
Aku memunculkan api kecil dari tanganku kemudian membuatnya melayang untuk menerangi jalan kami.
Kami benar-benar jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam kalau bukan berkat sihir terbangku kami mungkin sudah mati.
Di bawah lubang itu yang menanti hanyalah bebatuan runcing.
Yu'er dan Chunhua melekat di tanganku tanpa ada niat untuk melepaskannya, jika melihat keseluruhan bangunan ini mirip seperti sebuah labirin pada umumnya.
"Hey, Onii-chan apa itu? Ada sesuatu yang bergerak di depan sana."
"Kurasa itu..."
Tanpa membuatnya semakin mendekat kutembakan sihir api dan melihat bahwa segerombolan zombie berusaha menyerang kami dan berakhir dengan terbakar lewat sihirku.
Chunhua tertawa senang.
"Syukurlah aku pergi bersamamu, racun tidak terlalu berpengaruh terhadap Undead."
Mereka sudah mati jadi hal itu wajar.
Kami menyusuri lorong kembali sampai akhirnya tiba di altar yang luas di mana di sekelilingnya penuh dengan tiang-tiang tinggi.
Aku masih belum tahu kenapa kaisar di wilayah ini menyembunyikan harta atau warisannya agar tidak bisa ditemukan banyak orang, dan Chunhua menjelaskan.
__ADS_1
"Itu karena warisannya adalah warisan yang paling diinginkan banyak orang, misal jika benda itu berada di kekaisaran tidak aneh bahwa akan kudeta dan perang saudara terjadi saat beliau meninggal, dengan meninggalkannya di tempat seperti ini kedamaian akan terjaga dan orang-orang yang berusaha masuk ke dalam sini akan mati sebelum mendapatkannya."
Itu cukup masuk akal.
Pilar-pilar yang mengelilingi kami tiba-tiba saja bergerak dan mulai melayang di udara sebelum menyerang kami.
Aku, Yu'er dan Chunhua mulai menghindarinya melompat ke sana kemari dengan sigap. Aku menciptakan lingkaran sihir api lalu meledakannya.
Apiku terlalu panas untuk ditahan oleh benda mati.
"Syukurlah, racunku juga tidak berguna saat melawan benda mati."
Orang ini sama sekali tidak berguna.
Di sisi lain Yu'er terus menyembunyikan kemampuannya sebagai dewi, dia berjalan ke arah sebuah patung jauh di depan.
"Kalung ini sangat indah hanya saja benar-benar terkutuk," kata Yu'er memperingati.
"Inilah warisannya, kalung ini meningkatkan kultivasi dua kali lipat pemakaiannya, dengan ini aku mungkin bisa mencapai lapisan dewa pertama."
Harusnya dia mengatakan soal kutukannya.
Apa baik-baik saja memakainya terlebih aku kurang tahu tentang kultivasi, tapi jika Chunhua menginginkannya kami memberikannya tanpa perlu syarat apapun.
__ADS_1
Berkat jatuh ke lubang kami langsung berada di lantai inti dari tempat ini, kurasa keberuntungan Chunhua memang besar. Setelah kami mengambilnya ada sebuah pergerakan pada patungnya sebelum hal sulit terjadi aku menghancurkannya dengan mudah kemudian keluar dengan sihir teleportasi ke tempat di mana kami masuk sebelumnya.
"Kurasa akan sulit, ternyata semuanya mudah," ucap Chunhua meregangkan ototnya senang.
Sejak awal aku yang terus bertarung.
Ia memakai kalung yang sebelumnya kami ambil lalu mendorong wajahnya ke dekatku.
"Bagaimana menurutmu penampilanku Aksa?"
"Terlihat sama," kataku singkat.
"Onii-chan tidak terlalu peka dengan perasaan wanita."
"Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan."
"Humph."
Chunhua hanya mengembungkan pipinya dan selanjutnya kami berjalan pergi ke tujuan selanjutnya. Warisan kedua berada di sebuah tempat bernama kuil di bawah laut jadi untuk pergi ke sana kami menyewa sebuah kereta pedagang yang mau mengantarkan kami.
Perlu empat hari untuk sampai kemari, meski melelahkan semuanya terbayarkan dengan pemandangan indah dari kota tersebut.
"Selamat datang di kota nelayan Zhang, di sini mereka terkenal dengan semua olahan lautnya, kalian berdua akan menyukainya."
__ADS_1
Pandangan Yu'er bersinar sementara aku tersenyum masam.
Sejujurnya kami datang bukan untuk wisata kuliner.