Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 80 : Pertaruhan


__ADS_3

"Dia pergi ke tempat seperti itu di saat seperti ini," kata Vivia kesal selagi mengikutiku dari belakang.


Richard dan Sirius tampak tidak terlalu memikirkannya sementara aku hanya terus menunjukkan jalan ke arah di mana aku meninggalkan Kazel sebelumnya.


"Yo, apa kabar."


Vivia tertawa terbahak-bahak, sementara aku dan Richard memucat, adapun untuk Sirius dia hanya menatap datar.


"Apa aku harus melenyapkan makhluk ini master?"


"Oi, siapa yang kau maksud makhluk ini?"


Orang yang menyapa kami pertama adalah Kazel dengan pakaian bunny girl melekat di tubuhnya.


"Aku tidak mengenalmu, mari pergi," saat aku hendak pergi Kazel memelukku dari belakang.


"Jangan tinggalkan aku, tolong aku... seharusnya aku mendengarkanmu kemarin."


"Jadi apa yang terjadi?"


"Awalnya aku menang akan tetapi setelah itu aku terus saja kalah, demi mengembalikan uangku aku tidak bisa berhenti, pada akhirnya semua uangku habis hingga akupun berhutang."


"Berapa banyak?" tanyaku kembali.


"5 juta koin."


"Akan kuhajar kau, uang segitu sangat banyak."


Richard segera menahan tubuh Vivia yang hendak menarik pedangnya.


"Tenangkan dirimu Vivia."

__ADS_1


"Baru saja kita datang kemari, kita sudah dapat masalah seperti ini."


Tak lama kemudian wanita kimono yang kulihat semalam keluar bersama para bunny girl, melakukan kejahatan memang dilarang di dunia ini akan tetapi tidak memungkiri bahwa kejahatan itu lenyap seutuhnya.


"Apa kalian teman-temannya?"


"Seperti yang kau lihat," balasku ringan.


"Sayang sekali sebelum dia melunasi uangnya, aku tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja," balasnya selagi meniup asap dari cerutunya.


"Bukannya kejahatan di dunia ini dilarang kenapa hal seperti ini terjadi?" tanya Richard. Vivia lah yang menjawabnya.


"Memberikan pinjaman ke orang lain bukanlah kejahatan."


"Tepat sekali, aku membuat bisnis ini secara baik-baik bahkan ketika permainan dimulai kami tidak melakukan kecurangan apapun."


Sungguh disayangkan bahwa perkataannya memang tepat, sejak aku memasuki kasino aku sudah menyelidiki semuanya.


Jika pun wanita di depanku menggunakan sihir dia pasti akan langsung mati, karena begitulah sistem dari dunia ini.


"Tak masalah, akan kuberikan waktu dua hari.. jika sampai matahari terbenam kalian belum mendapatkannya orang ini akan terus bekerja di sini."


"Aku punya ide yang lebih baik. Bagaimana kalau aku memberikan 20 juta koin? Aku ingin kau menutup tempatmu ini dan tidak ada boleh ada lagi rumah penjudi di menara Altima."


"Kau ingin menghancurkan tempat hiburan kota, bagaimana dengan para pelayan di sini?"


Para bunny menatapku khawatir.


"Aku punya pekerjaan yang lebih baik untuk mereka."


Harapan kembali muncul di mata mereka.

__ADS_1


"Jika kau ingin mengambil para pelayanku maka harganya akan naik menjadi 50 juta koin, mereka adalah pelayan terbaik aku tidak bisa menyerahkannya begitu saja."


Aku berkata pada Vivia.


"Apa tidak masalah untukmu?"


"Kita akan menjadikan lantai pertama sebagai markas, kurasa tak masalah."


Aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengan wanita tersebut.


"Kau sangat menarik, apa menurutmu mengumpulkan 50 juta dalam dua hari itu mudah?"


"Aku tidak akan bertaruh sesuatu yang tidak bisa kumenangkan."


Vivia hanya tersenyum lalu berkata.


"Orang ini sudah gila, bahkan saat dia memasuki tempat ini dia sudah berniat untuk mencapai lantai 1000."


Kecuali anggota petualangku semua orang terkejut sampai wanita berpakaian kimono itu tertawa.


"Sungguh gila, tapi aku tidak membenci orang sepertimu... Manusia harus memiliki ambisi serta tujuan itulah yang membedakan kita sebagai makhluk hidup," setelah mengatakan itu mereka masuk ke dalam bangunan.


Kazel menatapku seperti seorang anak kucing yang terlantar.


"Bagaimana denganku?"


"Bersabarlah saja, bukannya ini impianmu."


"Impian jidatmu, aku bahkan harus melihat para pria muntah setelah melihatku."


"Anggap saja sebagai hukuman untukmu," kata Vivia selagi mengeluarkan kristal teleportasi miliknya.

__ADS_1


Selanjutnya.


Aku, Richard, Sirius dan Vivia berpindah tempat ke lantai 200.


__ADS_2