Menjadi Penyihir Di Dunia Lain

Menjadi Penyihir Di Dunia Lain
Chapter 327 : Warisan Ketiga


__ADS_3

Aku sedikit terkejut bahwa tempat ini rumah Neko tapi disisi lain keberadaan Medusa membuat hal terasa lebih mengejutkan lagi.


Dia adalah dewi sebelumnya.


Neko terbang di sekitar Medusa.


"Kau baik-baik saja."


"Ah iya, tak kusangka kau bersama dengannya."


"Sebenarnya aku melayani tuan Aksa."


"Roh dewa melayani manusia."


"Jika kau lebih teliti aku ragu tuan Aksa disebut manusia."


"Memang benar ada energi dewi di dalam tubuhnya."


Neko mengambang di udara selagi mengangguk setuju. Apa maksudnya meragukan kemanusiaanku.


Medusa akhirnya sedikit memperlakukanku dengan baik, sebagai permintaan maafnya dia akan membawa kami langsung ke lantai terakhir menara ini.


Neko duduk di atas kepalaku seolah itu memang hal wajar. Saat menara ini diciptakan Neko pernah berjalan-jalan di depannya dan tanpa sengaja bertemu Medusa di luar, saat itu Neko juga tidak tahu bahwa temannya seorang dewi yang jelas saat itu Neko mengambil lantai 20 sebagai rumahnya.


Karena terlalu lelah dipuja-puja sebagai roh dewa di kekaisaran Lihao jadi dia tinggal di sini.


Sejauh ini pertemanan keduanya sesuatu hal yang biasa, aku bisa membayangkan keduanya berlarian di pinggir sungai selagi tertawa lebar.

__ADS_1


Di lantai 100 menara Yin Yang adalah sebuah tempat luas yang dipenuhi rerumputan serta atap yang tembus pandang yang mana menampilkan awan serta langit biru.


Aku datang untuk mengambil warisan harta kaisar di mana itu merupakan sebuah buku bela diri.


"Teknik pengendalian boneka."


"Teknik ini bisa membuat seseorang mengendalikan boneka termasuk mayat hidup," ucap Medusa.


Aku bisa membangkitkan orang mati kurasa teknik seperti ini tidak terlalu berguna untukku tapi aku masih mengatakan terima kasih sebelum akhirnya pergi bersama Neko.


"Tunggu sebentar, dengan warisan itu apa yang akan kau lakukan?"


"Aku hanya membantu seseorang saja mengumpul harta ini yang kuinginkan hanyalah membunuh raja iblis.... setelah bertemu anggota partyku kami akan segera pergi jadi jangan khawatir."


"Semoga beruntung."


Ada beberapa bebatuan di sana yang sedang diambil oleh para ahli beladiri.


"Rumahku masih tetap sama seperti yang kukenal, ngomong-ngomong tuan... air kolam ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit maupun kutukan."


Jadi begitu pantas saja ada yang mencoba mengumpulkan air juga.


Lantai 20 jelas memiliki barang yang berharga dibandingkan lantai di atasnya.


Aku melihat Chunhua dan Yu'er duduk santai selagi memakan makanan yang didapatkannya entah dari mana seolah sedang berpiknik.


"Akan jadi masalah jika aku terlihat karena itu aku akan pergi tuan."

__ADS_1


"Aah, terima kasih sudah datang."


Neko menghilang sementara aku berjalan ke arah keduanya.


"Selamat datang kembali," kata keduanya di waktu nyaris bersamaan.


"Aku bertarung kalian malah santai-santai di sini."


"Lihat ini Onii-chan mereka memberikan makanan mereka sebagai ucapan terima kasih mereka juga membuat nisan untukmu jika Onii-chan tidak kembali."


Kalian semua langsung menganggapku tidak akan kembali.


Aku menghela nafas panjang lalu Chunhua melanjutkan.


"Di sini ada portal satu arah yang mengirim semua orang kembali ke luar, sekarang apa kita akan melanjutkan kembali ke lantai berikutnya?"


"Itu sudah tidak perlu lagi, aku telah mengambil harta warisan di sini."


Aku memberikan buku yang sebelumnya kudapatkan.


"Bukannya ini..."


"Setelah ini kita akan langsung ke tempat berikutnya, aku ingin berisitirahat dulu sebentar."


"Kau belum menjelaskannya?"


"Nanti saja."

__ADS_1


Aku membaringkan tubuhku di atas permukaan rumput yang nyaman untuk menutup mataku.


__ADS_2