
Itu adalah hari biasanya di kota Antares yang damai ketika burung-burung berterbangan saat seorang anak mengejar mereka bersama kedua orang tuanya. Aku berdiri di depannya selagi memperbaiki syalku saat seorang wanita, bukan... dua wanita muncul dari kejauhan.
Singkatnya mereka berdua yang memintaku datang kemari.
Salah satu wanita memiliki rambut pirang bergaya twintail, mengenakan seragam dengan mantel yang ditanggalkan. Tentu pedang di pinggangnya menjadi salah satu hal yang melekat darinya.
Dia adalah Vermilion Lydia, seorang yang memiliki gelar sebagai komandan kesatria kerajaan. Sementara satu lagi adalah Serena Esfa yang merupakan komandan kesatria suci yang hampir seluruh pakaiannya berwarna putih termasuk rambut panjangnya.
Ia adalah seorang Oracle dari Dewi Nermala.
"Jadi untuk apa aku dipanggil kemari? Kuyakin aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan bergabung dengan kesatria manapun," kataku datar sementara mereka merangkul tanganku lalu mendekapnya di antara dada mereka.
Mereka sedang menggodaku kah?
"Hey Serena... kau sebaiknya pergi dan biarkan aku berduaan dengan Aksa hari ini."
"Tidak tidak, aku juga tidak ingin mengalah."
Aku menghela nafas panjang, jika dilihat dari wajah mereka sejujurnya mereka mungkin berada di akhir 20an.
Dengan kata lain aku sedang digoda tante-tante.
__ADS_1
Vermilion lebih dulu menjelaskan.
"Jangan salah paham Aksa, ini bukan sesuatu yang kami rencanakan untuk membuatmu bergabung dipihak kesatria, hanya saja aku mengambil libur dari hari ini sampai beberapa hari ke depan, kupikir akan lebih menyenangkan jika aku menghabiskan waktu bersama seorang pria, semacam berkencan atau sebagainya... namun diluar dugaan orang di sampingmu itu juga malah meniru rencanaku."
"Maaf saja tapi aku sudah memikirkan rencana ini sejak awal, lagipula seseorang yang meniru itu adalah dirimu."
Rasanya entah kenapa aku terlibat dengan hal semacam ini.
"Kalian berdua pasti kurang populer bukan."
"Ugh."
Entah Vermilion atau Serena keduanya jatuh dengan lutut dan tangan berada di tanah. Aku tidak ingin mereka mengatakan seperti cepat nikahi aku atau bertanggung jawablah karena aku mengandung anakmu.
Sebelum aku bisa melangkahkan kakiku mereka memegangi kakiku dalam waktu bersamaan.
Orang-orang mulai melirik ke arahku dengan berbagai perasaan, tidak aneh bahwa aku terlihat seperti seorang yang mencampakkan dua wanita cantik yang telah melewati masa keemasannya.
"Ah lihat, mungkin pria itu meniduri keduanya dan lari dari tanggung jawab."
"Bukannya itu nona Serena dan nona Vermilion, pria itu pasti melakukan hal buruk pada keduanya."
__ADS_1
"Kupikir begitu."
Aku berkata setelah menghela nafas panjang.
"Kalian berdua sama sekali tidak mencerminkan seorang komandan, aku mengerti... mari kita bersama dalam beberapa hari ke depan, tapi kuingatkan aku ini sibuk dan kurasa aku akan pergi meninggalkan kota."
"Meninggalkan kota? Apa kau mau pergi ke tempat sepi atau semacamnya bersama kami berdua."
"Kau cukup berani juga Aksa, aku ikut."
Membalas perkataan mereka hanya akan membuatku sakit kepala.
Aku menciptakan mobil yang akan kami gunakan untuk berpergian, Vermilion dan Serena masih terlihat kagum selagi menyentuh ke sana kemari.
"Jadi ini yang dinamakan mobil, ini sangat keren."
"Aah, aku juga setuju."
Aku meminta anggota partyku untuk beristirahat setelah kembali dari kerajaan Roxalia, jika ada mereka kurasa akan sedikit membantu.
Tak hanya keduanya aku juga mengajak seorang gadis loli dengan rambut coklat sebahu yang menutupi sebelah matanya, dia bernama Mavis.
__ADS_1
Jika berbicara penampilannya dia hanya mengenakan armor sederhana dan juga membawa perisai besar sebagai senjata, dia merupakan salah satu petualang di guild yang berada di peringkat atas dan dikenal sebagai pengguna perisai iblis bernama Demon Shield.