Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 120 : Di balik Kebenaran


__ADS_3

Dahulu kala ada 12 Dewa-Dewi jahat yang diciptakan di dunia ini, mereka adalah manusia yang diberikan kekuatan luar biasa untuk merubah dunia menjadi lebih baik, namun sayangnya mereka memilih jalan salah untuk menguasai wilayah demi dirinya sendiri, dari dua belas orang ada satu Dewi yang sangat menginginkan pendamaian dan menentang kesebelasnya hingga pertarungan pun tak bisa dihindarkan, akhirnya kesebelas orang itu mengurung Dewi itu ke dalam sebuah Gerbang Kehampaan lalu menguncinya dalam kegelapan tanpa batas, dan nama Dewi itu adalah Apolis atau yang sekarang kita sebut Sirius.


Di depan masionku tampak Margaret dan Meliana telah berpelukan hampir lebih lima menit lamanya.


Alyssa yang berdiri bersamaku berkata.


"Aku tidak yakin mereka memiliki hubungan sehat."


"Aku juga berpikiran sama," balasku ringan.


"Apa mereka semua akan tinggal di sini selamanya?"


"Tidak, mereka hanya menginap beberapa hari, lalu kembali pergi berpetualang. Ada kemungkinan Margaret juga akan ikut, tapi aku yakin kita akan bertemu mereka lagi nanti."


"Begitu."


Alyssa tersenyum lembut lalu menarik tanganku bersamanya, Alyssa adalah seorang gadis kecil yang memiliki darah Vampir dan aku menemukannya dulu di sebuah desa yang sudah ditinggalkan. Ia hanya menghisap darah golongan O karena itu aku dan Lulu saja yang bisa membantunya saat dia benar-benar kehausan.


Alyssa memintaku untuk duduk sementara dirinya duduk di pangkuanku selagi menghisap darah dari leherku, Ayumi diam-diam menatapku dengan pandangan bermasalah.


"Lolicon."


Aku tidak bisa membantahnya terlebih Noela keluar dari bangunan dan membenarkannya. Noela adalah hantu pemilik masion ini, walau dia hantu dia memilih wajah cantik yang tidak menyeramkan kebanyakan orang bayangkan.

__ADS_1


"Aksa juga kadang tidur dengan semua wanita di masion ini."


Ayumi memegangi kedua bahuku dengan tatapan tajam.


"Sebagai kakakmu, sudah tugasku untuk meluruskan jalanmu ke jalan yang lebih sesat... Kau harus meniduri semua wanita sekaligus."


Beginilah orang bernama Ayumi itu, dia memang keras ke semua orang dan kejam tapi jika untukku dia selalu menyerah dan mendukungku.


"Aku bukan orang seperti itu, mereka saja yang memaksaku, kujamin tidak hal aneh-aneh."


"Sungguh di sayangkan, aku sebenarnya ingin segera memiliki keponakan."


"Aku ini masih muda."


Aku mendesah pelan.


"Aku mengerti."


"Itu bagus, dari awal kau bisa menganggapku ibu, kakak, pacar ataupun istri."


Dia sangat menakutkan kan.


Tak lama kemudian Nicol muncul lalu memberikan surat padaku.

__ADS_1


"Tuan, ini surat dari nona Vermilion.. Apa anda ingin membukanya?"


"Mungkin soal Richard, terima kasih Nicol, aku akan membacanya nanti, tolong bawa semua orang dulu ke dalam."


"Baik, silahkan... Aku akan menyiapkan air hangat dan makanan untuk kita semua."


Aku melirik ke arah Cardina yang berdiri di samping masion, aku mendekatinya dan dia segera mengusap air mata di wajahnya.


"Kau tidak apa-apa?"


"Um... bukannya kau ingin menanyakan sesuatu?"


"Aku ingin tahu kenapa Richard berubah menjadi naga seperti itu."


Cardina tampak diam seolah tak ingin mengatakannya akan tetapi dia membuka mulutnya beberapa saat kemudian.


"Dari awal aku tidak menginginkan Richard menjadi seekor naga, aku hanya menjadikannya seperti anakku sendiri. Aku memang jahat karena menyerang hingga menculiknya namun aku menyayanginya sepenuh hatiku. Saat aku membawa Richard ke dalam wilayah naga, seekor naga menolaknya dan ia mengambil Richard dariku lalu memaksanya meminum darahnya hingga dia menjadi seperti itu."


"Dan siapa naga itu?" aku balik bertanya.


"Naga terkutuk, Fafnir."


Naga yang sama yang telah menghancurkan desa Leonardo yang kutemui di wilayah Goblin King.

__ADS_1


__ADS_2