
Namaku Aksa dan aku adalah orang yang dipindahkan ke dunia lain yang hanya memiliki satu dewi tunggal yang mengelolanya, di sini kejahatan dan peperangan adalah sesuatu yang bisa dijumpai di manapun kau berada karena itulah aku memutuskan untuk menyelamatkan dunia ini.
Ketika aku kembali ke masionku setelah lama berpetualang di Benua Utara, seluruh penghuni tampak tersenyum selagi melompat ke arahku mereka adalah Alyssa, Noela, Nicol dan Lulu.
Alyssa adalah seorang gadis kecil vampir yang selalu mengenakan topi penyihir pemberianku.
Noela hantu yang sebelumnya mendiami masion ini, karena itu tubuhnya tampak melayang di langit-langit sementara Lulu merupakan receptionis sekaligus pemilik guild di kota ini, mereka sama sekali tidak berubah.
Di antara mereka ada satu orang yang sedang murung selagi membuat lingkaran di tanah, tanpa mengatakan ciri-cirinya semua orang sudah tahu siapa dia.
Benar.
Dia guruku Nona Heliet Ladeosfa.
"Aksa membawa wanita baru ke rumah ini, sekarang posisiku yang selalu melayani Aksa setiap malam akan tergantikan."
Jelas aku tidak melakukan hal seperti itu.
Sementara aku tersenyum masam empat orang yang kubawa terlihat antusias.
Liz yang pertama berkata di susul Marine, Sirius dan juga Naula.
"Mungkinkah di masion ini sesuatu seperti itu sering terjadi."
"Jika benar, aku pasti menikmatinya."
"Marine air liurmu."
"Aku sangat bersemangat."
"Master hanya akan menyentuhku."
__ADS_1
"Aku akan mengalah, biarkan aku yang terakhir."
"Kalian semua."
Aku menembakan pistol ke udara dan mereka semua berhamburan.
"Kabur," teriak Sirius.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Aku benar-benar berada di rumah sekarang.
Pagi berikutnya aku menyapa semua orang di guild. Kazel yang selama ini tak bertemu denganku merangkul leherku dan berkata selagi mengangkat gelas minumannya.
"Saat kau tidak ada di sini aku sangat kesepian, aku bisa tertawa lepas sekarang haha."
Tak hanya dia, dua elf yang kukenal juga duduk bersamaku merayakan kembalinya aku ke kota ini.
Yang satu adalah Jun dia petualang pria yang sudah diakui kemampuannya walau baru sebentar bergabung di guild ini sedangkan adik perempuannya bernama Hilda, dia juga sangat hebat dalam sihir pemulihan.
"Sudah jelas kan, ini hanya kota bagi para petualang awal... bagi siapapun yang sudah mencapai level tinggi mereka akan memutuskan pergi ke kota yang lebih menjanjikan untuk mendapatkan uang lebih ataupun pengalaman bertarung."
Pengalaman bertarung di sini mungkin maksudnya Exp.
Bahkan petualang yang pernah bersama Kazel pun juga sudah pergi ke kota lain, aku akan mengatakan bahwa siapapun yang tinggal di sini memang menyukai kota ini lebih dari apapun.
Jun berdiri dari kursinya.
"Sudah waktunya kami berdua bekerja, kami pergi duluan."
"Aah berhati-hatilah."
"Kau yakin tidak ingin bergabung dengan kami?"
__ADS_1
"Mungkin lain kali, aku masih harus mengumpulkan tanaman obat nanti."
"Sayang sekali."
Aku hanya melihat kepergian keduanya dari tempatku duduk.
"Kazel bukannya kau juga harus bekerja?"
"Bisnisku belakangan ini berjalan lancar, aku bahkan bisa bersantai tanpa perlu melawan monster."
Bisnis yang dia maksud adalah bisnis ilegal, aku harap para penjaga bisa menangkapnya secepatnya.
"Gawat, Jeanne datang kemari... aku harus pergi."
Dia melarikan diri tepat saat Jeanne menghampiri mejaku.
"Halo Aksa, senang bisa melihatmu lagi di sini."
"Aku juga, mau makan sesuatu.. aku akan mentraktirmu hari ini."
"Kalau begitu aku menerima tawarannya."
Yang dipesan Jeanne adalah telur ikan salmon yang disatukan dengan nasi kemudian ditambah kecap serta rumput laut.
Aku senang melihatnya sangat bahagia hanya saja.
"Jangan menjilati jarimu."
"Apa Aksa mau menjilatinya, silahkan."
"Bukan itu maksudku."
__ADS_1
Wanita di dunia ini memang terlahir untuk menjadi penggoda.