
Mereka menyajikan makanan laut sebagai makanan istimewa, aku memesan beberapa udang yang ditaruh ke dalam sup yang berwarna merah pekat.
Ketika aku memakannya sensasi asam manis seketika pecah di dalam mulutku, ini makanan luar biasa. Perpaduan kaldu dan daging udang menciptakan keharmonisan yang membuat siapapun yang memakannya tidak akan mudah berhenti begitu saja.
Di tambah warna merah ini tidak didapat dari penggunaan cabai yang berlebih, semua ini dibuat dari sayuran yang dihidangkan ke dalamnya.
Tidak, aku tidak datang untuk wisata kuliner.
Meski aku meyakinkan diriku seperti itu, aku telah memesan makanan lainnya untuk dinikmati.
"Fufu Aksa sangat menyukainya."
"Onii-chan terlalu banyak makan, sudah waktunya berhenti."
Berada di antara dua wanita cantik ini sama sekali tidak membuat perbedaan, yang kurasakan sekarang hanyalah tatapan gelap dari pengunjung lainnya.
Yu'er memesan beberapa kerang yang ditusuk menjadi sate sementara Chunhua memesan sup rumput laut yang lebih sederhana dari yang kami miliki.
"Apa kau sedang sakit? Kupikir rumput laut tidak akan seenak seperti itu."
Buakhhh.
Air sup menyembur ke wajahku.
"Awawa... maafkan aku Aksa, akan kubersihkan wajahmu... itu, aku tidak menemukan lapnya akan kugunakan braku."
"Tolong hentikan itu."
Aku memunculkan sapu tangan di tanganku dan melakukannya sendiri.
"Jadi kenapa kau begitu terkejut?"
__ADS_1
Chunhua diam sejenak sebelum membalasku.
"Apa kau merasa bahwa aku sedikit gendutan?"
"Ah, masalah wanita kah.. Onii-chan sepertinya tidak terlalu peduli."
"Aku pergi."
"Heh," teriak Chunhua lalu melanjutkan.
"Bukan waktunya membuat candaan di saat seperti ini."
Aku kembali duduk.
Aku ingat guruku juga berbicara soal berat badannya, kurasa bagi hal kecil untuk pria merupakan sesuatu yang besar bagi wanita.
"Yah, kurasa jika nona Chunhua sedikit gendutan masih akan ada pria yang menyukaimu juga."
Apa aku salah bicara?
Lebih baik aku mencoba mengalihkan pembicaraan ke arah yang lainnya.
"Ngomong-ngomong soal turnamen kekaisaran, apa terjadi sesuatu hingga acara itu kini dipercepat?"
"Kau menyadarinya juga."
Jelas saja, selembaran poster tentangnya tampak ditempel di manapun orang berada.
"Kupikir ini akibat dari serangan raja iblis, aku yakin sebenarnya kaisar sedang berencana membuat pasukan khusus dengan mengambil orang-orang yang ikut kompetisi."
Jadi begitu, itu masuk akal.
__ADS_1
Jika raja iblis bisa diselesaikan di wilayah ini maka wilayah lain tidak akan terancam olehnya, kuharap kekaisaran bisa sedikit membuat pekerjaanku lebih mudah.
Tepat saat aku mengatakan itu seorang pria muncul dengan kipas di tangannya.
"Eh, bukannya ini nona Bai Chunhua, putri dari ketua sekte pedang keadilan."
Mendengar hal mengejutkan itu, aku beralih ke arah Yu'er dan ia menjulurkan lidahnya jahil, sebagai dewi dia sudah tahu rupanya.
"Itu siapa kau?"
"Nona selalu bercanda... kita sering bermain bersama saat waktu kecil, apa nona masih ingat bagaimana aku menggendong anda saat kaki Anda terluka."
Aku berkata pada Chunhua.
"Apa kau mengenalnya?"
"Tidak, aku sama sekali tidak tahu siapa orang ini."
"Benar-benar kejam, namaku Ga Dindong dari sekte patok ayam.. apa kau masih belum mengingatnya?"
"Ah, jadi kau... itu, siapa namamu?"
"Ga Dindong, benar-benar ngeselin terutama kedua orang temanmu."
Aku dan Yu'er berjongkok di lantai saling berbisik-bisik.
"Nah Yu'er Patok Ayam bukannya itu terdengar gimana."
"Aku tidak ingin mengatakan soal itu, tapi sebaiknya aku segera ke belakang."
"Hentikan kalian berdua, ada alasan kenapa sekte kami bernama demikian," teriaknya demikian.
__ADS_1
Kurasa kami bisa duduk semeja dengannya saat ini.