Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 306 - Salamender Api IV


__ADS_3

Salamender Api kelihatan mengamuk, kobaran api di sekitar membesar dan semakin membesar hingga tak dapat terbendung. Di samping itu, mulutnya terus mengoceh tak jelas.


"Aku benar-benar akan membunuhmu! Apalagi mulut sialan itu! Ku pastikan kau akan menjerit memohon ampun! Manusia sialan!" Nada tinggi dari setiap kata-katanya seperti ledakan, namun Xin Chen nyaris tak terganggu dengan ancamannya. Dia seperti tak menggubris kata-katanya dan terus mengungkit persoalan Naga Kegelapan yang tidak begitu penting bagi sang Salamender Api.


Marah, Salamender Api menyemburkan api yang seperti dilihat Xin Chen sebelumnya. Api itu tak padam meski berada di kedalaman air. Dia menyerang manusia dengan tubuhnya yang besar, membuat bebatuan karang raksasa hancur dan saling menabrak. Dentuman-dentuman itu terus bersusulan di atas permukaan air, meski hanya seperti getaran biasa namun di bawah kedalaman ini, suara dentuman itu terdengar begitu keras.


"Aku sudah mengatakannya padamu. Rubah Petir kalah karena pertarungannya membela manusia."


"Dan aku begitu membencimu karena kau adalah manusia! Makhluk lemah tak berguna! Tak ada yang lebih bagus dari kalian selain mati menjadi bangkai!"


Salamender Api tampaknya sebegitu membencinya manusia, dia mengamuk dan terus mengamuk. Mengakibatkan gelombang laut meninggi.


Keadaan menjadi semakin kacau saat ikan-ikan di sekitar mereka mati oleh tekanan panas yang membuat sekitarnya melepuh. Naik hingga ke permukaan, hawa panas kian menjadi-jadi. Buih-buih udara dan beberapa ikan yang mati naik ke atas air, mengambang menimbulkan fenomena aneh di Kekaisaran Qing.


"Kalau begitu jawabanmu, sepertinya tidak ada lagi yang bisa ku harapkan oleh mahkluk pengecut sepertimu."


Salamender Api tak menjawab, tetapi tiba-tiba saja kekuatan apinya membesar. Xin Chen tak tahu apa yang sedang terjadi. Namun di detik-detik terakhir sebelum Salamender Api menjangkaunya, dia berhasil menghindar.


Salamender yang tidak terima langsung mengejar. Namun setelah menyerang itu dia tak dapat melihat di mana Xin Chen berada. Terlebih lagi sekarang dirinya bahkan tak tahu jenis kekuatan apa yang dimiliki pemuda itu. Sebuah aura aneh yang dulu tak pernah dikenalinya, Salamender Api merasa kemampuan manusia sudah jauh berkembang semenjak dirinya mengurung diri.


Siluman yang tengah dibutakan oleh emosi itu mengejar hingga naik ke permukaan dan tak dapat menemukan Xin Chen di mana pun. Marah, Salamender Api mengamuk sejadi-jadinya.

__ADS_1


Sebelum Salamender Api mengamuk, Xin Chen mengeluarkan perisai roh yang begitu besar. Mengurung tubuh Salamender Api dalam kabut hitam yang mencekam. Tepat saat itu juga, manusia yang berada di tepi pantai menengok ke arah mereka. Di mana Salamender Api tengah terkunci oleh perisai roh.


Seakan tahu apa yang sedang terjadi, Shui segera berlari kencang dari sana. Membuat para penjaga kota yang sempat dibuat terkejut oleh kekuatan pengguna roh tersebut terkecoh. Mereka menengok ke belakang sekali lagi, berniat melaporkan kejadian aneh ini ke pusat. Namun kaburnya Shui sekarang membuat mereka kesusahan sendiri.


Tak ada yang melihat kejadian itu selain mereka, Xin Chen sedikit lega. Dia terlalu fokus dengan para manusia itu sampai tak sadar, pusaran api yang begitu besar dari mulut Salamender Api sedang mengarah ke tempatnya.


Ledakan besar menimbulkan cahaya terang dalam kabut hitam tersebut, Salamender Api yakin kekuatan penuh itu membunuh manusia tersebut sepenuhnya. Dia bergerak ke tempat yang jauh dari pengaruh kekuatan roh tersebut. Tanpa mempedulikan apakah manusia lain melihatnya atau tidak. Yang terpenting baginya sekarang adalah bagaimana cara membunuh Xin Chen yang telah mengusik ketenangannya.


