
Ketika semua orang berlarian menjauh aku muncul di belakang mereka dengan posisi menyamping selagi mengarahkan tanganku untuk menciptakan lingkaran sihir raksasa.
Orang-orang yang sebelumnya panik kini berhenti untuk memperhatikanku yang mencoba bertarung dengan ratusan monster yang mengejar mereka.
"Beginilah cara penyihir bertarung.... Hell of the Abyss."
Api ditembakan melahap apapun di depannya tapi itu tidak sepenuhnya membunuh semua monster.
"Apa penyihir itu sekuat ini?"
"Tidak, kebanyakan penyihir akan melantunkan mantra... orang ini monster."
Aku mengabaikan perkataan orang-orang di belakangku dan memanggil Mai tanpa mengeluarkan ponselku.
"Mai gunakan setengah MP milikku untuk serangan berikutnya."
"Baik tuan."
Lingkaran sihir yang besar tercipta di depan telapak tanganku, tak hanya satu lingkaran itu berlipat ganda menjadi lima.
"Hell of the Abyss Total Annihilation," bersamaan perkataanku gelombang api yang jauh lebih besar tercipta dan dalam sekejap seluruh monster telah dimusnahkan dan hanya menyisakan kawah berbentuk danau raksasa setelahnya.
Para monster ini dikendalikan oleh satu iblis kuat.
"Luar biasa."
Chunhua dan Yu'er yang mengejarku dari belakang muncul dengan nafas tersenggal-senggal.
"Onii-chan seharusnya membawa kami juga dengan sihir teleportasi."
"Kalian tidak perlu ikut."
"Lalu melewatkan pertarunganmu yang luar biasa... aku jelas harus datang," bantah Chunhua.
__ADS_1
Mereka malah menganggapku sebagai hiburan, tapi biarlah aku mengalihkan pandangan ke arah kawah di mana iblis itu berada, dia mengenakan armor gelap untuk menyelimuti dirinya.
Ada pedang besar di tangannya yang memiliki inti mata di bagian pegangannya.
Karena sepenuhnya mengenakan helm jadi sulit melihat ekspresi apa yang dia tunjukkan namun aku yakin wajah kesal yang berada di sana.
"Sialan... bagaimana bisa ada penyihir di sini."
"Bukannya bagus dengan ini kau mempunyai lawan yang sepadan bagimu."
"JANGAN SOMBONG BOCAH, AKU ADALAH HADES SANG PENGUASA KEMATIAN, TANGAN KANAN PASUKAN RAJA IBLIS TERKUAT."
"Siapa kau aku tidak peduli."
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Hell of the Abyss."
Dia menebasnya secara langsung membuat api terbelah ke sisi lain darinya. Aku sedikit berjalan agar kami bisa saling berhadapan.
"Benar."
Aku sekarang menembakan sihir es yang mana membuat Hades melompat mundur kemudian berlari ke samping sebelum melesat ke arahku.
Dia mengayunkan pedangnya dan aku menghindarinya setipis rambut, pedang yang hanya mengenai udara itu tertahan di tanah saat aku menginjaknya dengan kakiku sebagai pijakan.
Kulesatkan tendangan lokomotif yang menghantam wajahnya membuatnya berguling-guling di permukaan tanah sebelum sejajar menghadap langit.
Dengan lingkaran sihir di kakiku aku bisa menahan ketajaman pedangnya.
Dia bangkit selagi mengerang kesakitan.
"Kau bukan penyihir biasa, bagaimana penyihir memiliki refleks bertarung sehebat itu."
__ADS_1
"Cuma kebetulan," balasku singkat.
"Jangan bilang kau orang yang sama yang berada saat insiden di wilayah naga."
Saat itu aku memang berhadapan dengan salah satu pemimpin pasukan raja iblis juga.
Hades tertawa selagi membentangkan tangannya.
"Jadi begitu, kau juga berniat terlibat dengan peperangan kami di sini... menarik, jika aku mengalahkanmu aku akan dipromosikan lebih jauh dari posisiku sekarang... dari kegelapan neraka tanpa dasar aku memanggilmu, dengarkan panggilanku dan turuti perintahku, Summon Magic.. Fairy Darkness."
Walau terdengar dia akan memanggil sesuatu yang imut pada kenyataannya dia memanggil makhluk mengerikan berbentuk kupu-kupu raksasa dengan sayap api hitam serta rantai yang melilit lehernya.
"Mai bagaimana statusnya?" tanyaku.
"Cukup tinggi, ia memiliki kemampuan menyerap sihir dan menjadikannya sebagai asupan nutrisi untuknya agar semakin tumbuh."
"Bagaimanapun sihir hanya akan memperkuat dirinya," tambah Hades.
Aku mengulurkan tanganku untuk menciptakan dua puluh lingkaran sihir di permukaan tanah.
"Summon Magic, Dark Knight, White Knight, Army Knight dan juga Dragon Knight.
Mereka bermunculan dari lingkaran yang kubuat.
"Serang makhluk itu."
Mereka menyergapnya dalam satu kesempatan dan di saat yang sama mereka juga dimusnahkan.
"Bagaimana? Kekuatanku sangat kuat, bahkan Summon Magic tingkat atas pun tidak bisa menghentikanku... aku.."
Aku berkata ke arah orang-orang yang kulindungi.
"Kenapa iblis ini mengejar kalian?"
__ADS_1
"Soal itu.."
"Dengerin kalau gue ngomong, sialan penyihir ini membuatku kesal," teriaknya demikian.