
Kota pelabuhan Belfast adalah sebuah kota yang mulai berkembang menjadi pusat perdagangan kerajaan Elysium, setiap harinya orang-orang turun dari kapal raksasa untuk berlabuh di sini dengan barang muatan mereka yang dijual belikan secara bebas ataupun sebaliknya, salah satu pemuda yang selama ini bersembunyi di geladak melompat jatuh ke bawah dengan pedang besar di punggungnya. Ia berkisar di usia 15 tahun dengan rambut putih serta mengenakan pakaian sederhana yang bisa kau temui di abad-abad pertengahan.
"Jadi ini kota pelabuhan Belfast itu, lebih besar dari yang kukira, benarkah Nes."
Orang yang dia ajak bicara yaitu pedang di punggungnya, dibanding orang mungkin lebih tepat jika menyebutnya roh yang berada di sana. Nes adalah roh gadis kecil berambut pirang ikal panjang, mengenakan gaun boneka yang membuatnya terlihat seperti boneka sesungguhnya.
"Benar Asterio desu... kita bisa membeli makanan apapun di sini yang berkaitan dengan laut."
"Heh, begitu... jadi berapa hari saat kemunculan kura-kuranya?"
"Tiga hari desu."
"Cukup lama juga.. kau mau makan apa?"
"Aku ingin makan semuanya."
"Jangan semuanya kau pikir aku ini orang kaya."
"Jual tubuhmu dan dapatkan banyak uang."
__ADS_1
"Kau malah membuatku seperti itu, pokoknya mari beli sesuatu yang murah."
"Baik desu."
Keduanya berjalan menembus jalanan utama kota.
***
Di luar kota Oracle aku berjalan saat anggota partyku yang sebelumnya telah menunggu di gerbangnya. Kami memiliki masing-masing urusan karena itu kami berkumpul sore hari meskipun kami berada dalam satu rumah.
Liz Calista meregangkan tangannya dan sedikit berjinjit menantapku, ia mengenakan gaun terbuka jadi bukan hal sulit untuk melihat bagian tertentu darinya.
"Aksa sudah datang."
"Tak masalah, daripada itu kami lebih senang bahwa kita kembali berpetualang.. akan aku perlihatkan bahwa aku sudah berlatih keras selama ini."
"Energi mana kalian lebih kuat."
Giliran Naula yang membuka mulutnya dengan ekpresi sedih.
__ADS_1
"Yah, aku sudah menyelesaikan semua pelatihan meski begitu apa tidak ada hadiah untuk kami."
"Di pelabuhan Belfast aku akan membelikan apapun yang kalian minta."
"Bagaimana kalau melakukan apapun yang kami minta," potong Liz namun aku jelas akan menolaknya dan sebagai gantinya aku beralih ke arah Malifana.
"Bagaimana dengan Malifana, apa kau punya sesuatu yang ingin kau makan nanti?"
"Itu. Kudengar ada kue buah yang sangat digemari di sana aku ingin mencobanya."
Naula bereaksi karena itu.
"Ah, aku juga dengar itu... aku juga memakannya."
"Kalian berdua? Ini waktunya menggoda Aksa tolong jangan teralihkan ke arah kue, tapi kurasa aku juga ingin mencobanya."
Aku sudah terbiasa dengan mereka, Liz Calista, Naula Runer dan juga Malifana Ernolia kami semua segera muncul di tengah kota dengan sihir teleportasi milikku.
Kota yang kami kenal jelas telah semakin besar dengan berbagai orang di dalamnya, ada beberapa kereta yang berlalu lalang menelusuri jalanan utama, dari sana ada juga beberapa pedagang yang tak henti-hentinya menawarkan barang dagangan mereka jika harus dikatakan kota ini lebih hidup dari yang kami perkirakan.
__ADS_1
Sekarang kami akan pergi ke mansion di mana Ruri tinggal, sebelumnya banyak insiden yang terjadi padanya dan berkat semuanya hal merepotkan bisa diselesaikan dan sekarang dia adalah bangsawan yang mengelola tempat ini.
Aku bisa saja berpindah langsung ke halaman rumahnya namun aku lebih ingin melihat dulu situasi kotanya.