
Amber menatapku dengan penuh pengertian.
"Kau orang baik dan sangat kuat namun di dalam hatimu terdapat kesedihan yang dalam, tapi jangan khawatir dengan keberadaanku semua kesedihan itu akan lenyap sedia kala."
Aku mengacak-acak rambutnya.
"Hentikan kakak."
Aku tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Setidaknya dengan ini cukup membuatnya mengeluh.
Beberapa hari berikutnya pekerjaan membangun telah selesai sebagai mestinya, dengan bantuan Golem dan juga Army Knight, semua perkejaan telah dikerjakan.
Tapi ini hanya baru awal saja, pada dasarnya wilayah naga tidak memiliki ibukota semestinya dan pemimpin naga dibagi atas fraksi-fraksi berbeda.
Demi membenarkan semuanya, aku meminta membuat sistem yang sama yang dimiliki oleh negara lain yaitu dengan membuat kerajaan dan mengangkat Amber menjadi ratu naga bagi seluruh kaum naga lainnya.
Dengan adanya satu pemimpin maka tidak aneh bahwa kedamaian bisa kami raih semestinya.
Dan di sinilah kami sedang memutuskan nama yang pas yang akan digunakan.
Liz mengangkat tangannya
"Kerajaan Reptil."
Apa itu nama sejenis kebun binatang? Itu jelas tidak bisa digunakan.
Naula memilih kerajaan era, sementara Malifana kerajaan suci.
Para naga lain juga mengutarakan pendapat mereka tapi semua namanya terdengar aneh, hingga pada akhirnya semua orang menatap ke arahku yang belum memberikan usulan apapun.
Tanpa ditanya aku pun membuka mulutku.
"Nah, Amber bagaimana kalau kita mengambil nama belakangmu saja."
__ADS_1
"Kerajaan Roxalia."
Aku mengangguk menegaskan.
Dan semua mulai mempertimbangkannya.
Pada akhirnya mereka setuju dan menjadikan tempat ini sebagai ibukotanya. Tentu hal seperti ini sangat mudah namun kesulitan sesungguhnya baru dimulai.
Setelah menyebarkan informasi ini ke setiap wilayah naga, banyak naga yang mulai mengepung kota ini untuk bertemu Amber.
Aku hanya mengenal naga dari fraksi Kehancuran dan kedamaian tapi diluar dugaan Fraksi naga sangatlah banyak dan juga memiliki beragam warna berbeda
Hampir seluruh warna pelangi ada di sini juga.
Mereka semua menunjukkan penolakan dan Amber harus mengatasinya sebagaimana apa yang kuajarkan padanya.
"Kita sekarang berada di dalam masa kritis oleh penyerangan kerajaan Hespringer, seharusnya kita bergabung menjadi satu dan mengalahkan mereka itu adalah hal yang harus kita lakukan agar wilayah naga tidak runtuh."
"Aku tidak setuju, fraksi kami bisa mengalahkan mereka tanpa bantuan."
"Aku juga."
Semua orang terdiam menerima perkataan Amber.
"Manusia telah membunuh ras kita, aku tidak percaya kau mengatakan itu?"
"Biar aku tanya, siapa yang telah memulai menyerang mereka... kita naga sepatutnya tidak merasa sombong dan menganggap ras mereka harus dimusnahkan."
Dengan pernyataan Amber semua mulut langsung tertutup.
Aku tidak membenci suasana ini.
Amber mengirim perkataan yang berani.
"Jika kalian merasa keberatan mari bertarung, siapapun yang kalah harus tunduk dan mengikuti yang menang."
__ADS_1
"Kami sepakat."
Aku segera menenangkan Amber.
"Kau yakin?"
"Mau bagaimana lagi, naga cenderung menganggap kekuatan adalah jawaban penyelesaian, itu mirip seperti hukum rimba."
"Begitu."
Kurasa otot memang ciri khas naga.
Aku maupun anggota partyku hanya menonton saat Amber bertarung satu persatu dengan naga berbeda setiap beberapa menit berikutnya.
Liz dan Naula memasang wajah khawatir sama seperti yang ditunjukkan Malifana.
"Ini pertandingan yang ke seratus, apa Amber baik-baik saja."
"Jangan khawatir, dia pasti masih bisa bertarung."
Rasanya tidak adil bahwa Amber dipaksa bertarung tanpa henti, Serilia yang mengawasi agar tidak ada pengganggu yang ikut campur dengan pertarungan telah kembali.
"Tidak ada yang berani melakukan kecurangan, kurasa naga memang sangat jujur dalam bertarung."
"Senang mendengarnya."
Saat tengah malam pertarungan ini akhirnya selesai dan tentu pemenangnya adalah Amber yang masih terbang dalam wujud naganya.
Dia terlalu memaksakan diri.
Aku muncul di bawahnya saat Amber tiba-tiba jatuh ke bawah. Dia berubah jadi wujud manusianya dan aku menangkapnya dengan kedua tanganku.
"Fufu aku berhasil."
Dia tersenyum selagi mengangkat tangannya ke atas sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja.
__ADS_1
"Kerja bagus, lebih baik kau beristirahat beberapa hari, dan sisanya serahkan padaku."
"Sepertinya begitu."