
"Semuanya.... kita akhirnya sampai, dari sini kalian bisa langsung berpencar dan lalu berburu, kapal akan datang lagi tiga hari lagi jadi pastikan untuk tidak melewatkannya dan juga berhati-hatilah, ingat nyawa adalah prioritas, kami harap semua orang bisa selamat."
Mengikuti arahan para staf kami juga mengikuti para petualang turun.
Saat aku melangkahkan kakiku elf cantik berkata selagi berjalan di depanku hingga saling membelakangi.
"Aksa, jika penjualan budak masih terjadi di negara ini apa yang kau lakukan?"
Angin berhembus di antara kami berdua yang mana menerbangkan jubah maupun syal di leherku.
"Sudah jelas aku akan membunuh mereka semua, jika kau punya masalah aku akan membantumu Nympine."
"Aksa, ayo cepat," potong Liz.
"Kalian tidak sabaran."
Tubuh monster di pulau ini bisa menciptakan bola sihir di dalam tubuhnya dengan menunggunya setiap tahun maka batu sihir yang mereka buat akan berkualitas baik.
Karena hal tersebut guild menjadikannya jadi acara tahunan.
Lisa mulai membentangkan peta dan mendiskusikan langkah yang akan kami ambil, orang-orang telah berpencar kini kami harus memilih jalan berbeda agar tidak menghambat ataupun mengambil buruan mereka.
Ngomong-ngomong pulau ini sangat besar.
"Kita akan jalan ke sini, aku dan rekanku akan di depan, kalian bisa mengawasi dari belakang."
"Kami mengerti."
Aku menggunakan skill pencarian.
Beberapa monster sedang terarah pada kami, tepatnya ada sekitar tiga Boar berukuran lima meter yang mendekat. Ini pertama kalinya aku melihat monster seperti mereka bisa tumbuh sebesar itu.
Saat semua orang belum mengetahuinya aku mengarahkan tanganku untuk memanggil lingkaran sihir dari jari-jariku.
__ADS_1
Kurasa [Fire Bolt] sudah cukup.
Bola api menghantam ketiganya dengan ledakan membuat mereka terdorong menjauh.
Tentu itu belum membuat mereka roboh.
"Bagus Aksa, sekarang giliranku... tebasan kilat," pedang Lisa memotong dari bawah membelah salah monster menjadi dua bagian, di saat yang sama kedua rekannya juga menghabisi sisanya.
"Kami belum dapat giliran," protes Liz.
"Tidak, bukan hanya itu... puluhan monster lainnya juga semakin mendekat."
[Kelinci Bertanduk] tinggi lima meter.
Red Tikus tinggi tiga meter.
Dan juga [Grizel Bear] 8 meter.
"Ini tidak masuk akal ukuran mereka sangat besar."
"Beginilah keadaan di hutan misterius sesungguhnya, semua monster maupun tumbuhan akan hidup lebih besar dari seharusnya, hanya saja aku tidak tahu mereka bisa menyerang secara brutal," balas Lisa demikian.
Aku akan menghabisi Grizel Bear dan sisanya kuserahkan pada mereka.
Kuciptakan tebasan angin dan air memotong tubuh mereka dengan sekejap.
"Sesuai yang diharapkan dari Aksa kita juga tidak boleh kalah Amanda dan Yuki."
"Tentu saja."
"Aah."
Alyssa mengulurkan tangannya dengan bangga.
__ADS_1
"Sepertinya ini memang waktunya aku beraksi."
Dia menciptakan lingkaran sihir Magic Script lalu berkata.
"Flame Burning."
Semburan api muncul dari sana menyapu beberapa monster dalam sekejap, merubahnya menjadi sebuah tengkorak dan hanya menyisakan batu sihir setelahnya.
Naula maupun Liz terlihat terkejut.
"Luar biasa."
"Fufu."
Aku hanya tersenyum kecil, dia memang sudah berkembang pesat.
"Ice Freezer."
Prang.
Beberapa ekor tikus terjebak dari balutan es di saat yang sama Naula melompat untuk menusuk para kelinci bertanduk setelahnya, party Lisa juga sangat membantu.
Tanah mulai bergetar selanjutnya yang kami lihat adalah monster yang menyerupai Tyrannosaurus, dia keluar dari pohon tinggi selagi meraung selagi menunjukan gigi berjeruji.
"Besar sekali," ucap Lisa terperangah, paling tidak tinggi monster itu sekitar 20 meter.
Amanda dan Naula melompat secara bersamaan mengirim pukulan fisik namun mereka terlempar mudah dengan ekornya.
Di saat yang sama Lisa melompat dan dengan sekali tebasan memotong ekor tersebut.
Aku dan Liz mengulurkan tangan kiri ke depan sementara tangan kanan saling berpegangan. Itu menciptakan lingkaran ganda di depan kami.
"Ini adalah sihir gabungan cinta aku dan Aksa, sekarang rasakan... Ice Forest of Death."
__ADS_1
Bersamaan perkataan Liz, sebuah es menyembur dari bawah kaki Tyrannosaurus mempenjarakannya dalam balutan es raksasa yang menjulang tinggi.