
Dari menara Yin Yang aku bersama Yu'er dan Chunhua melanjutkan perjalananku ke tempat warisan keempat yang disebut sebagai kota pemakaman.
Seperti namanya kota itu hanya sebuah kuburan, dahulu kala kota ini kota yang normal seperti kota lainnya namun semenjak terjadi sebuah insiden semua orang dinyatakan mati secara mendadak.
Selain penduduk kota orang yang berasal dari luar tidak akan mati meskipun mereka menginjakkan kaki di sini, kebanyakan dari orang mengatakan bahwa semua ini terjadi karena kutukan seorang gadis.
Dulu gadis itu hidup di sekitar ini, dia dibunuh sebagai pengorbanan untuk kota ini namun bukan hal baik yang mereka dapatkan melainkan sebuah bencana yang menimpa mereka.
Semua mayat dikubur di kota ini dan masing-masing mereka mendapatkan nisannya.
"Itu benar-benar mengerikan terutama untuk gadis itu, dia hanya seorang gelandangan dan mereka membunuhnya dengan membakarnya hidup-hidup sebagai persembahan agar tidak terkena bencana," ucap kesal Chunhua.
Sungguh memilukan mengetahui ini semua, abu dari pembakaran masih terlihat di tempatnya, dengan kata lain saat gadis itu mati mereka semua langsung mati juga.
Di ceritakan orang-orang yang sangat terlibat di dalamnya berteriak kesakitan bahkan demi merendahkan rasa sakitnya mereka membunuh diri mereka sendiri dengan menusuk pisau ke leher mereka atau mengeluarkan organ dalam mereka.
__ADS_1
Aku melirik ke arah Yu'er yang berdiri di tengah-tengah alun-alun kota selagi berdoa, kurasa dia sedang membimbing roh yang tersesat ke jalan selanjutnya.
"Jadi di mana warisan ke empat itu?" tanyaku.
"Tidak ada yang tahu, kaisar hanya mengatakan bahwa warisannya ada di sini, tidak dijelaskan juga warisan seperti apa itu," balas Chunhua.
Awalnya tempat ini dipenuhi orang-orang seperti kami yang menginginkan warisan namun pada akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk pergi.
Konon jika kami tinggal di sini sampai malam maka roh dari gadis itu akan menghantui kami. Sebelum matahari tenggelam kami juga harus pergi.
Ketika aku memikirkannya Yu'er mengangkat tangannya.
Orang ini meminta sesuatu yang sulit.
Aku memang tidak masalah namun jika Chunhua aku tidak yakin padanya.
__ADS_1
"Awawa sampai malam, bagaimana jika gadis itu muncul dan merasukiku atau mencekikku... aku belum menikah dan belum mantap-mantap dengan pria, Aksa lakukan malam ini denganku jadi aku tidak akan menyesal."
"Aku akan menebakmu jika dekat-dekat denganku, terlebih aku tidak akan membiarkanmu mati."
"Iyaah... kata-kata yang romantis."
"Menyingkirlah."
Aku mendorong wajah Chunhua menjauh dan mengangguk ke arah Yu'er. Jika yang dikatakannya benar maka pantas saja tidak ada yang bisa menemukannya.
Orang terlalu takut untuk menunggu malam.
Warisan seperti apa yang berada di tempat ini, selagi menunggu malam aku memutuskan untuk berkeliling ke kota ini.
Kami mulai menyisir setiap rumah, entah barang-barang seperti perabotan, pakaian dan juga makanan masih berada pada tempatnya orang-orang cenderung tidak ingin terkena kutukan juga saat mengambil barang-barang ini.
__ADS_1
Aku duduk di kursi setelah mengambil sebuah buku harian yang berada di atas laci, walau berdebu tampaknya masih bisa dibaca.
Hari x bulan x seorang peramal tiba-tiba saja datang ke kota ini, kami tidak tahu siapa dia namun dia mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti bencana akan menimpa desa ini, awalnya tidak ada yang mempercayainya namun dia meramal banyak untuk memenangkan hati kami sampai akhirnya dia menunjuk seorang gadis yang tidur di jalanan dan mengatakan bahwa dia iblis.