
Kami berjalan sedikit lebih jauh dari guild dan menemukan rumah mirip seperti apartemen kecil di lantai dua, di pintu paling ujung jauh dari tangga adalah kamar milik Nympine.
Aku mengetuk pintu dan sosok Nympine mengintip dari celah pintu yang dibukanya.
"Kalian semuanya."
"Kami mampir ke sini untuk memeriksa keadaanmu, aku akan buatkan bubur, jika ada permintaan yang lain aku bisa membuatkanmu yang lain."
"Masuklah, maaf jika tempatnya sedikit sempit."
"Jangan khawatir apa yang bisa mengangetkan dari kamar seorang gadis."
Ugh...
Aku terlalu cepat bicara.
Semua pakaian dalam Nympine semuanya dibiarkan begitu saja, bahkan Liz mencoba mengukurnya dengan miliknya.
"Ini jauh lebih besar dariku."
Tidak, malah sebaliknya.
"Aku akan memberikannya tolong jangan melihatnya, Aksa jangan menyentuh braku."
"Liz juga mengenakan motif bunga."
"Kenapa kamu tahu?"
Liz terkadang sering menyelinap ke kamarku dengan setengah telanjang.
Aku ingin mengatakan itu tapi lebih baik aku tidak mengatakannya dan mencoba pergi ke dapur.
"Aku kesulitan beres-beres jadi maafkan aku."
"Jangan khawatir, Aksa pandai dalam urusan rumah tangga semuanya bisa teratasi," balas Naula.
"Kuharap dari kalian ada yang membantu juga."
__ADS_1
Mereka mengalihkan pandangan dariku.
Baiklah.
Kurasa tak masalah melakukannya sendiri.
Pertama aku membersihkan keadaan dapurnya, lalu mencuci bersih semua bahan makanan yang kubeli, sebelum akhirnya memasaknya.
Di dunia ini tidak kompor atau gas mereka lebih suka memasak di dalam tungku tanah liat dengan kayu sebagai pembakarannya atau menggunakan kristal sihir.
Meski begitu makanan yang dihasilkan sama saja tergantung siapa yang membuatnya.
"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang Nympine?"
"Aku agak mendingan, kurasa aku bisa memakan daging ataupun sup hangat sekarang dibanding memakan bubur tawar."
"Aku mengerti, aku akan membuatkannya berhubung aku akan membuatnya sangat banyak jadi kita bisa makan bersama di sini."
Nympine tiba-tiba menangis.
"Maaf, aku sudah lama tidak makan bersama orang lain."
"Begitu."
Beberapa makanan laut dan daging segar memang cocok untuk dimakan di waktu seperti ini.
"Sebelumnya aku pernah mengatakan ingin membantumu, tapi kau belum mengatakan hal apa itu?"
Seusai makan aku bertanya demikian.
"Sebenarnya aku datang ke ibukota demi mencari adikku, setelah beberapa hari aku akhirnya menemukan di mana keberadaannya dan ia akan dilelang di sebuah tempat penjualan budak di salah satu kota besar."
"Penjualan budak kah, Malifana menurutmu bagaimana?"
"Penjualan budak telah dihapuskan di kerajaan ini, mereka pasti beroperasi sembunyi-sembunyi dan menculik beberapa ras dari tempat tinggalnya."
"Itu benar, dan salah satu yang menopang adalah penjahat kelas atas bernama Doris."
__ADS_1
Liz dan Naula bereaksi seolah mengingat sesuatu.
"Ada apa?"
"Kami berdua selalu menemukan poster orang bernama Doris itu di mana-mana."
"Benar, jumlah hadiahnya sampai jutaan keping emas."
"Begitu."
Aku diam memikirkannya.
"Jika kita hanya menangkap mereka itu tidak akan berhasil, mari kita selidiki semuanya dan menghancurkan seluruh jaringannya.... kenapa kalian melihatku seperti itu?"
Liz yang menjawabnya.
"Tidak, biasanya Aksa akan bilang, kita bunuh mereka semua tanpa sisa."
"Yah untuk sekarang aku berusaha menghindari pembunuhan tak berarti, aku mengeluarkan Hecate yang lalu diberikan pada Naula yang tertawa senang.
"Haha aku yang menembak, lihat Liz."
"Jangan senang dulu, lalu bagaimana denganku Aksa?"
"Liz bisa menyamar denganku nanti sebagai pembeli budak."
"Oh, itu juga menarik."
Aku mengelus rambut Alyssa.
"Untuk Alyssa tunggulah di sini bersama Nympine ya, pulang nanti kita akan pergi ke manapun yang kau sukai, tidak masalah bukan?"
"Baik."
"Nympine tolong jaga Alyssa."
"Serahkan padaku."
__ADS_1
Aku menciptakan mobil terbuka lalu bersama-sama pergi ke lokasi yang ditandai oleh Nympine.