Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 157 : Kedua Gadis Dari Latar Belakang Berbeda


__ADS_3

Di sebuah rumah besar yang dijadikan sebagai panti asuhan, dua orang gadis kecil lebih memilih untuk berada bersama di ayunan pohon sementara yang lainnya bermain bersama.


Gadis yang duduk di ayunan memiliki ekpresi imut di wajahnya saat dia memasukan beberapa cemilan di tangannya ke dalam mulut.


Sedangkan gadis yang lain membungkuk rendah selagi mendorong pantatnya.


"Apolis-sama tolong injak aku.. haa, haa."


"Tidak mau, injak dirimu saja Marine."


"Aku tidak mungkin bisa menginjak diriku sendiri, jika kau menginjakku aku akan memberikan semua jajananku."


"Sepakat."


Gadis bernama Apolis menjulurkan kakinya lalu menginjak tubuh Marine beberapa kali tanpa ragu.


"Ahn... kyaa... haah, ah, ah, nikmat sekali, terima kasih Apolis-sama."


Ibu asuh keduanya yang melihat segera berlari menghampiri mereka.


"Kalian berdua jangan bertengkar, Apolis."


"Dia yang minta sendiri ingin diinjak."


"Benar, aku sendiri yang memintanya. Aaah, aaah."


Wanita pengasuh itu kehilangan kata-katanya sesaat sebelum beralih ke arah Apolis.


"Meski begitu, itu bukan alasan kamu melakukannya."

__ADS_1


"Apa ibu juga ingin kutendang."


Keduanya akhirnya menerima jeweran di telinga dan saling menyalahkan satu sama lain saat berada di meja makan.


"Ini semua salahmu?"


"Salahmu, kalau saja Apolis-sama tidak menendang ibu asuh kita, kita tak perlu dijewer."


"Mungkin kau benar."


Keduanya tertawa bersama.


"Nah Apolis-sama, walau kita tidak bersaudara dan berasal dari tempat berbeda, tapi kita akan mati sebagai saudara karena itu, sampai saat itu mari kita bersama selamanya... Apolis-sama bisa terus menginjakku."


Apolis mengerenyitkan alisnya.


"Heh, kenapa? Bukannya kau bilang aku imut... mungkinkah, Apolis-sama ingin menikahiku dibanding menjadi saudaraku."


"Benarkah? Tapi semua orang di desaku selalu melakukannya, mereka menghinaku karena aku berbeda dengan yang lainnya dan selalu menendangku."


"Apa yang berbeda? Bagiku Marine tetaplah Marine."


Entah Marine atau Apolis keduanya memiliki masa lalu yang buruk, Marine terlahir dengan kutukan karena itu siapa yang dekat dengannya akan tertimpa kesialan bahkan orang tuanya mati karena kebakaran, sedangkan Apolis hidup sebagai budak di usianya yang muda, sudah tidak perlu diceritakan lagi bahwa hidupnya sangat sulit. Setiap pagi dia harus bekerja di pertambangan di usia mudanya.


Dunia ini memang tempat yang tidak layak untuk siapapun, bahkan jika itu untuk gadis kecil seperti mereka.


Semenjak para kesatria menyelamatkan mereka, keduanya mulai tinggal di sini bersama, sebagai saudara.


Ketika Apolis berbaring di tempat tidur. Marine berdiri di sampingnya selagi membawa boneka di tangannya, karena mereka dianggap aneh kebanyakan penghuni lainnya menjauhi keduanya hingga mereka memiliki kamar lebih jauh dari yang lainnya.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Aku ingin tidur di sampingmu Apolis-sama."


"Kau selalu menambahkan 'Sama' di belakang namaku, apa tidak terlalu panjang?"


"Tak apa, itu bentuk dariku yang selalu menganggap Apolis berada di atasku."


"Ampun."


Apolis sedikit bergeser dari tempat duduknya untuk mengizinkan Marine tidur di sebelahnya, Apolis hanya bisa menerimanya saat Marine terus memeluknya dengan erat.


Walau Marine sangat dekat dengan Apolis, kutukannya tidak pernah menimpanya, karena itulah bagi Marine, Apolis adalah segalanya.


"Marine menjauhlah dariku."


"Tidak akan."


"Dasar."


Ketika mereka menginjak umur belasan tahun maka mereka harus meninggalkan panti asuhan, ini sudah menjadi peraturan agar anak kecil yang lain bisa mengisi tempat kosong yang ditinggalkan keduanya.


Walau berat Apolis dan Marine masih termasuk orang beruntung, keduanya tahu tidak sedikit anak seusianya dulu yang terlantar di jalanan dan mati kelaparan.


Bisa tinggal sementara waktu di tempat ini adalah sebuah berkah yang tak ternilai.


Mulai dari sini mereka harus bertahan hidup sendirian di dunia kejam yang hanya mengenal rasa sakit.


"Mari pergi Marine."

__ADS_1


"Baik Apolis-sama."


__ADS_2