Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 212 : Kesepakatan Dari Nene


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya.


Aku terus menembakan pistolku ke arah makhluk yang bernama Norma, mulut di wajahnya terus membalasku dengan tembakan sihir hingga serangan kami berdua bertubrukan di tengah-tengah pertarungan menciptakan asap mengepul.


Dari asap itu Norma keluar untuk mengirim tendangan maupun pukulan yang semuanya aku imbangi hanya beberapa saat.


Tubuhku dikirim ke udara sebelum akhirnya menabrak pohon, tepat saat Norma mengirim tendangan yang lebih mematikan aku berguling ke depan dan pohon sebelumnya hancur bercerai-berai.


"Biar aku beri tahu, diantara Norma lainnya akulah yang paling kuat."


Aku menembak kepalanya dan peluru itu menghancurkan bagian setengah wajahnya.


"Berapa kali kau lukai tubuhku akan tetap pulih sedia kala."


Meski dia bilang begitu, ada jeda waktu untuk memulihkannya.


"Jadi hanya sihir yang bisa melukaimu jika begitu Hell fire."


Api melesat dari tanganku meluncur menelan sosok Norma dalam ledakan besar. Kecuali area disekelilingnya dia masih bergerak tanpa hambatan.


Dengan langkahnya yang cepat dia menerjang padaku memberikan beberapa pukulan di tubuhku sebelum mengakhirinya dengan sebuah tendangan.


"Kau begitu lemah dari yang kubayangkan kudengar kau orang yang kuat yang bisa mengalahkan dewa-dewi jahat. Ini membuatku kecewa."


Aku berdiri untuk membalas perkataannya.


"Jangan khawatir, aku masih kuat."


Tiba-tiba saja tubuh Norma meledak di mana aku meletakkan bom tempel di tubuhnya.

__ADS_1


"Sejak kapan?"


Aku berlari dengan kecepatan tinggi kemudian memasukan bom ke dalam mulutnya.


"Apa yang kau lakukan?" tepat saat aku mundur tubuhnya meledak dahsyat. Untuk berjaga-jaga aku menggunakan sihir tingkat atas.


"Hell of the Abyss."


Pilar api menelan seluruh potongan tubuhnya hingga yang tersisa hanyalah kawah raksasa dengan jalur lava membara.


Merasakan hal anel aku mengacungkan senjataku pada seorang gadis kecil yang keluar dari balik pohon.


"Tidak perlu sewaspada itu, namaku Nene aku ingin berbicara denganmu."


"Kau membawa pedang, apa kau pengguna pedang iblis?"


"Tepat sekali, aku ingin bertarung dengan orang kuat agar aku bisa mati dengan puas tapi jika kekuatanmu yang sekarang kau tidak bisa melakukannya."


"Tanpa perlu dicoba pun aku sudah tahu."


Gadis bernama Nene mengayunkan pedangnya dan dalam sekejap area di sampingku terpotong dengan cepat termasuk gunung-gunung di belakangku.


"..."


"Sudah kubilang bukan... tapi aku pikir kau bisa bertambah kuat nantinya."


"Apa yang kau inginkan?"


"Jika kau berjanji akan melawanku saat kau kuat maka aku akan melepaskanmu, tapi jika tidak aku akan membunuhmu sekarang. Kurasa Shinji akan menghabisi seluruh temanmu."

__ADS_1


Orang ini.


Aku kembali menegaskan sesuatu.


"Tujuanmu adalah melawan orang kuat yang bisa membunuhmu."


"Aah."


Nene membuang topeng serta jubah yang dipakainya sebelum melanjutkan.


"Alasanmu bergabung di Kagutsuchi adalah untuk itu, sayangnya sejauh ini tidak ada yang mampu mengalahkanku bahkan ras naga sekalipun."


"Jika begitu aku akan menerima tawaranmu, setelah menjadi kuat aku akan datang menemuimu lagi."


"Pilihan bagus datanglah ke reruntuhan Almoera, aku ada di sana... jangan membuatku menunggu lama."


"Tentu."


Nene hanya berbalik lalu melangkah pergi, aku tidak tahu alasannya dia ingin mati namun ini sesuatu yang tidak bisa kutolak.


Dari yang kurasakan aku memang tidak bisa mengalahkannya sekarang bahkan tangan kiriku masih belum berhenti bergetar, sebenarnya siapa orang ini sesungguhnya? Kenapa dia ingin mati?


Memikirkannya sekarang hanya sia-sia aku harus menyelamatkan yang lainnya.


Aku menggunakan sihir terbang untuk pergi ke tempat yang memancarkan energi sihir paling kuat, di sana aku menemukan sebuah dinding penghalang di bagian atasnya, saat aku menghancurkannya aku turun ke bawah dan menemukan sosok Shinji di sana sementara semua orang terbaring tak berdaya.


"Kau?"


"Shinji, akhirnya aku bisa menemukanmu juga."

__ADS_1


Aku menodongkan pistol ke arahnya untuk memulai pertempuran ini dan mengakhiri semuanya.


__ADS_2