Bayangan Xin Chen di balik asap-asap tipis membuat Salamender Api mendecih, "Jangan katakan kau juga memiliki kemampuan spesial seperti ku?"


"Kemampuan sepertimu?"


"Ketahanan empat elemen. Kau pasti memilikinya. Jika tidak, tak akan mungkin kau sampai ke sarangku. Dan suhu di mana pun aku berada akan sama panasnya seperti tubuhku sendiri. Manusia mana pun takkan sanggup menahannya!"


Salamender Api tak mengenal siapa yang Xin Chen maksud dia juga tak peduli.


"Katakan padaku! Rubah Petir tak akan mungkin mati semudah itu. Katakan saja, dia masih hidup, bukan?!"


"Dia sudah mati. Mau aku katakan berapa kali sampai kau mengerti?"


Jawaban keras Xin Chen seolah-olah menohok Salamender Api. Samar-samar api tipis muncul kembali saat dia mengeluarkan napas, persis seperti dia ingin mengamuk sebelumnya. Namun kali ini Salamender Api terlihat lebih diam.

__ADS_1


"Tidak mungkin ... Kau pasti sedang mengacaukan ku, bukan? Menungguku lengah karena hal ini dan menangkap ku? Cih, strategimu itu takkan bisa mengecohkanku!"


Xin Chen tak tahu harus menjelaskan seperti apa lagi agar Siluman Penguasa Api itu paham. Bahwa Rubah Petir benar-benar tewas hingga titik darah penghabisannya. Sementara Salamender Api terus menatapnya, menunggu Xin Chen mengiyakan dugaannya sambil berharap.


"Aku benar-benar menyesali semuanya."


"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar!" bentak Salamender Api berniat mengamuk kembali. Namun sesaat dia dapat melihat penyesalan besar di dalam tatapan Xin Chen.


"Aku meninggalkannya setelah perang itu. Aku membiarkannya sendirian di saat dia sedang sekarat. Aku tak mempedulikannya saat dia dibunuh oleh orang lain."


"Apa katamu ..."


Salamender Api mulai menyadari ada yang salah, Xin Chen tidak berbohong. Dan beberapa tahun belakangan, Salamender Api sempat merasakan hilangnya salah satu keberadaan Siluman Penguasa Bumi. Hilangnya elemen petir yang membuat ketidakseimbangan. Dia merasakan hal itu dan selalu berusaha menepisnya dengan alasan bahwa Rubah Petir sedang menyembunyikan jati dirinya dengan menghilangkan kekuatannya. Agar dia bisa bertahan hidup lebih lama tanpa diganggu oleh manusia-manusia picik.


"Kurasa sekarang aku tak hanya membenci manusia." Getaran suara Salamender Api menyiratkan kemarahan terbesar. Sama halnya seperti Rubah Petir yang dapat mengendalikan kekuatan alam, Salamender Api juga dapat melakukan demikian. Kemarahannya membakar bara api yang telah lama tertanam di bawah laut. Hingga hal mengerikan terjadi bersamaan dengan amukan sang penguasa api.


"Tapi aku sangat-sangat membenci manusia yang dipercayai oleh Rubah Petir. Hingga aku rasa aku perlu menghukumnya dengan kekuatan Dewa Api."


Salamender Api tak main-main dengan perkataannya, kekuatan penuh kuasa yang telah lama tak pernah Xin Chen lihat kembali muncul. Kekuatan uang mampu menundukkan. Kekuatan sang Dewa Api menyatu bersama Salamander Api.


***

__ADS_1


Beberapa hari kadang author gak sempat untuk menulis, jadi untuk itu author menggantinya dengan crazy up. Jika ada waktu mungkin setiap Sabtu/Minggu (kalau tidak ada hambatan ya) author usahakan untuk crazy up. Jadi gak perlu nunggu akhir bulan lagi. Sekali lagi, jika tidak ada hambatan. Kalau tidak ada crazy update berarti author ada kesibukan. Soalnya masalah di kehidupan nyata lebih menguras tenaga dan pikiran daripada menulis.


Terima kasih pengertiannya.


__ADS_2