
Setiap peluru yang kutembakan hanya menembus tubuh Shinji tanpa melukainya sedikitpun.
Aku memutuskan untuk membuang senjataku lalu berjalan ke arah Ayumi yang terbaring tak berdaya.
"Aksa?"
"Aku pinjam pedangmu."
"Menangkan pertarungan ini."
"Aah, aku akan tunjukan seorang yang disebut pendekar pedang."
Aku mengambil dua pedang Ayumi di tanganku.
"Sepertinya kau mulai serius jika begitu aku juga."
Patung timbangan di belakang Shinji mulai retak dengan garis darah yang mengerikan.
"Kebencian yang ada di dunia ini telah mencapai batasnya, dengan ini akhirnya akhir dunia telah ditentukan," tepat saat Shinji mengatakannya patung itu roboh berserakan di tanah, di dalamnya ada sebuah pedang hitam yang melayang lalu terbang ke arah tangan Shinji.
Tak hanya melepaskan topeng Shinji juga melepaskan jubahnya menampilkan beberapa mata di tubuhnya yang semuanya berpola mata ular melingkar.
Pada dasarnya seluruh ouroboros ada empat orang dan semua matanya berada di tubuh Shinji.
__ADS_1
"Inilah kekuatan yang akan merubah dunia ini."
Dari seluruh mata Shinji mengeluarkan ular raksasa yang hanya bagian tubuhnya tengkorak saja, aku berlari ke arahnya dengan kecepatan tinggi selagi menghindari seluruh ular tersebut.
Jika menyulitkan aku menebas mereka hingga tubuh mereka berserakan. Saat ular itu tidak tersisa aku membenturkan pedang milikku dengan pedang Shinji.
"Kekuatanku setara dengan dewa sekarang, orang sepertimu tidak ada apa-apanya denganku."
"Kebetulan sekali, karena sihirku dikhususkan untuk membunuh dewa."
"Kau hanya membual."
Tubuhku didorong ke belakang menabrak pepohonan dengan bunyi memekakkan telinga, baru saja bangkit Shinji sudah berada di depanku.
Dia juga bisa menggunakan sihir teleportasi.
Seperti yang kuduga pedangku hanya menembusnya.
"Percuma saja, dengan mataku aku bisa membuat benda apapun menembus tubuhku, terlebih kini mataku tidak hanya dua.
Perutku ditendang hingga terlempar sejajar dengan tanah, kuciptakan benteng besi untuk menangkis serangan berikutnya sayangnya Shinji dengan mudah menebusnya dan ia mengayunkan pedang dari samping.
Aku menyilangkan kedua pedangku untuk menahannya.
__ADS_1
Di pedang kedua aku berhasil menahannya dan kemudian menendang tubuh Shinji ke samping.
"Waktunya habis di waktu yang tidak menguntungkan."
"Kau perlu beberapa detik untuk mengistirahatkan matamu, di saat itu aku akan menyerangmu."
"Apa yang bisa kau lakukan dengan hanya dua detik... AKSAAAA."
"SHINNJII."
Kami kembali melangkah maju dan saling membenturkan pedang menghasilkan pertarungan epic dengan kilatan cahaya menyertainya.
Shinji mengetahui bahwa aku bisa menggunakan magic script karena itulah dia tidak mengenakan sihir secara langsung melainkan menggunakan sihir pendukung untuk dirinya sendiri.
Dia merubah sebelah tangannya menjadi besi untuk menangkan pedangku sementara tangan lain bersiap menebas setelah menepis seranganku.
Kemampuanku juga bisa meniru kemampuan orang lain karena itu, kuubah seluruh tubuhku juga menjadi besi. Walau tebasan Shinji mengenai bahuku itu tidak meninggalkan damage apapun kecuali hujan debu yang meluncur ke udara hingga kami berdua saling menjaga jarak.
Aku menggunakan sihir api untuk menghujani Shinji yang kembali berlari ke arahku. Ketika aku menahan pedangnya itu pasti akan menembus karena itu kugunakan ayunan yang cepat.
"Aliran pedang pembunuh iblis, tebasan kedua "
Aku mengayunkan pedangku dengan cepat beberapa menembusnya kendati demikian aku berhasil melukai seluruh mata di tubuhnya dan hanya menyisakan dua mata saja, sementara itu aku menyemburkan luka dari tubuhku sebelum terhantam tendangan di wajah menabrak pohon di belakangku.
__ADS_1
Aku bangkit selagi meringis kesakitan tanpa melepaskan kedua pedang di tanganku.
Pedang ini dibuat oleh dewi karenanya ini masih bisa mengimbangi pedang milik Shinji.