
"Semenjak itu, Richard telah berubah menjadi naga," selagi mengatakan itu aku berbaring di ranjang sampai Sirius duduk di perutku.
"Master aku lapar."
"Kau baru saja makan bukan?"
"Apa ada sihir yang bisa membuatku merasa kenyang."
"Tidak ada hal seperti itu, dan juga cepatlah turun dari atasku."
"Baik."
"Master mesum."
"Kau yang mesum," teriakku.
Aku mendesah pelan lalu berkata kepada Sirius yang berbaring di sampingku.
"Kita memiliki waktu istirahat panjang. Bagaimana kalau kita pergi ke lantai 200 Robostos, aku yakin di sana ada sebuah danau yang bisa kita pancing."
"Makan ikan, mari pergi."
"Paling tidak tersenyumlah saat senang dan menangis saat sedih, bisakah kau melakukannya?"
"Itu sangat sulit."
"Sepertinya aku meminta hal sulit darinya," gumamku dalam hati.
"Nah master, apa master sudah tahu kenapa keberadaan dewa-dewi jahat ada di dunia ini?"
__ADS_1
"Aku belum tahu soal itu."
Saat aku menunggu jawaban selanjutnya Sirius sudah tertidur lebih dulu. Orang ini paling pintar untuk membuat seseorang marah.
Aku segera menyelimuti tubuhnya dengan selimut, aku memang penasaran tentang hal yang disebutkan oleh Sirius barusan meski begitu aku tahu bahwa jawaban yang kuinginkan pasti akan membuatku kecewa atau sebagainya, karena itulah aku tidak terlalu terburu-buru dengan hal itu.
Di lantai 200 tempatnya di sebelah barat dari kota, pemandangan danau yang luas menjadi satu-satunya yang bisa dinikmati di sini, kebanyakan orang telah berpindah ke lantai lebih atas jadi tidak banyak orang datang kemari. Awalnya aku mengajak Sirius saja akan tetapi Richard, Natalie, Vivia serta Kazel malah ikut bersama kami.
Mereka bahkan menyiapkan pancingan sendiri.
"Biar kutunjukan teknik memancing luar biasa dari petualang senior Kazel ini... jurus naga mendaki danau, uwaahh."
Dibanding lemparannya aku lebih terkejut dengan nama jurusnya.
"Aku juga, jurus pedang kilat."
Richard juga.
Yang paling bersemangat hanya Sirius yang duduk di pangkuanku selagi memegangi pancingan.
"Aku dapat lagi master."
Aku mengambil ikan tersebut lalu memasukannya ke dalam ember, jumlahnya sudah mencapai lima ekor, tinggal mengolahnya menjadi sup untuk kami makan bersama.
Natalie yang bertugas memasak dan kami hanya membantunya sedikit.
"Sial... kenapa aku tidak bisa menangkap satu saja?"
"Kami dapat banyak ikan jadi jangan khawatir."
__ADS_1
"Hah."
Vivia mencengkeram kerah bajuku, dia memiliki hawa membunuh yang bisa membuat naga ketakutan apalagi hanya ikan mereka pasti sudah melarikan diri sejak awal.
"Makan, makan, master aku bisa makan yang banyak."
Perkataannya tidak mencerminkan ekpresi yang dibuatnya sekarang.
"Tentu saja, tapi usahakan untuk menahan diri."
"Aku selalu menahan diri."
"Heh, Aksa bukannya kau terlalu memanjakan Sirius?" suara itu berasal dari Natalie yang menyodorkan mangkuk sup kepadaku.
"Terima kasih, dia memang sedikit manja."
"Aku tidak begitu."
Aku dan Natalie hanya tertawa kecil.
Semenjak datang ke menara ini kami semua terus bertarung dan bertarung, harusnya kami sering melakukan ini bersama.
"Aku merasa setiap lantai semakin sulit, kalau saja ada sesuatu yang membuat kita bisa ke lantai 1000 dalam sekejap," ucap Kazel ringan.
"Hal itu tidak mungkin kan. Dewi Naga Freya selalu mentaati peraturan yang dibuatnya, beliau tidak akan memberikan kelonggaran pada siapapun," balas Richard lalu aku memotong.
"Aku sempat mencoba menaiki menara ini dari luar dan hasilnya aku dijatuhkan."
"Susah juga."
__ADS_1
Kami bertiga hanya bisa menghela nafas diwaktu bersamaan.