
Sang naga putih Cardina mengepakkan sayapnya untuk mengusir keberadaan Ayumi, berbeda dari bayangannya Ayumi tetap diam tanpa memperdulikan rambut hitamnya yang berkibar.
Selagi mengembangkan senyuman Ayumi berkata.
"Aliran pedang pembunuh iblis, Tebasan Pertama."
Kedua sayapnya terpotong dalam sekejap mata, Cardina yang terlambat menyadarinya tampak shock dengan mulut menganga.
"Loh?"
Sebelum dia bereaksi kini tubuhnya yang terpotong-potong menjadi beberapa bagian, saat Ayumi hendak berjalan pergi tubuh yang terpotong-potong itu kembali menyatu dan kembali sedia kala.
"Naga kehancuran memiliki regenerasi yang sangat cepat, menarik."
Cardina yang marah mengirim cakar tangannya untuk mencabik tubuh ramping Ayumi, seperti sebelumnya tangannya langsung terpotong.
"Aaaaaaaa... sakit sekali, sebenarnya kau siapa?"
SRAK.
Kepala Cardina jatuh begitu saja ke tanah saat bilah pedang itu menebasnya dalam kecepatan tinggi, bahkan jika seseorang bisa melihat tebasan itu tubuh mereka tidak akan bisa bereaksi dengan cepat.
"Aku tidak peduli berapa kali aku akan membunuhmu, yang jelas ini cukup menyenangkan."
Cardina membuka mulutnya lalu menembakan api dari sana, dengan sekali tebasan, api tersebut terbelah dua lalu meledak di samping Ayumi, bagi Cardina yang hidup sebagai naga kehancuran hal seperti ini jauh dari apa yang dia bayangankan.
Dia mulai menangis hingga meminta pengampunan, biasanya sosok naga adalah makhluk tinggi yang ditakuti kebanyakan manusia tapi jika melihat sekarang posisi itu telah terbalik.
__ADS_1
"Tolong jangan lukai aku, aku menyerah."
"Heh, bukannya kau banyak membunuh orang... aku akan membunuhmu sebanyak kau membunuh manusia selama hidupmu."
"Tidak, tolong jangan sakiti aku," Cardina mati-matian memohon pengampunan, bersamaan itu sosok bola cahaya muncul melayang di dekat Ayumi.
"Nona muda, bukannya kau terlalu kejam? Bagaimana jika kau mengampuninya."
"Tapi aku harus membunuhnya sesuai yang diminta di sini?"
"Quest kah? Yah selama naga ini tidak mengacau lagi kurasa kau masih bisa memiliki hadiahnya."
"Menurutmu begitu."
Cardina merubah bentuknya menjadi manusia lalu berlutut di depan Ayumi.
"Bagaimana aku bisa yakin bahwa dia tidak akan berulah lagi?"
"Mudah saja, jadikan saja budakmu... bukannya cukup membantu juga memiliki kendaraan seekor naga."
"Eh?" walau heran Cardina hanya menatap dengan pandangan memelas.
"Aku bisa menggunakan sihir budak, aku bisa membantumu jika mau," tambah bola roh tersebut.
"Sebagai bayaran?"
"Aku ingin pergi ke Benua Lemuria, bisakah kau membantuku sampai ke sana."
__ADS_1
"Tidak bisa, aku masih memiliki tugas di sini."
"Kau cukup sulit juga, bagaimana jika kau mengizinkanku juga ikut denganmu... saat tugasmu selesai kau bisa membawaku ke sana."
"Kurasa tidak masalah."
"Ngomong-ngomong namaku Meliana, aku seorang penyihir, karena banyak alasan aku malah memiliki tubuh seperti ini, padahal tubuhku sangat bohay loh," atas pernyataan Meliana Ayumi hanya bisa mengerenyitkan alisnya.
Baginya Meliana memiliki kepribadian terbalik dengannya.
"Aku Ayumi, soal segel budaknya."
"Akan kuberitahu caranya."
Cardina hanya bisa pasrah dengan keadaan yang akan menimpanya, setelah membuat lingkaran sihir dia lalu berdiri di pusatnya.
Meneteskan sedikit darah dari ujung jari Ayumi ke lingkaran sihir tersebut tiba-tiba saja rantai tercipta dileher Cardina.
"Semuanya sudah selesai, bagaimana kalau kita lecehkan."
"Aku akan menebasmu bahkan jika kau itu roh."
"Aku cuma bercanda, kau sangat menakutkan Ayumi."
"Apa kalungnya sangat kuat?"
"Jangan khawatir, tidak mungkin ada yang bisa merusaknya secara langsung."
__ADS_1
Ayumi sempat akan mengatakan bahwa dirinya pernah menghancurkan kalung yang sama di guild namun segera ia urungkan.