
"Dapatkan kembali dua keping Baja Phoenix dan Anak Pedang Iblis itu padaku!!"
Kemarahan terdengar di setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, Xin Chen menyembunyikan diri saat pria itu menoleh ke belakang.
Mengintai daerah di sekitar dan masih tetap tak menemukan Ye Long di mana pun.
"Ayolah... Ye Long, setidaknya keluarkan suaramu." Xin Chen menggumam sendiri, dia segera mengeluarkan seruling dan meniupkan Nada Irama Kematian. Membuat beberapa orang di sekitar halaman markas tertegun dan bergerak mengikuti ke mana asal sumber suara tersebut.
Nada Irama Kematian terdengar jelas di telinga Ye Long yang tengah di kurung dalam penjara besi, meskipun dalam jarak yang jauh di telinga Ye Long sendiri nada itu masih menganggu pikirannya. Dia menjerit kencang sembari menghantamkan ekornya pada dinding besi menimbulkan suara dentuman yang sangat keras.
Xin Chen dapat mendengar reaksi tersebut dan yakin Ye Long terganggu dengan suara yang sengaja dibuatnya, mengingat selama ini Ye Long tak begitu menyukai Nada Irama Kematian. Tak menunggu waktu lama lagi dirinya segera beranjak sebelum dikepung para musuh yang tengah berlari menuju ke arahnya, meninggalkan tempat tersebut dan berlari cepat untuk menyelamatkan Ye Long.
Namun setibanya di penjara besi Xin Chen langsung memberhentikan langkah melihat penjagaan ketat telah di pasang di sana sehingga menyulitkan jalannya untuk masuk menyelamatkan Ye Long. Sepuluh pendekar berdiri tepat di pintu penjara yang mengunci naga itu. Hal ini membuat Xin Chen berpikir keras, dia berusaha mengalihkan perhatian orang-orang di sana dengan melemparkan batu kerikil.
Sayangnya mereka tidak merespon dan tetap bersiaga di posisi masing-masing, ditambah lagi tidak ada tempat persembunyian di manapun selain di balik-balik tembok seperti di tempat Xin Chen berdiri. Memperbesar kemungkinan dia akan ketahuan jika berusaha melepaskan Ye Long.
Selain itu paling lama Xin Chen hanya bisa bertahan sepuluh detik, semua waktu itu tidak akan cukup untuk mengeluarkan Ye Long dari penjara besi. Belum lagi jika dia ketahuan oleh sepuluh orang tersebut dan harus bertarung melawan mereka.
'Sial... Jika begini Ye Long bisa celaka!' saat Xin Chen menolehkan kepalanya ke belakang dia baru sadar sudah tak memiliki banyak waktu lagi, seorang pria berbadan kekar berjalan dari ujung lorong ruangan bawah tanah dengan membawa kapak pemenggal.
Senjata berat dengan ukuran sangat lebar itu biasanya digunakan untuk memenggal kepala siluman buas. Kini wajah Xin Chen memucat.
'Ayolah berpikir keras! Aku tidak bisa membiarkan Ye Long mati di sini karena salahku!' rutuknya dalam hati, daripada diam tak berbuat apa-apa dia mencoba sekali lagi mengecoh perhatian para pendekar yang menjaga pintu penjara Ye Long. Tidak ada satupun dari mereka yang menghiraukannya, kecuali Ye Long.
__ADS_1
Xin Chen tertegun saat Ye Long mendekat ke dekat jeruji besi yang mengurungnya untuk melihat kerikil yang dia lempar tadi, merasa naga itu mulai menyadari kehadirannya Xin Chen melempar lagi.
Mata Ye Long mengikuti asal batu dan langsung memainkan ekornya senang saat tahu Xin Chen datang untuk menyelamatkannya, para pendekar di depannya membalikkan badan segera dan Xin Chen langsung menyembunyikan diri kembali.
Takut dia juga ketahuan oleh mereka. Setelah merasa aman dirinya kembali melihat Ye Long, memberikan sebuah isyarat padanya agar langsung menyerang.
'Sekarang!' Xin Chen memerintah tanpa mengeluarkan suara, Ye Long mengamuk dalam penjara besi, membakar tanah dan meledakkan sekitarnya hingga membuat tubuhnya pun ikut terluka. Api meledak di dalam kurungan besi tersebut membuat asap mengepul menutupi pandangan para pendekar yang berjaga di depannya.
Merasa waktunya sudah cukup Xin Chen segera menggunakan kekuatan spesial dari Topeng Hantu Darah yaitu membuat target yang diinginkannya menghilang, kekuatan tersebut mengalir dalam tubuh Ye Long dan saat naga itu menabrakkan dirinya ke dinding jeruji besi dia langsung terpental ke luar.
