Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 142 : Pertarungan Awal


__ADS_3

Untuk seorang yang mengabdikan dirinya pada seseorang, wanita di depanku jelas terlalu bebas, aku melangkah maju begitu juga Anastasia.


Dia menyibak kimononya ke daerah terlarang selagi mengirimkan ayunan dari pedagangnya. Seperti apa yang dikatakannya dia sama sekali tidak memakai apapun dari belakang kimononya.


Trang... Trang... Trang... Srang.


Di saat pertarungan terjadi aku terus bertanya ke arahnya.


"Apa tujuanmu sebenarnya?"


"Mengambil alih kota ini."


"Aku merasa tujuanmu lebih dari itu."


"Mana mungkin, aku hanya seorang yang mengabdikan diri kepada kerajaan Cygnus."


"Bagaimana jika kau mengabdikan dirimu padaku, jika uang yang kau inginkan.. Aku bisa memberimu banyak."


"Terima kasih, tapi aku hanya mengabdikan diriku pada orang yang kuat."


Aku menebas dan Anastasia menahannya membuat percikan kembang api ke udara. Aku kembali mengayunkan pedangku secara diagonal dan ketika mengenai tubuhnya dia berubah menjadi kelompok-kelompok bunga lalu muncul kembali selagi memegangi tanganku.


"Jika kekuatanmu hanya segini, kau tidak mungkin mengalahkan raja Cygnus loh."


"Ugh."


Brak.


Dia memukul perutku hingga terlempar menabrak bangunan di belakangku.


"Masih ada dua hari sampai penyerangan kota ini dilakukan, bukannya lebih baik kau menunggu sampai hari itu, daripada mati sekarang."

__ADS_1


"Tidak, lebih bagus jika aku bisa mengurangi kekuatan musuh dari sekarang."


"Muuu.. Kau ini keras kepala."


Ketika Anastasia hendak maju ketiga wanita yang kukenal muncul.


"Kalian lagi, kenapa kalian suka muncul tiba-tiba?"


"Kami sedang meniru sosok pahlawan," jawab Sirius disusul Naula.


"Sepertinya dia lawan yang kuat."


"Tuan Aksa."


Pahlawan memang selalu datang terlambat tapi tidak termasuk Liz yang datang hanya untuk memelukku.


Anastasia menyeringai senang dan kulihat matanya berubah berwarna merah serta dua tanduk muncul di keningnya.


"Tanduk, apa-apaan kau ini?" tanya Naula.


"Aku berasal dari ras Berserk, setiap ras kami memiliki tanduk seperti ini.. Sekarang majulah, aku akan mengahadapi kalian sekaligus," atas provokasi tersebut kami berempat menyerang maju.


Aku melompat ke atasnya selagi mengayunkan pedangku yang ditahan baik olehnya, di saat yang sama Naula dan Liz akan menyerang dari belakangku.


Ketika aku terdorong ke belakang, Anastasia mengirim tendangan menghantam perut Naula, kemudian memukul wajah Liz hingga keduanya terbang.


"Sirius."


"Baik master."


Menanggapi panggilanku dia berubah jadi pedang lalu terbang ke tanganku, dengan sekali ayunan aku mengirim tebasan angin pada Anastasia.

__ADS_1


Dia mengayunkan pedangnya dari samping menghantam bilah angin tersebut untuk memantulkannya ke samping, dia menghilang dan muncul di dekatku.


Di saat yang sama kulihat pedangnya sudah tersarung kembali.


"Spiral Blade."


Kelopak bunga sakura mengelilingiku membentuk sebuah pusaran yang membawaku terbang ke atas, tak hanya itu bunga sakura ini menyayat seluruh tubuhku hingga menyemburkan darah ke segala arah.


Bertepatan saat aku jatuh, Anastasia kembali dalam posisi menebas.


"Sudah berakhir."


Aku mengubah mataku menjadi berwarna emas dan dalam sekejap waktu telah berhenti selama 5 detik sementara aku menghantam permukaan tanah.


Saat waktu kembali wajah Anastasia kebingungan.


"Apa yang barusan itu?"


Aku memukul tepat di perutnya, membuatnya muntah darah sebelum tumbang tak sadarkan diri ke pelukanku.


Naula dan Liz yang sudah bangkit mendekat ke arahku sementara aku mendorong tubuh wanita ini pada keduanya.


"Kita akan jadikan dia sandera, bawa dia dan ikat."


"Laksanakan tuan Aksa."


"Tapi kau baik-baik saja, lukamu terlihat parah."


"Tak masalah."


Sirius kembali ke wujudnya sedia kala, lalu bersama-sama kami kembali ke penginapan.

__ADS_1


__ADS_2