
Aku menurunkan kecepatan sebelum mendaratkan kakiku di tanah, Chunhua dan Yu'er melepaskan pelukannya.
"Ada apa Aksa?"
"Kurasa ada beberapa orang yang tangguh di sini."
Aku berbalik dan dalam sekejap rentetan bola api bermunculan menghantam ke arah kami. aku hanya diam selagi menahannya dengan sihir pelindung hingga sosok penyerang keluar dari pepohonan, jumlah mereka sekitar delapan orang dengan kemampuan di atas rata-rata, aku kini bisa merasakan Qi karenanya aku tahu seberapa kuat mereka.
"Gawat, mereka siswa berbakat dari Sekte Elang Emas, aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka."
"Biar aku saja."
Yu'er mengangkat bahunya.
"Kau yakin akan mengalahkan mereka dengan sihir?"
"Mau bagaimana mana lagi tanpa menggunakan sihir kurasa sangat sulit."
"Haha apa yang kalian bicarakan, mungkinkah kalian menyuruh pemuda di lapisan rendah ini untuk melawan kami, percuma kami sudah berada di alam surgawi lapisan maksimal kau bukan siapa-siapa."
"Kalau begitu mari kita lihat seberapa kuat kalian."
Semuanya menyergapku dari segala arah, mereka menggunakan teknik beladiri dan aku melawannya dengan gerakan yang sama.
"Kalian cepat sekali."
"Berisik, selama ini kami telah berlatih dengan giat."
Aku membungkuk untuk melewati tendangan yang terarah padaku, menepis semua pukulan selanjutnya membalas mereka, aku mencengkeram wajah salah satunya untuk melemparkannya layaknya sebuah bola.
"Apa yang terjadi? Dia sangat cepat."
__ADS_1
"Benar."
"Kalian salah paham, gerakan kalian yang malah lebih lambat."
Saat mereka mengalihkan pandangan ke sekeliling mereka akhirnya mengetahui bahwa area kami telah terselimuti Magic Barrier.
Aku sebelumnya membunuh salah satu dari mereka di sebuah kedai tapi jika harus membunuh mereka lagi aku ragu apa aku harus melakukannya. Aku datang hanya untuk menyelamatkan Xie Lien jika menambah musuh akan jauh merepotkan.
Aku menggunakan Trinity of the Flores untuk membekukan mereka sampai leher.
"Mustahil? Ini pasti sihir."
"Seperti itulah."
Aku memegangi kepala orang yang mengutarakan hal itu.
"Apa yang kau lakukan Aksa?" tanya Chunhua.
"Sesuai yang diharapkan dari Oni-chan kini aku akan merubahnya jadi Onii-san."
Chunhua memucat.
"Apa kau pernah menggunakan sihir itu padaku?"
"Tidak."
"Mungkin saat aku lengah kau menodaiku lalu merapalkan sihirnya."
"Aku tidak sebejat itu."
"Benar, Aksa hanya penyuka loli."
__ADS_1
"Bukan itu juga."
Mereka seperti anggota partyku yang lain. Jika aku menanggapinya, itu hanya akan membuatku semakin kacau, mari abaikan hal itu dan segera mungkin untuk mengambil apa yang diinginkan Chunhua.
Dia berdiri di depan gua luas selagi berpose menyambut.
"Selamat datang di gua warisan kaisar pertama, dari sini kita akan memasukinya bersama."
Berbeda dengan Chunhua yang mengatakannya dengan semangat, gua ini sejujurnya lebih menyeramkan dari yang kubayangkan.
Banyak tulang manusia yang berserakan tapi jauh dari itu hampir seluruhnya mati karena perangkap.
"Kurasa kau harus berhati-hati melangkah Chunhua."
Aku memperingati.
"Jangan khawatir, aku tahu apa yang..."
Perkataannya berhenti di sana.
"Apa?" kataku singkat.
"Itu .. sepertinya aku tanpa sengaja menginjak sesuatu."
Tepat saat Chunhua mengatakannya sebuah lubang muncul di bawah kaki kami sehingga kami terperosok ke dalamnya.
Chunhua dan Yu'er memegangi tubuhku.
"Di sini gelap."
"Aku takut."
__ADS_1
Dia Dewi, mana mungkin takut dengan hal semacam ini.