
Di bukit itu kami bersama-sama mengumpulkan lembar dedaunan yang masih hijau ke dalam keranjang lalu menjadikannya satu ke satuan.
Sirius berkata ke arahku.
"Apa ini benar-benar tanaman berharga master?"
"Aah, walau terlihat tak seberapa jika kita buat menjadi obat, paling tidak harganya sampai 3 koin perak."
"Benarkah, mahal juga."
Liz dan Marine sedang mengutip di sisi lain sementara Naula sudah menyelesaikannya dengan cepat.
"Aku ingin beristirahat sebentar."
"Kerja bagus Naula, setelah ini aku akan mentraktirmu makanan yang kau sukai."
"Aku juga tidak akan kalah."
"Benar, aku juga berharap tuan Aksa mencambukku."
Mereka malah jadi saling bersaing, sebelum matahari terbenam kami lebih dulu menyelesaikannya lalu pergi ke bar di dalam guild.
Lulu yang juga ada di sana mengembungkan pipinya.
"Bukannya kalian terlalu menempel pada tuan Aksa?"
"Ini wajar untuk kami semua."
"Wajar?"
Sementara Lulu memelototiku, aku berusaha mengalihkan pandanganku ke samping sampai Kazel muncul.
"Jadi cowok populer memang sulit, ah benar... Aksa, ada seseorang yang menitipkan surat untukku."
"Surat."
__ADS_1
Kupikir itu dari wilayah malaikat akan tetapi ternyata dari Ruri yang tinggal di pelabuhan Belfast. Sepertinya apa yang pernah kuminta padanya telah selesai dilakukannya.
"Terima kasih Kazel, pesanlah makanan sebanyak yang kau inginkan aku yang bayar."
"Kau mendadak baik, kalau begitu ini kesempatan... aku pesan semua makanan di menu."
Kazel telah mengambil kursi duduknya sementara semua orang yang duduk bersamaku memiringkan kepalanya.
"Kenapa kalian menatapku begitu?"
"Jarang sekali melihat tuan Aksa baik terhadap pria."
"Kalian semua memang menganggapku seperti apa?"
Di toko sederhana itu aku membantu guruku dan Alyssa membuat potion sederhana, Nona Heliet mengaduk kuali selagi tertawa.
"Hihihihihi."
Dan saat Alyssa menggantikannya dia juga tertawa 'Hihihihihi' saat giliranku tiba aku sekuat tenaga untuk menahan agar suaraku tak keluar.
"Aksa mana tertawamu, tidak abdol rasanya jika tidak mengeluarkan suara."
Itu perkataan jujur yang berasal dari lubuk hatiku.
Setelah semua ramuan tercampur baik, kami bertiga mengemasnya dalam botol-botol kecil yang nantinya akan dijual di pasaran.
Berbeda dari sebelumnya bisnis guruku telah berkembang lebih baik dari yang kupikirkan, dia minimal mampu menjual obatnya 100 botol perhari itu juga belum termasuk peralatan sihir yang dia buatnya."
Alyssa berkata ke arahku.
"Apa tuan Aksa akan pergi lagi?"
"Paling tidak untuk beberapa hari aku tetap di kota ini."
"Apa tidak bisa menetap saja?"
__ADS_1
Aku menepuk kepala Alyssa.
"Aku masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan, maaf... tapi kuharap Alyssa akan tetap senang tinggal di sini."
"Tentu saja aku senang apalagi saat menjahili Lulu... dadanya sangat besar."
Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil hingga Nona Heliet hanya mendesah pelan.
"Aku juga tidak kalah ukurannya."
"Tolong jangan menunjukannya seperti itu."
"Muridku sangat imut."
Beberapa hari selanjutnya menggunakan sihir teleportasi aku bersama anggota partyku muncul di kota pelabuhan Belfast, ada sebuah Mansion megah yang diperuntukkan bagi bangsawan pemiliknya.
Saat bangsawan itu melihatku datang, dia melompat lalu memelukku.
Ia mengenakan gaun terusan berwarna serupa dengan rambutnya yang berwarna biru, perubahan gadis menjadi seorang wanita dewasa begitu jelas ditunjukannya.
"Ruri?" panggilku dan anggota partyku semuanya tersenyum masam.
"Aku berusaha untuk menunjukkan kedekatan kita berdua."
Marine berkata.
"Hal seperti ini sudah biasa, kami malah lebih dari itu benar kan tuan Aksa?"
"Jangan tanya aku."
"Apa hubungan kalian semua dengan tuan Aksa?"
"Mungkin pelampiasan."
Tamat sudah, aku akan dicap seperti orang mesum atau sebagainya.
__ADS_1
"Syukurlah tuan Aksa, pria memang harus seperti itu."
Aku yang salah dengar atau dunia ini memang yang salah.