
Satu tahun berlalu semenjak kami datang ke dunia roh, aku membasuh wajahku dengan air dingin sebelum mengeringkannya dengan handuk.
Aku mengalihkan pandangan ke sampingku di mana pakaian Lesoria beserta pedang emas miliknya tergeletak begitu saja.
Ia sedang mencoba bermeditasi di bawah air terjun, karena penasaran aku memegang pedangnya dan itu memunculkan percikan petir saat menyentuh kulitku.
"Pedang ini?"
Nona Heliet muncul selagi mengemil.
"Kau tidak bisa menyentuhnya sembarangan, saat aku mengambilnya di akademi aku juga langsung tersambar."
"Apa guru baik-baik saja?"
"Aku sehat-sehat saja."
Dia duduk dipinggir sungai dan aku pun melakukan hal sama.
"Mau?"
"Tidak usah," aku segera menolaknya dengan cepat sementara Nona Heliet mengatakan sesuatu yang sulit dipercaya.
"Meski aku terlihat baik-baik saja, sebenarnya aku juga terkena sihir kutukan."
"Guru pasti bercanda?"
"Aku tidak bohong, aku mungkin tidak akan hidup sampai 900 tahun lebih."
Aku sempat menanyakan alasannya sayangnya guruku tidak ingin mengatakannya lalu beralih dengan pertanyaan lain.
__ADS_1
"Setelah ini apa yang akan Jeanne lakukan?"
"Yang jelas aku ingin menyelesaikan pembelajaranku di akademi lalu pergi ke benua timur untuk menyelesaikan tugas ibuku."
Nona Heliet hanya membalasku dengan senyuman biasanya.
"Sejujurnya setelah ini kalian sudah dinyatakan lulus."
Aku jelas terkejut, bagaimanapun walau kami berlatih selama 10 tahun di sini, itu hanya akan menjadi satu tahun di Dunia manusia.
"Apa guru serius?"
" Tentu saja, apa gurumu terlihat seperti orang yang suka berbohong?"
"Sebenarnya terlihat jelas."
"Gadis polos sepertiku, mana mungkin melakukannya."
"Aku senang bisa mengajari kalian, kurasa sudah waktunya aku maupun Vivia istirahat dari kerajaan."
"Nona Vivia juga akan keluar?"
"Tidak, ia sepertinya ingin mengambil tugas lain yang lebih santai."
Aku mengangguk mengerti sebelum Lesoria muncul terbawa arus sungai.
"Kau tidak mandi Jeanne?"
"Aku akan melakukannya setelah kau selesai," kataku lemas.
__ADS_1
Hari berganti hari dan bulan berganti bulan hingga akhirnya tanpa terasa kami telah 10 tahun berada di dunia roh, walau waktu yang kami habiskan begitu lama di dunia kami, kami hanya menghabiskan waktu selama setahun.
Aku mengikat kontrak dengan roh agung air, sementara Lesoria mengambil kontrak dengan roh api, kendati demikian kami masih bisa menggunakan sihir lainnya berkat Nona Heliet.
Melalui sihirnya kami kembali ke akademi kerajaan Elysium.
"Sekarang aku tidak memiliki hal untuk kuajari lagi, selamat.... kalian berdua lulus."
Bahkan aku dan Lesoria tidak mendapatkan ujian seperti kebanyakan orang jalani.
Aku mengutarakan protesku.
"Tapi guru, aku merasa masih belum cukup berlatih denganmu."
"Sejujurnya aku juga, masih merasa lemah."
"Apa kalian berdua belum yakin dengan kekuatan kalian?"
Aku dan Lesoria mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu bagaimana kalau kalian berdua mengikuti lomba pertarungan di akademi, akan ada Vermilion Lydia dan Serena Esfa yang akan menilainya."
Vermilion Lydia adalah komandan kesatria di bawah kerajaan, sedangkan Serena Esfa adalah komandan dari kesatria suci yang disebut sebagai Oracle yang berarti tangan kanan dari Dewi.
"Walau kalian masih muda aku yakin dengan kekuatan kalian, malah aku akan merekomendasikan kalian berdua masuk ke unit kesatria yang kalian inginkan."
"Aku ingin masuk ke dalam Kesatria Suci."
"Aku juga."
__ADS_1
Nona Heliet tersenyum kecil lalu meletakkan bros kelulusan di dada kami berdua.
"Aku akan tetap berada di sini sampai pertarungan kalian selesai."