Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 333 : Melawan Hades


__ADS_3

Yang tersisa untuk dikalahkan hanyalah Hades yang siap dengan pedang miliknya, aku bergegas maju dengan pedangku menghantamnya dari depan, dari samping kemudian depan lagi.


"Mustahil? Penyihir mana yang bisa menggunakan pedang dengan baik."


"Tak hanya penyihir Sage, aku juga dipanggil pendekar pedang juga."


"Itu tidak masuk akal."


Aku menebas secara diagonal dan ia menangkisnya ke samping. Serangan barusan bukankah sesuatu yang bisa ditahan dengan mudah kecuali jika kau benar-benar ahli dalam berpedang.


Ketika dia melompat menjaga jarak kuciptakan pistol dari lengan kiriku dan timah panas menembus bahunya, untuk tembakan berikutnya dia menahannya dengan pedang miliknya.


Terhadapku yang berdiri santai Hades menyelimuti pedangnya dengan bayangan dan mengirimkan bilah hitam raksasa, pelindung di sekelilingku aktif dan menahannya secara otomatis sebelum pecah menjadi serpihan bola kaca yang rapuh.


Hades telah mempersempit jarak dengan melompat di atas kepalaku dia kembali mengayunkan pedangnya dan aku menahannya hingga seluruh pijakanku merebas beberapa meter ke dalam.


Dia melompat ke belakang dan aku memburunya ke depan.


Beberapa kali saling membenturkan pedang kami menjaga jarak.


Dia mengarahkan tangannya untuk memanggil Skull Soldier dan aku mengarahkan tanganku untuk memanggil Dark Knight di mana mereka saling bunuh membunuh.


Keduanya menghilang, dan menjadikan kembali pertarungan satu lawan satu, aku menyeret pedangku dari bawah ke depan wajah Hades.

__ADS_1


Memberikan tenaga pada kedua tanganku Hades menahannya akan tetapi tubuhnya terdorong jauh ke udara.


"Mustahil? Aku kalah dengan manusia."


Kuarahkan tanganku lalu berkata.


""Hell of the Abyss Total Annihilation."


Api membungkus dirinya lalu meledakannya dengan mudah hingga tak tersisa lagi, aku terduduk dengan lemas sementara Mai dalam poselku berbicara.


"Tuan anda telah banyak menghabiskan MP, apa anda baik-baik saja?"


"Tak masalah."


"Uwahhh.... dia baru mengalahkannya, hebat sekali. Penyihir memang hebat."


"Aku setuju, apa dengan ini kita bisa menghabisi raja iblis."


"Jika kita memiliki pejuang sepertinya kita pasti menang, tidak diragukan lagi."


Chunhua maupun Yu'er melompat ke arahku.


"Aksa kau memang hebat."

__ADS_1


"Itulah Onii-chan ku yang terbaik di dunia."


Aku tidak tahu harus menghadapi mereka seperti apa, yang jelas sampai kapan mereka akan memelukku seperti ini.


Kami berpisah dengan rombongan para ahli bela diri ini untuk kembali ke kota sebelumnya, sejauh ini menurut Yu'er kami bisa mendapatkan warisan ke empat malam ini hingga kami menunggu cukup sabar.


Dari langit yang gelap sebuah sinar rembulan terang muncul lalu memantul ke arah kolam air mancur hingga bersinar, aku berjalan mendekat lalu mengambil sesuatu dari bawah airnya yaitu sebuah cermin tangan yang tidak terlalu besar.


Chunhua yang ada di belakangku bersama Yu'er mengangkat suaranya.


"Jadi itu warisan keempat, kukira akan jauh lebih baik dibandingkan warisan sebelumnya."


"Untuk itu aku juga sepakat," balas Yu'er kemudian melanjutkan.


"Onii-chan apa yang akan kita lakukan untuk cerminnya?"


"Kaisar menyembunyikan harta ini begitu teliti aku ragu bahwa benda ini tidak berharga."


"Memang benar, tapi untuk apa sebenarnya benda..."


Sebelum Chunhua menyelesaikan perkataannya cermin di tanganku kembali bersinar dan selanjutnya kami bertiga masuk ke dalamnya.


Aku jatuh lebih dulu disusul Chunhua kemudian Yu'er yang menimpaku dari atas.

__ADS_1


"Kalian sangat berat, cepatlah bangun," kataku demikian.


__ADS_2