Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 341 : Ledakan Bunuh Diri


__ADS_3

Aku mengirim tanganku untuk menembakkan Hell of the Abyss untuk ke dua kalinya dan Remis sekarang menggunakan peningkatan kekuatannya hingga serangan itu meledak di tengah.


Percuma, ini terlalu memakan waktu... aku sekarang khawatir dengan keadaan Chunhua dan yang lainnya.


Flan telah muncul di atasku dengan jarumnya, dia hendak menusukku namun aku lebih dulu menendang wajahnya hingga dia terlempar menembus beberapa rumah dalam sebuah ledakan, Remis mengambil celah dari seranganku dan memukul perutku hingga aku terlempar sebagai balasan seranganku sebelumnya.


Menyingkirkan puing-puing reruntuhan aku bangkit kembali, Remis tersenyum puas sementara Flan berjalan padanya dengan langkah santai walaupun dari kepalanya darah mengalir deras.


Aku jelas tidak memiliki waktu untuk ini, di sisi lain sebuah ledakan mulai terdengar dari luar kota, bukan hal aneh jika itu berasal dari Yu'er.


Aku menciptakan pedang di tanganku lalu menancapkannya di tanah hingga lingkaran sihir tercipta di sana, dari sana seorang roh wanita memelukku dari belakang.


Dia mendekatkan pipinya dengan pipiku selagi tersenyum senang.


"Roh kegelapan," Remis jelas mengetahui apa yang kulakukan hingga dia segera menerjang ke depanku.


"Tak akan kubiarkan."


"Knight Mode."


Tepat saat Remis mendekatiku seluruh tubuhku telah terselimuti baju besi, kuayunkan pendangku dan dengan sebuah hantaman dia melesat ke samping sebelum aku mengincar Flan untuk serangan berikutnya.


Banyak orang yang mati oleh mereka maka tidak ada hal yang membuat aku harus mengampuni keduanya.

__ADS_1


Flan menciptakan deretan jarum di langit, dia menembakannya padaku layaknya sebuah hujan, tak ada yang bisa menghancurkan baju besiku hingga aku pun dengan mudah menusukkan pedang padanya.


"Kau benar-benar monster."


Flan memegangi ujung pedangku dengan erat, bersamaan itu Remis mencengkeramku dari belakang--Hampir lebih cocok disebut mengunci pergerakanku.


"Jika kami tidak bisa mengalahkanmu maka kami hanya harus membawamu pergi bersama kami," tepat saat Remis menyelesaikan kalimatnya ledakan menggema ke seluruh udara menciptakan bola raksasa terbuat dari cahaya yang melenyapkan apapun yang dilewatinya.


Setelahnya hanya ada kawah raksasa sejauh mata memandang, aku muncul dari dalam tanah selagi menghilangkan debu di badanku.


"Mereka benar-benar nekat."


Baju besi yang kukenakan kembali menjadi roh lalu menghilang setelah melambaikan tangannya.


Boneka itu tahan api meski demikian tetap akan hancur jika seseorang memukulnya dengan kuat, ada Xie Lien di sana yang sedang merawat luka Hao Lian yang terbaring di pangkuannya.


Melihatku air mata pecah dari wajahnya.


"Aksa."


"Aku sudah tiba."


Aku mengeluarkan botol potion yang mana kuberikan padanya.

__ADS_1


"Minumankan padanya."


"Terima kasih dan ini."


Aku menerima syal miliku kembali darinya lalu melilitkannya di leherku.


"Ketika dia sadar menjauhlah dari sini."


"Aku mengerti."


"Chunhua."


"Baik."


Dua boneka memegangi pergelangan tanganku lalu melesatkannya ke arah Beelzebub yang tetap diam tak bergeming. Ada semacam pelindung tak terlihat yang menahan ayunan pedangku meski demikian itu hanya sesaat sebelum hancur.


"Apa?" Beelzebub mundur ke belakang saat menyadari dirinya telah terpojokkan, tidak seperti sebelumnya yang berpenampilan layaknya kaisar, Beelzebub memiliki tubuh tinggi dengan mantel kebesarannya serta dua tanduk melengkung di atas kepalanya.


Chunhua berdiri di dekatku dengan dua boneka beruang yang tersisa untuknya.


"Aku merasakan energi dewi darimu, kau pasti utusannya."


Dia bisa merasakannya, tapi sudah sepantasnya raja iblis memiliki kekuatan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2