
Aku bertanya pada si pendayung gondola.
"Apa kota ini dibuat di atas danau?"
"Tentu saja tidak, akan lebih cocok jika menyebutnya bahwa kota ini telah ditenggelamkan oleh Dewi naga Frena, dulu penduduk di sini membuatnya marah hingga dia melakukan ini semua."
Ada dua Dewi naga di dunia ini, Dewi naga Freya menguasai langit dan Dewi naga Frena menguasai daratan, singkatnya mereka berdua saudara kembar.
Kurasa hanya orang yang bodoh yang membuat kedua naga ini marah. Kami melanjutkan tur keliling kami, beberapa kios makanan begitu memikat kami hingga entah berapa kali kami harus berhenti untuk membelinya.
"Semuanya sangat enak master."
"Syukurlah jika kau menyukainya," kataku menepuk kepala Sirius.
Liz dan Naula tampak menatapku kesal.
"Bukannya kau terlalu memanjakan Sirius Aksa."
Sudah banyak orang yang mengatakan itu juga, tapi apa boleh buat Sirius terlihat seperti kucing yang suka dimanja.
"Tolong manjakan aku juga tuan Aksa."
"Mungkinkah kalian juga ingin dielus."
Pada akhirnya aku juga melakukan hal sama pada keduanya, hingga suara tertawa terdengar dari belakangku.
"Sulit juga jadi pria populer."
__ADS_1
Aku hanya bisa tersenyum pahit sebagai balasan, setelah lama berjalan-jalan sudah waktunya mengakhiri perjalanan ini.
Di jalanan utama kota tiga orang muncul menghadang kami.
"Kalian tidak bisa lewat jika tidak membayar," seorang pria dengan senang menunjukkan bilah pisaunya.
Mereka hanya perampok kecil.
Aku mendesah pelan lalu melemparkan satu koin emas setelah mencegah kelompokku yang hendak menghajar mereka.
"Kenapa kau malah memberikan uang pada mereka? Aku seharusnya menghabisi mereka lalu mengambil uang mereka setelahnya."
Dia bahkan lebih buruk dari ketiga orang barusan.
"Sesekali mengalah tidak masalah lagipula kita sudah lelah karena perjalanan, mari cari penginapan."
"Oi."
"Tuan Aksa memang paling dermawan, tidak seperti orang yang pelit itu."
"Kau sedang membicarakanku Liz."
"Entahlah," dengan nada jahil.
Sesampainya di penginapan seorang receptionis menyambut kami, jika melihat ke samping ada sebuah kedai juga yang disiapkan di sini.
"Selamat datang, apa yang bisa aku bantu untuk kalian?"
__ADS_1
"Aku ingin memesan dua kamar, menyewa tempat makan dan pemandian air panas secara pribadi."
"Tentu saja, hanya saja kalian bisa menunggu sampai pelanggan lain selesai."
"Itu tidak masalah."
Aku memberikan sekitar 10 koin emas untuk menginap selama seminggu di sini.
"Terima kasih, setelah selesai aku akan memanggil kalian nanti."
"Aah."
Kamar kami berada di lantai dua dimana aku akan tidur bersama Sirius sementara dua orang lagi tidur di kamar sebelah, Liz sempat memprotes tapi kami tidak menghiraukannya hingga akhirnya dia menyerah.
Sirius melompat ke atas tempat tidur selagi berguling-guling di sana sementara aku duduk di kursi untuk menulis surat pada guruku dan yang lainnya di kota Antares, jika tidak kulakukan mereka akan khawatir.
Kebanyakan hanya tulisan biasa seperti menjelaskan keadaanku dan seperti apa kota yang kami kunjungi, karena aku berpindah-pindah tempat guruku jelas tidak bisa membalas suratnya.
Besok aku akan mengirimnya lewat pos, untuk sekarang kami hanya akan menikmati hari santai kami di kota ini.
Aku berendam di pinggir kolam air panas sementara ketiga orang yang tidak ingin kusebutkan melompat dengan senang seolah ini berada di kolam renang umum.
"Ini pertama kalinya aku bisa mandi di tempat seperti ini."
"Aku juga."
Sebenarnya kalian tinggal di belahan dunia mana? Sirius berpose kemenangan.
__ADS_1
"Aku dan master sudah sering datang ke tempat seperti ini."
Memang pilihan tepat menyewa hal ini secara pribadi.