Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 261 : Dua Penyihir Dari Generasi Pertama


__ADS_3

Aku menyeruput tehku hingga hanya tersisa setengah cangkir saja.


"Walau aku menanam bijinya pohon itu tidak tumbuh hingga aku akhirnya menyebrang ke dunia roh, saat di sana pohon itu benar-benar tumbuh dengan cepat tapi bukan buah yang dihasilkan, melainkan roh berbentuk manusia.. padahal aku sudah meminta izin pada roh agung namun lagi-lagi hal itu gagal, setelah selang beberapa saat aku akhirnya menyadari bahwa roh bisa menggunakan sihir terlebih jika seseorang mengikat kontrak maka sihir itu juga akan bisa digunakan oleh manusia."


"Jangan bilang teknik roh juga berasal darimu."


"Tentu saja, aku adalah cikal awal keberadaan sihir jadi hampir seluruh sihir buatanku, tentu beberapa lagi dibuat penyihir selain aku yang mencapai tingkat tertentu."


"Salah satu anakmu merupakan penyihir yang diturunkan darimu dan satu lagi adalah penyihir roh."


"Benar, mereka tumbuh dengan kemampuan mereka sendiri dari ke generasi ke generasi lainnya hingga beberapa ratus tahun kemudian semua orang sudah bisa menggunakan sihir... semakin sihir digunakan maka mana akan berterbangan ke udara secara tak terkendali, mana adalah energi dari jiwa seseorang, jika jiwa mereka orang jahat maka energi yang dikeluarkannya juga adalah sesuatu yang buruk.. beberapa hewan menyerapnya dan menjadikan mereka tumbuh menjadi monster, ada juga mana yang menciptakan dungeon dan paling buruk menciptakan binatang iblis."


Aku mengetahui banyak hal dengan obrolan ini.


"Memang mengejutkan tapi yang membuatku lebih mengejutkan adalah bahwa aku abadi, bahkan jika tubuhku hancur mereka akan menyatu lagi sedia kala.. karena itu aku akhirnya menyamarkan kematianku dan bersembunyi di sini sampai sekarang."


"Kau pasti kesepian."


"Benar sekali, aku terkadang menangis loh."


Aku sama sekali tidak percaya dengan itu.


"Untuk menghibur diriku, aku memakai grimore ini."


Sebuah buku terbang indah ke arah tangan Union lalu dia menjelaskan.


"Buku ini mencatat seluruh kejadian menarik yang ada di dunia ini, apapun yang ingin kau ketahui kau bisa mengetahuinya termasuk pergerakan raja iblis dan juga Aksa sendiri... sayangnya buku ini hanya menulis kejadian yang telah terjadi, tidak bisa meramal apa yang akan datang di masa depan, mau membacanya?"

__ADS_1


"Aku tidak yakin bisa berhenti setelah membacanya."


"Benar sekali, jika informasi terlalu banyak diisi, kepalamu bisa meledak loh."


Dia tersenyum seperti sebelumnya.


"Ngomong-ngomong apa kau tahu juga tentang penyihir kegelapan?"


"Tentu saja, dia adalah keturunanku yang berasal dari generasi pertama baginya aku neneknya, kau tahu menjadi penyihir bisa menjadikan hidupmu abadi."


"Aku bisa mengerti itu."


"Aku lupa lagi siapa namanya tapi dia merupakan penyihir hebat dengan bakat luar biasa."


Aku memasang wajah bermasalah.


"Aaah ya, ummm aku sudah cukup lama jadi aku lupa. Kau tahu sangat menyenangkan membuat bayi jadi selama hidupku.."


"Hentikan... aku tahu maksudmu, kau selalu bergairah dan tahu-tahu kau sudah memiliki banyak anak setelah yang dua."


"Benar sekali, aku jadi malu."


Harusnya dia malu saat aku menyentuhnya juga.


"Kudengar dia sangat marah padaku, jika tidak ada sihir maka dunia ini akan damai, tidak ada peperangan maupun perselisihan. Pada akhirnya dia ingin menghancurkan dunia ini sampai sekarang."


"Beberapa keturunanmu juga menikah selain dengan ras manusia?"

__ADS_1


"Iya... saat itu penyihir kegelapan banyak membuat sihir kegelapan dan salah satu yang berusaha menghentikannya juga termasuk keturunanku yang merupakan penyihir roh, dia dikenal sebagai penyihir putih. Keduanya bertarung sangat sengit meski begitu kekuatan penyihir putih tidak bisa menandinginya dan akhirnya kalah juga."


"Aku tebak kau juga tidak tahu nama penyihir putih ini."


Union menjulurkan lidahnya jahil.


Orang ini.


"Lalu soal iblis yang bermunculan di dunia ini?"


"Penyihir kegelapan yang memanggilnya dari dunia lain."


Aku memegangi kepalaku.


Dunia ini memang terhubung satu sama lain.


"Aku juga ingin ikut berbicara kau tidak keberatan Union."


"Selalu anda kursi untuk dewi di tempatku."


Saat aku mengalihkan pandanganku Nermala juga ada di sampingku selagi menikmati teh milikku.


"Ini bekas bibir Aksa, dengan ini kami berciuman tidak langsung."


"Biar aku tebak, kalian sudah saling kenal?"


Keduanya mengangguk mantap.

__ADS_1


__ADS_2