Tangan Xin Chen bergerak memanggilnya agar segera berlari, dia dan Ye Long berhasil melepaskan diri dari penjara bawah tanah dengan selamat.
Belum sempat menarik napas lega mendadak sebuah kekuatan besar datang menghalangi jalan mereka, membuat langit-langit bawah tanah berderak hingga reruntuhan mulai jatuh menimpa kepala mereka. Xin Chen yakin seseorang yang merupakan pemimpin di sini telah datang dan telah memperkirakan pergerakannya ke tempat ini.
Ketua Empat Unit Pengintai berdiri di depan pintu, menancapkan pedangnya di tanah dengan wajah padam, murka berat pada Xin Chen yang pada akhirnya terlihat karena tak bisa menahan kekuatan Topeng Hantu Darah lebih lama lagi.
"Ku curi?" Xin Chen mendecih kecil, hampir tertawa mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya, bagaimana bisa dia menganggap pusaka langit ini adalah miliknya sedangkan dia tak memiliki hak apapun di atasnya.
"Pusaka Langit yang dibuat Han Zilong memang ditujukan pada Ayahku, tidak untuk dirimu Tuan."
"Tutup mulutmu, kita bertarung sekarang! Siapapun yang menang akan mendapatkan dua keping Baja Phoenix itu!" paksanya keras, di posisi ini tampaknya pimpinan Empat Unit Pengintai tak mau kehilangan dua Pusaka Langit yang telah susah payah didapatkannya itu.
Mengalahkan Xin Chen sendiri bukanlah hal yang sulit, mengingat pengalaman dan kekuatannya dalam bertarung jauh melebihi anak sepertinya.
__ADS_1
Lelaki itu mengambil kembali senjata yang sebelumnya ditancap pada tanah kemudian mengacungkannya pada Xin Chen, bersiap dengan hawa bertarung begitu kuat.
"Aku tidak bilang setuju bukan kalau aku ingin bertarung denganmu atau tidak?"
"Kau harus bertarung denganku sekarang atau kau takkan bisa keluar dari sini hidup-hidup!"
"Lalu kau kira aku takut? Kalau aku yang menang bagaimana? Daripada mengganggu anak kecil seperti ku secara terang-terangan lebih baik kau pikirkan dulu sepuluh kali," ujar Xin Chen memperingati. "Sejak awal keping Baja Phoenix ini adalah milikku dan yang satunya lagi lebih dulu diambil oleh orang-orang Lembah Para Dewa. Dan saat sudah sampai di tangan kalian, kalian menganggap barang ini adalah milik kalian pula..."
"Apapun yang sudah kurampas dari musuhku selamanya akan jadi milikku!" sahutnya lantang, lantas Xin Chen menjawabnya dengan suara yang lebih keras.
"Itu artinya apapun yang telah ku ambil juga akan selamanya menjadi milikku. Kecuali jika pusaka ini jatuh ke tangan lain dan menjadi hak milik orang lain pula jangan menyalahkan mereka jika hal itu terjadi. Kurasa kau cukup tahu siapa aku, apalagi mencari masalah denganku akan menjadi masalah besar untuk kalian."
Pimpinan Empat Unit Pengintai tersentak kecil, dia sadar arah pembicaraan ini menuju ke arah Klan Xin. Klan yang bernaung di bawah Kaisar Qin dan sang Pedang Iblis. Meskipun tak begitu takut pada ancaman tersebut tapi berurusan langsung dengan Kaisar Qin dan Pedang Iblis bisa mengancam kelompoknya sendiri.
"Hahahaha kau langsung terdiam begitu, aku tak bermaksud menakuti mu sebenarnya. Ku katakan saja sejak awal, untuk masalah ini aku takkan membawa siapapun di dalamnya baik keluargaku ataupun Kaisar Qin." ucapnya. Dia meneruskan.
"Tapi jika kalian berniat mengganggu keluargaku karena mengambil pusaka ini, ingat saja kataku di awal tadi, Pusaka Langit hanya bisa kau sebut milikmu jika benda ini berada di tanganmu. Sederhana, bukan?"
"Kau-!?"
***
kau-!? kau mencuri hatiku~ hatiku... ea🤣🤣
__ADS_1
**dahlah semoga masih ttp suka PPI 2 yaa, maaf klo banyak kurang. author jg udh nulis sebisa mungkin di sela2 tugas yg makin arrrghh ðŸ˜
terima kasih selalu mendukung, salam ayam sejagad**!!