
Pagi berikutnya di guild petualang ibukota Animalia orang-orang tampak memenuhi tempat ini dengan semangat, aku sudah pergi ke berbagai guild tapi jelas jumlahnya sangat banyak.
Apa ada semacam festival atau sebagainya?
Ketika aku bertanya-tanya seorang elf cantik datang mendekat, dari seragamnya aku bisa memastikan dia salah satu staf guild.
"Halo, apa kalian baru datang kemari?"
"Kami ingin mengambil pekerjaan, kami seorang petualang."
"Begitukah, bisa aku melihat kartu petualang kalian dulu."
Alyssa belum terdaftar menjadi petualang karena itu dia harus mendaftar dulu, tapi bukan itu masalahnya di sini.
Elf cantik yang berbicara padaku memutih.
"Sa-sage.... aku belum pernah melihat seseorang dengan job seperti ini, bahkan statistiknya berada di peringkat S."
Tidak ada yang istimewa dari itu, jadi aku meminta receptionis ini untuk merahasiakannya. Aku hanya mengatakan sedang memerlukan uang karena kami menghabiskan sisa bekal di perjalanan.
Dia mengangguk mantap.
Lalu menjelaskan apa yang terjadi di guild ini.
Ketika satu tahun sekali para petualang akan berkumpul untuk mengikuti event perburuan monster di hutan misterius.
Di katakan bahwa di hutan itu setiap tahunnya memberikan penghasilan lebih pada petualang termasuk Exp. Setiap monster di sana juga menghasilkan batu sihir di dalam tubuhnya yang harganya cukup tinggi.
Alangkah lebih baik jika bisa menjual tubuh monsternya hanya saja yang bisa melakukannya hanya segelintir orang yang anggota partynya memiliki sihir penyimpanan atau sejenisnya.
__ADS_1
Bagi mereka yang bisa melakukannya itu sangat dibutuhkan.
"Apa kami bisa ikut bergabung juga?"
"Tentu saja, kami akan senang jika banyak petualang yang berpartisipasi... hanya saja tahun ini diperkirakan jumlah monsternya sangat banyak dan juga mereka sedikit lebih agresif."
"Meski begitu kurasa para petualang di sini tidak terlihat ingin mundur, bagaimana dengan kalian?"
"Jika Aksa ingin pergi aku juga akan pergi."
"Aku juga... walau tidak bisa menggunakan sihir, aku harap kemampuanku masih bisa diandalkan."
"Aku akan menunjukan semua kemampuanku."
Jadi sudah diputuskan.
Kami ikut.
"Terima kasih."
Di dunia ini ada orang yang mengkhawatikan orang lain adalah sesuatu yang langka.
Ketika kami menunggu keberangkatan di atas kapal, satu kelompok anggota party yang semuanya elf mendekat ke arahku.
Semuanya ada tiga orang.
Kupikir jumlah elf di sini sangat banyak meskipun ada demi human juga yang ikut berpartisipasi.
Salah satu elf rambut pirang dengan pedang dibelakangnya berkata ke arahku.
__ADS_1
"Aku merasakan kekuatan yang kuat darimu, apa mungkin kita bisa berburu bersama."
"Siapa?"
"Ah benar, maafkan aku... Namaku Lisa, dan ini anggota partyku Amanda serta Yuki, salam kenal."
Kami juga memperkenalkan diri.
Aku bisa membedakan ketiganya dari rambutnya.
Amanda berambut merah dan Yuki berambut perak.
"Aku tidak keberatan jika kita berburu bersama, tapi apa kalian tidak keberatan dengan kami."
"Tentu saja tidak, kami party yang memiliki sedikit anggota akan lebih baik jika kita bisa pergi bersama."
Ada beberapa party juga yang melakukan hal sama, kurasa hutan misterius itu lebih berbahaya dari yang kuduga.
Lisa melanjutkan.
"Kita masing-masing harus mengatakan kemampuan kita dan menyerahkan tugas pada pemimpinnya, dengan itu kita bisa menyusun strategi dari masing-masing."
"Kupikir aku akan menyerahkannya pada Lisa, apa kalian tidak keberatan."
"Tidak sama sekali," semua anggotaku mengatakan hal sama.
"Jika begitu, aku tidak masalah."
Lebih baik menyerahkan pada orang yang sebelumnya pernah pergi ke sana.
__ADS_1
Amanda ahli dalam pertarungan jarak dekat terlihat bahwa dia membawa sarung tinju besi, sementara Yuki ahli dalam penggunaan busur dengan itu kami hanya harus menyesuaikan sisanya.
Kapal mulai berlayar dan tujuan kami adalah pulau di tengah laut.