Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 245 : Pertempuran Di Ibukota Animalia Bagian Tujuh


__ADS_3

"Biar aku perkenalkan, aku adalah Lupin kaki kanan penyihir kegelapan salam kenal Aksa."


"Kau tahu tentangku?"


"Sudah jelas, kau membantai seluruh kerajaan di benua Utara, mengalahkan naga kehancuran bahkan mengalahkan Ouroboros. Bukannya itu luar biasa."


Dia mengatakannya selagi tersenyum lebar.


Aku jelas tahu bahwa itu senyuman palsu.


"Jadi apa yang ada di tanganmu itu?"


"Ah, ini hanya sebuah grimore, karena aku sudah memiliki Kaleodoskop jadi hal ini tidak dibutuhkan lagi."


Grimore itu memiliki sampul hitam dan terkesan sesuatu yang terkutuk, meski aku sangat mewaspadai buku tersebut Lupin malah membakarnya menjadi debu.


Itu mengingatkanku tentang banyak hal.


"Buku itu sama seperti yang dipegang oleh wanita bernama Union, apa aku salah?"


"Mengejutkan sekali kau mengetahuinya... buku yang barusan sama seperti miliknya, hanya saja buku yang kupegang lebih lemah semacam membuat ledakan yang baru kau lihat."


Jika mengingatnya.


Union adalah seorang wanita yang pernah aku temui di tembok tinggi, dia mengenakan pakaian pendeta serta memiliki rambut hitam panjang dan ia menamai bukunya dengan buku takdir dimana apapun yang ditulis di sana, itu akan berubah menjadi kenyataan bahkan jika itupun sebuah kematian.


Aku mengusir Doremi untuk pergi, setelah dia kehilangan bonekanya dia hanyalah orang tak berguna yang akan mati jika memaksanya bertarung.

__ADS_1


Dia mengangguk lalu berlari jauh ke belakang.


"Itu seperti aku akan membiarkannya, dia harus mati."


Orang bernama Lupin melesat maju dan aku segera memblokirnya dengan berdiri di depannya selagi menodongkan pistol ke arahnya.


"Apa menurutmu dengan mainan seperti itu bisa menghentikanku."


"Kurasa sudah cukup."


Moncong pistol memunculkan lingkaran sihir dan di saat yang sama aku berkata.


"Dash Bullet."


Peluru melesat dengan sebuah ledakan menghantam Lupin secara langsung hingga dia menabrak dinding dengan bunyi keras.


Bertarung dengan pistol akan menjadi tak efektif jika seseorang yang kulawan bisa bergerak sangat cepat, oleh karena itu aku menggantinya dengan pedang lalu menunggu Lupin untuk bangkit.


Dia berdiri seperti yang kuharapkan hanya saja kini ada dua mulut tambahan di wajahnya dan berbicara tanpa terkendali.


"Bunuh, bunuh, bunuh."


"Lapar, lapar, lapar."


Aku berkata ke arahnya.


"Kau terlihat tampak menjijikan, apa itu yang dinamakan Kaleodoskop?"

__ADS_1


"Benar sekali, aku telah menyatu dengannya, dengan ini sihir apapun tidak akan berpengaruh padaku... makhluk ini sebelumnya telah memangsa banyak nyawa manusia lalu menjadikannya sebagai sumber kekuatan yang disebut Souls."


"Semacam energi yang merubah jiwa menjadi mana," kataku menanggapi.


"Tidak, ini jauh lebih kuat.. itu seperti kau ingin menggunakan mana tapi tidak memiliki mana untuk melakukannya maka kau menggunakan energi kehidupan."


Jadi begitu, hanya saja yang dia gunakan merupakan jiwa orang lain.


Bahkan jika jiwa itu habis dia bisa memasoknya kembali dengan jiwa yang telah dikumpulkan oleh Kaleodoskop.


Itu mirip seperti sistem pada sebuah game seperti di mana kau mengunakan SP untuk memberikan serangan lebih kuat dibanding MP.


"Dengan kemampuanku aku akan bisa sebanding dengan tuanku haha dan saat dia kembali ke dunia ini maka aku akan lebih tinggi berada di sampingnya dibanding Nene."


Nene jelas memiliki hubungan dengannya ataupun penyihir kegelapan.


"Kalian mengatakan penyihir kegelapan, apa mungkin orang yang telah mati akan hidup lagi?"


"Apa menurutmu tuanku bisa mati begitu saja? Apa menurutmu Heliet Ladeosfa dan juga Vivia Legal lebih kuat dari guru mereka Meliana, semua itu hanya kebetulan di mana situasi mereka lebih diuntungkan."


"Apa maksudmu?"


"Di lihat dari reaksimu kau tidak tahu apapun rupanya, saat itu penyihir kegelapan menciptakan empat binatang yang disebut binatang bencana.. pertama adalah kura-kura raksasa, ular raksasa yang disebut Basilisk, badak raksasa dan terakhir adalah burung yang membakar semuanya, Phoenix... saat tuanku telah menciptakannya kedua murid Meliana malah muncul dan menyerangnya hingga kalah, tentu beliau kalah karena setengah kekuatannya telah digunakan, untuk menyiasatinya penyihir kegelapan membuat sebuah tubuh tiruan dari setengah kekuatannya dan menciptakan dirinya yang palsu, dengan kata lain yang mereka kalahkan bukanlah penyihir kegelapan yang asli haha."


"Setelah ratusan tahun dia masih hidup di suatu tempat maksudmu?"


"Tepat sekali, kekuatannya akan pulih dalam lima tahun lagi dan saat itu beliau akan jauh lebih kuat dari sebelumnya dan dia akan menjadi sosok yang disebut Dewa Kegelapan."

__ADS_1


Mengingat berapa lama dia mengisi ulang kekuatannya hal itu jelas bukan hal mustahil.


__ADS_2