
Malam harinya aku duduk di genteng penginapan selagi melihat bulan purnama yang terlihat begitu dekat. Sinarnya tampak memukau dengan deretan bintang yang berkelap-kelip di sekitarnya.
Aku sempat berfikir apa ada seseorang yang bisa hidup di bulan itu, sampai.
Sebuah suara memangilku dari bawah, itu adalah Richard yang masih berpatroli walau hari sudah malam, dia melompat dan duduk di sampingku.
"Sedang menikmati pemandangan malam."
"Begitulah, kau cukup sibuk Richard."
"Mau bagaimana lagi? Kerajaan akhir-akhir ini cukup berbahaya."
Aku memberikan apel padanya.
Dia menggigit apel tersebut selagi mengalihkan pandangannya ke arah yang sama yang kulihat.
"Nah Aksa, aku tidak memiliki teman di sini.. maukah kau menjadi temanku?"
"Kau pasti bergurau, orang sepertimu mana mungkin tidak memiliki teman... aku yakin puluhan wanita telah memenuhi dompetmu juga."
Richard hanya tersenyum masam.
"Sejujurnya aku ini bukan seorang bangsawan, aku hanya Kesatria yang berasal dari desa kumuh."
"Bahkan di ibukota diskriminasi masih ada."
"Sulit juga."
Aku mengulurkan tanganku untuk meminta berjabat tangan dengannya.
"Mari berteman."
"Aah."
__ADS_1
Ketika kami berdua berpisah guruku telah berdiri di belakangku.
"Richard Rufus kah?"
"Jangan membuatku terkejut."
"Maaf, maaf, aku tak bisa menunggu jadi kuputuskan untuk datang lebih awal."
Nona Heliet duduk di dekatku.
"Apa guru mengenalnya?"
"Tentu, aku sudah mengenalnya dari kecil.. dia anak yang rajin yang selalu membantu kedua orang tuanya, sayangnya beberapa bangsawan tidak terlalu senang dengan keluarganya.. mereka memfitnah keluarga Rufus sebagai pengkhianat hingga status kebangsawanannya dicabut, diluar dugaan dia malah menjadi kesatria sekarang."
"Mungkinkah dia menjadi kesatria untuk membersihkan nama orang tuanya."
"Mungkin saja, saat itu aku tidak bisa berbuat apapun karena sudah lebih dulu keluar dari kerajaan."
Nona Heliet mendekatkan wajahnya di depanku.
"Ngomong-ngomong Aksa, apa yang selama ini kau lakukan bersama Lulu?"
"Tidak ada, tapi dia selalu kelelahan di kamar."
"Kelelahan," teriak nona Heliet lalu melanjutkan dengan tatapan sinis.
"Mencurigakan."
"Yang mencurigakan di sini, orangnya kau guru."
"Mana ada."
Aku hanya mendesah pelan sebagai jawaban.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian pertandingan guild dimulai, aku bisa melihat semua orang melihatku dari bangku penonton termasuk guruku yang tanpa malu berteriak memberikan semangat.
Dia terlalu baik.
Kami dikumpulkan di satu tempat dimana acaranya sendiri akan dipimpin oleh keluarga kerajaan.
Ratu dan putrinya memiliki wajah yang cantik sementara rajanya sungguh membuat orang bertanya-tanya, kenapa dia ada di sana? Ia memiliki tubuh kecil bulat dengan jenggot dan kumis melingkar.
Ia membuka acara ini setelah menyebutkan namanya sebagai Edward Elysium xx, kemudian disusul dengan pembacaan nama-nama guild yang ikut berpartisipasi.
Tentu semua orang lebih tertarik tentangku yang berdiri sendirian di pojokan, putri yang memiliki rambut ungu juga mengambil minat ke arahku. Aku sedikit menjahilinya dengan memberikan kedipan mata dan ia segera bersembunyi di balik punggung ibunya.
Gadis pemalu memang berbeda.
Itu adalah daya tarik yang jarang ditemukan di kota Antares sendiri, para petualang telah menerima urutan pertandingan mereka termasuk aku yang mendapatkan urutan pertama, aku berfikir mereka sengaja membuatku bertarung di awal sebagai pertujukan hiburan. Tapi biarlah.
Lawan pertamaku adalah penyihir wanita yang terlihat percaya diri.
"Akan kubakar habis dirimu."
Sebenarnya aku sudah terbakar sekarang melihat tingkah guruku yang terus menyemangatiku.
Dia merapalkan sihir api tingkat rendah yang mana ia lesatkan ke arahku, aku biasanya akan lebih dulu menyerangnya namun sekarang aku berusaha untuk tidak mencolok.
Setelah menghindarinya aku merapalkan sihir yang jarang dikatakan siapapun.
"Guruku sangat cantik, Water Canon."
Betapa memalukan rapalannya, meski demikian itu mampu melempar musuhku ke luar arena pertandingan.
Lulu tampak mengembungkan pipinya ke arahku sedangkan guruku tersenyum puas.
Dipertandingan kedua aku akan memakai nama Lulu.
__ADS_1