatat rahasia dunia ini, tolong katakan yang lainnya juga dewi."
"Sayangnya yang Aksa katakan benar, mari berubah ke topik yang lain."
"Meski kecewa aku juga masih manusia, kurasa itu benar.. aku tidak boleh tahu lebih dari itu."
Aku tidak yakin dia manusia, dia sejenis uka-uka atau Undead.
Saat aku bergumam dalam hati Nermala tertawa kecil.
"Apa ada yang lucu?" tanya Union.
__ADS_1
"Ada perkataan lucu yang kuingat barusan."
Dia membaca pikiranku.