
Flan melompat ke udara saat sebuah tebasan tipis memotong sedikit rambutnya. Dia menjadikan benang yang dibuatnya sebagai pijakan kakinya hingga itu terlihat seperti dia berdiri di udara.
Atau sejujurnya entah sekeliling Serilia maupun Marika semuanya terbungkus layaknya sebuah jaring laba-laba.
Serilia mengayunkan pedangnya namun itu tidak mencapai apapun begitu juga Marika yang harus pasrah dengan pergelangan tangannya yang terjerat benang.
"Apa kau punya ide yang bagus Marika?"
"Tidak ada, paling tidak dari kita harus bisa menggunakan sihir api untuk membakar benangnya."
Flan yang diam-diam mendengarnya tertawa.
"Percuma saja, ini dibuat dari senjataku hampir mustahil bisa membakarnya atau merusaknya begitu saja... untuk pertama aku akan membunuhmu dulu."
"Tunggu Flan, kita bisa berdamai untuk ini... bukannya kau ingin kembali ke duniamu."
"Kembali? Jangan konyol, apa kau tahu hidup di penjara itu seperti apa...hidup di dunia ini lebih menyenangkan, aku bisa menjahit apapun yang kusuka bahkan manusia."
Sebuah jarum bermunculan di udara yang mana langsung menembus ke tubuh Serilia dari segala arah, sebagai slime itu sama sekali tidak menyakitkan sedikit pun meski begitu Marika masih merasa panik akan pemandangan tersebut.
"Tidak, Serilia... aku baru saja mengenalmu dan sekarang kau sudah mati."
"Yah, aku belum mati."
__ADS_1
Tubuh Serilia melebur menjadi jelly kemudian menyatu kembali menjadi slime kuning sebelum mengambil bentuk manusianya sedia kala.
"Maaf saja serangan fisik tidak berpengaruh padaku."
"Dasar monster."
"Bukannya kaulah yang monster di sini, membunuh demi kepuasan saja kau tidak lebih dari makhluk seperti itu."
"Menyenangkan saat mereka meminta pengampunan untuk kehidupan mereka yang menyedihkan."
Flan meluncur maju dengan jarum raksasa di tangannya, dia tidak menyerang Serilia melainkan Marika yang hanya diam selagi berusaha meloloskan diri.
Tubuh Serilia bergerak untuk menghalangi.
Ujung jarum menembus leher Serilia mencapai wajah Marika yang tersenyum puas.
"Kena kau," ucap Serilia memegangi tangan Flan.
"Apa yang kalian lakukan?"
"Sebelumnya aku telah mengatakan pada Serilia untuk memancingmu mendekat ke arahku dengan begitu maka kami akan menang."
"Tanganmu telah terikat benangku, itu mustahil."
__ADS_1
"Itu menurutmu..... Yamata no Orochi... bentuk pertama."
Pedang Marika mengeluarkan asap hitam yang menyembur ke udara, asap itu merubah dirinya menjadi kepala ular naga hitam.
"Serilia."
Atas panggilan Marika, Serilia berubah menjadi slime dan tubuhnya mulai merosot jatuh ke tanah, bersamaan itu kepala ular memangsa setengah tubuh Flan lalu mendorongnya ke tanah dan menghantam beberapa rumah dengan ledakan keras.
Asap debu menyembur ke udara bersamaan ledakan yang luar biasa, ular yang diciptakan Marika hancur oleh sebuah jarum yang merobek keluar. Sosok Flan berdiri tanpa terluka sedikit pun dan dia menyeringai senang ke arah Serilia maupun Marika yang telah kembali bergerak.
"Ini baru menarik."
Flan mengarahkan tangannya ke udara untuk menciptakan lingkaran sihir mencakup seluruh kota.
"Flan jangan lakukan itu, kau bisa membunuh semua orang tak bersalah," teriak Marika namun pernyataan itu tidak mencapainya, dari lingkaran sihir itu ribuan jarum berjatuhan menancap siapa pun di bawahnya tanpa ampun.
Darah menggenang ke jalanan bersamaan teriakan nyawa dari semua orang yang terenggut. Hanya sedikit orang yang masih hidup termasuk Serilia dan Marika.
Marika berteriak pada Flan yang tertawa.
"Kau sudah keterlaluan Flan, aku akan mengalahkanmu di sini, Serilia."
"Aah, orang seperti ini sangat berbahaya jika dibiarkan hidup."
__ADS_1