Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 101 : Desa Di Antara Pegunungan


__ADS_3

Keesokan harinya kami tiba di sebuah desa kecil yang berada di wilayah sisi dari wilayah goblin. Berkat Jeanne seluruh penduduk telah dievakuasi ke tempat lebih aman dan sekarang kami akan menghabisi seluruh goblin yang ada di sini.


Bersembunyi di balik sebuah pohon kulihat ada sekitar 10 goblin biasa yang betugas sebagai penjaga, dan beberapa lagi sedang berkumpul jauh di belakang selagi bermain kartu, di antara mereka ada goblin yang jauh lebih besar memakai armor serta pedang besar diletakkan di sampingnya. Dia memiliki aura yang berbeda dari goblin di sekitarnya meski begitu dia bukan target kami sesungguhnya.


Aku berlutut selagi menyiagakan senapanku, dengan sekali tarikan, peluru panas di tembakan dari moncong senjata, membunuh goblin dengan sekali tembakan di kepala.


Goblin yang kebingungan saling berkerumun untuk mencari keberadaanku, di saat yang sama Jeanne dan Lesoria telah menyelinap di belakang mereka, satu goblin yang berdiri di atas beranda rumah di jatuhkan ke tanah membuat perhatian kembali teralihkan dan di saat sama pula pedang Lesoria membunuh semuanya.


Aku juga terus menembak goblin yang terlihat sebelum mereka bereaksi.


Hobgoblin yang marah mulai bangkit dari tempat duduknya lalu menargetkan Lesoria sebagai musuhnya. Tentu aku secara bergantian membunuh para goblin biasa di sekitarnya dengan mudah, tanpa kusadari seekor goblin muncul dari belakangku, saat dia hendak mengayunkan pedangnya padaku Sirius jatuh dari atas hingga menginjaknya sampai mati.


"Master?"


"Aku baik-baik saja, terima kasih.


Aku mulai mengisi peluru ke dalam senjataku dan sesekali mengawasi kedua orang yang berada di depan, Lesoria melompat ke samping saat pedang besar di ayunkan ke arah dimana dia berada.

__ADS_1


Jeanne yang berada di atas rumah mulai melompat untuk mengirim pedangnya juga, goblin yang menyadarinya menahan baik serangan itu lalu melempar tubuh Jeanne menghancurkan dinding rumah di sampingnya.


"Jeanne, monster sialan."


Walau Lesoria mengatakan hal kasar kesan yang dikeluarkannya malah terlihat imut.


"Kita tidak akan membantu mereka?"


"Aku hanya bertugas untuk mengawasi dari jarak jauh apabila ada pasukan goblin yang tiba-tiba muncul, sebelum mereka menjadi merepotkan, aku akan mengalahkan mereka dengan senjataku."


"Padahal aku ini Dewi mesin, tapi Master malah tergantung dengan benda itu."


"Kalau sudah waktunya aku akan mengandalkanmu, tapi mulai sekarang identitasmu adalah Astral Blade" balasku mengelus rambut Sirius.


"Aku tahu."


Tingkahnya sangat imut walaupun ekpresinya memang datar.

__ADS_1


Lesoria mengayunkan pedangnya secara diagonal membuat Hobgoblin menjadi kesulitan, ketika dia mulai terpojok Jeanne telah bangkit untuk menusuk tubuhnya dari belakang hingga dia tumbang.


Keduanya mengalihkan pandangan ke arahku selagi melambaikan tangan mereka, dengan ini kami telah selesai mengambil alih desa ini.


Aku segera mengumpulkan seluruh tubuh goblin yang barusan kami kalahkan lalu menumpuknya menggunung, semuanya berjumlah 55 goblin termasuk pemimpin mereka, tanpa perlu mengambil keuntungan dari ini kugunakan sihir api untuk membakar mayat mereka.


Di tengah desa ini ada sebuah sumur tradisional, di atas sumur itu ada sebuah kayu yang ditempatkan memanjang dan saat kami memutar pegangan di sampingnya maka air terangkat ke atas dengan bantuan tali dan ember kayu.


Semua hal di dunia ini memang mirip dengan abad pertengahan yang kukenal.


Lesoria dan Jeanne meminum air dari sana begitu juga aku dan Sirius.


"Benar-benar segar, desa seindah ini sayang sekali ditinggalkan begitu saja," aku setuju dengan apa yang dikatakan Lesoria, aku bisa membayangkan jika aku bangun di pagi hari lalu melihat ke jendela hanya ada pemandangan pegunungan yang mempesona ini yang terlihat dari sana.


Jeanne mengeluarkan peta wilayah lalu membentangkannya ke lantai batu, ia sudah menandai wilayah pemburuan kami hingga seluruh wilayah goblin biasa telah dibersihkan seutuhnya.


"Bersiaplah, selanjutnya kita akan memasuki wilayah Hobgoblin," atas pernyataannya kami mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2