
Aku menarik kerah baju Chunhua dan Yu'er saat keduanya terancam diinjak, mereka langsung terbangun dan berteriak kaget.
"Apa itu?"
"Bukannya itu uang kita."
"Lupakan soal uang, makhluk itu akan membunuh kita jika kalian tidak ingin lari."
Aku melepaskan tanganku dari mereka untuk bisa menghindari sebuah pukulan yang menyasar ke arah kami. Chunhua membalas dengan racun dan itu jelas sia-sia.
"Dia bukan makhluk hidup?" ucapnya.
Kelemahan dari racun tidak bisa membunuh benda mati, aku menjelaskan.
"Harta warisan keempat sesungguhnya ada di dalam tumpukan uang itu, jika kita bisa mengambilnya maka itu sangat menguntungkan dalam pertarungan yang akan datang."
"Meski Onii-chan bilang begitu, akan sulit mengambilnya."
Yang dikatakan Yu'er memanglah benar, jika aku sembarangan menyerangnya bola itu juga akan hancur mari buat golem ini tidak bisa bergerak.
Sebuah skema serangan tiga arah kami lakukan.
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Hell of the Abyss."
Api menyambar salah satu kakinya, itu tidak hancur namun uang yang dijadikan bagian tubuhnya meleleh.
"Aksa kuharap kau tidak membuat uang kita tak bisa digunakan lagi."
"Jika uang aku bisa membuatnya sebanyak mungkin jadi jangan ragu."
__ADS_1
Aku mengirim serangan es pada emas yang mencair tersebut agar membeku.
Kukeluarkan granat lalu melemparkannya ke arah kakinya dan itu meledak dengan baik membuat golem kehilangan keseimbangan.
Yu'er bersiap dengan kipas raksasa kemudian dia membuat golem itu jatuh lebih cepat dari seharusnya, aku membekukan kedua tangannya dan di sana Chunhua melapisi tangannya dengan racun kemudian menembuskan tangannya untuk meraih batu hijau tersebut, dengan hanya sekali tarikan dia mampu melakukannya.
Kumpulan harta itu mulai roboh menjadi tumpukan barang seperti biasanya.
"Hanya batu kecil ini bisa membuat makhluk besar."
"Simpan itu, saat melawan pasukan raja iblis itu setara dengan memiliki ribuan pasukan."
"Baik."
"Onii-chan, aku lapar."
"Tunggu sampai kita kembali."
Di pinggir sungai yang mengalir jernih aku duduk selagi memanggang daging buruan kami, Yu'er dan Chunhua sedang mandi di tengah sungai selagi mencipratkan air ke arahku.
"Hentikan, kalian membuat dagingnya basah."
"Onii-chan ini kasar sekali, kami telanjang tapi Onii-chan tidak peduli, aku kecewa."
"Aku merasa Aksa mungkin tidak normal."
"Aku akan menembak kalian dengan peluru karet jika terus mencoba mengatakan hal aneh-aneh."
Bukannya aku tidak tertarik dengan tubuh telanjang wanita hanya saja aku bukanlah orang yang akan memangsa mereka seperti hewan karnivora berdarah dingin, semuanya harus berdasarkan cinta.
Yu'er yang mengetahuinya tertawa kecil.
__ADS_1
"Onii-chan terlalu filosofis."
"Apa maksudnya?" tanya Chunhua yang tak pernah mendapatkan jawaban apapun.
Ketika keduanya telah selesai aku membagikan bagian mereka.
"Bagianku sangat sedikit Onii-chan, ini tidak cukup."
"Kau bisa mengambilnya sendiri, habiskan dulu yang ada di tanganmu."
"Baik."
"Nah Aksa, aku perlu beberapa boneka untuk mencoba warisan ketiga, bisakah kau membuatnya beberapa untukku."
Warisan ketiga adalah buku tentang mengendalikan boneka, jika boneka disatukan dengan racun Chunhua, itu jelas sangat efektif.
"Aku bisa, kau ingin boneka pembunuh seperti apa."
"Boneka pembunuh sepertinya terdengar menyeramkan... buat yang sedikit imut atau cantik."
"Baiklah."
Jadi setelah makan aku menciptakan peti mati dan di dalam sana ada boneka wanita dengan rambut hitam panjang menutupi wajahnya serta dress putih yang menjulur sampai mata kaki.
"Menyeramkan sekali, aku tidak mau."
Karena permintaan Chunhua akhirnya semua boneka berakhir dengan boneka beruang imut. Mereka tidak terbuat dari kain dan kapas yang membuatnya empuk jika dipeluk, semuanya terbuat dari kayu.
Aku membuat sepuluh dengan bentuk berbeda, boneka beruang bajak laut, boneka beruang koki, boneka beruang militer dengan satu mata dan lain-lain.
"Ini imut, sekarang aku bersemangat."
__ADS_1