Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 359 - Memanggil Kematian


__ADS_3

Seru-seruan kencang membumbung tinggi mengiringi hukuman mati yang dijatuhkan pada empat orang penyusup. Pedang telah ditarik di atas mereka, menandakan berakhirnya hidup keempat orang tersebut. Semua ini tidak akan terjadi jika mereka menjaga rahasia ini baik-baik. Andai Wei Feng tidak membuat para prajurit curiga, Yu Xiong tidak membawa identitas klan, Youji menutup mulut rapat-rapat dan Xin Chen tidak pergi dari markas pusat. Mereka sama saja seperti memanggil kematian itu sendiri.


Hanya segaris lagi pedang hendak menembus tulang leher mereka, sahutan nyaring memaksa keempat tangan tersebut untuk berhenti.


"Yang Mulia, tolong hentikan!"


Kaisar Yin menoleh ke belakangnya dan mendapati Jun Xiaorong yang baru saja berteriak. Napas laki-laki itu sedikit tersengal-sengal, dia setengah berlari demi tiba di hadapan Kaisar Yin sembari berlutut.


"Mereka adalah rekan-rekan hamba yang berharga, tolong batalkan hukuman mati ini karena keempat orang ini diperlukan demi misi yang akan saya lakukan."


"Apa maksudmu, Jun Xiaorong?" Kaisar Yin menarik sebelah alisnya ragu, sekilas terlihat wajahnya terganggu. Di sisi lain Jenderal-1 terlihat tak senang akan kehadiran Jun Xiaorong.


Baik Xin Chen, Wei Feng, Yu Xiong dan Youji tak tahu apa yang tengah terjadi hingga hukuman mati diberhentikan. Mereka hanya bisa mendengar suara yang saling bersahutan di depan, debat yang entah sejak kapan dimulai tengah berlangsung tanpa mereka ketahui siapa yang berdiri di depan untuk membela mereka.


Suasana menjadi kacau karena Jenderal-1 mendadak meninggikan intonasi bicara, membuat sekitar menjadi seram. Tak tanggung-tanggung kemarahannya, dia bahkan berani bersuara keras di depan Kaisar Yin, pendapatnya bertentangan dengan sosok bernama Jun Xiaorong.


"Sejak awal kau menginginkan ini untuk menjatuhkan Jenderal-18, bukan? Kau menunggu saat untuk menjatuhkannya dan mengambil alih wilayah."


"Jadi kau menciptakan kebohongan ini untuk menjaga Tuanmu?!" Jenderal-1 menggeram marah, sepasang mata di balik pelindung kepalanya menyoroti Jun Xiaorong dengan tatapan membunuh. Jika saja kini mereka tidak berada di tempat ramai, Jenderal-1 pasti akan langsung menghabisi nyawa laki-laki itu di tempat.


"Bukan. Kebetulan saja kau ingin menyerang orang-orang terdekatku. Kau ingin menyingkirkan lima orang sekaligus dan mengambil keuntungan besar setelah mereka semua dihukum mati. Kurasa kau yang paling lihai memperdaya Kaisar Yin dengan memainkan kepercayaannya terhadapmu."


"Tutup mulutmu!!"

__ADS_1


Urat di lehernya seperti akan putus saat berteriak sedemikian kencang, Jenderal-1 mendadak kehilangan wibawanya di depan Kaisar Yin yang kini menatapnya dengan sorot mata ragu. Dia lebih seperti maling sedang ketahuan mencuri.


"Lalu kebenaran apa yang berada di tanganmu?"


"Izinkan saya menjawab, Yang Mulia. Bahwa semua data yang diperoleh adalah berasal dari Feng De tangan kanan Jenderal-1. Mengingat insiden tahun lalu, kegagalannya mendapatkan informasi yang akurat membuat kepala klan bangsawan Tang kehilangan nyawa atas tuduhan tak beralasan."


Kaisar Yin mengingat-ingat kejadian itu dan mengangguk paham. Tatapannya lurus dan tajam ke arah Feng De yang hanya bisa menatap tak percaya pada Jun Xiaorong. Orang yang sangat dipercaya oleh Kaisar Yin. Pengabdiannya pada Kekaisaran Qing sudah tak bisa terhitung, berkali-kali dia hampir kehilangan nyawa demi kesetiaannya pada Kaisar Yin. Semua kerjanya sangat tertutup sehingga tak banyak yang mengetahui bahwa laki-laki ini adalah mata-mata penting Kekaisaran Qing.


"Saya punya data yang bisa meyakinkan Anda bahwa benar orang-orang ini adalah rekan-rekan saya. Alasan saya mengajak mereka di sini adalah karena mereka punya potensi dan kesetiaan besar. Saya ingin lebih banyak orang seperti saya ada di sini. Demi mewujudkan keinginan Yang Mulia untuk menguasai semua wilayah kekaisaran."


Kaisar Yin mengangguk. Dia tidak pernah meragukan kesetiaan Jun Xiaorong. Hanya saja itu tidak membuktikan apakah hal itu benar.


Jun Xiaorong membacakan beberapa hal yang bertolakbelakang dengan apa yang dikatakan oleh Jenderal-1. Dia membawa Jenderal-18 datang di hari itu. Membuat permasalahan menjadi semakin runyam, ditambah lagi dengan kehadiran Yan Xue yang mengatakan dengan jelas sejelas-jelasnya bahwa Xin Chen merupakan anak dari sebuah klan perbatasan.


Wei Feng tidak menyangka, di saat itu Jun Xiaorong sampai mendatangkan saksi palsu untuk menjamin bahwa dirinya, Youji dan Yu Xiong benar-benar bersih. Laki-laki yang dihadirkan itu sama sekali tidak dikenalinya dan mengaku berasal dari desa yang sama di mana mereka diseleksi.


Xin Chen tahu Yan Xue juga melakukan itu demi distrik-18. Benar atau tidak, dia tidak peduli karena distrik-18 akan diambil alih jika dia tidak segera bersumpah.


Di saat itu Jun Xiaorong menjelaskan bahwa keempatnya berasal dari Distrik-18, tempat Jun Xiaorong bekerja sebagai tangan kanan Jenderal-18. Dia telah berjanji akan melatih keempat orang tersebut.


"Kau benar-benar licik Jun Xiaorong ..." Jenderal-1 hampir saja mengeluarkan senjatanya untuk membunuh Jun Xiaorong, tapi di hadapan Kaisar Yin dia tidak dapat melakukannya. Karena kepercayaan Kaisar Yin tidak dapat dibelinya. Semahal apa pun, sekalipun dengan nyawanya sendiri.


"Hamba tidak menerima perintah siapa pun selain dari Yang Mulia. Tidak ada panggilan yang hamba abaikan. Tidak ada kepercayaan yang hamba sia-siakan. Tiga puluh tahun mengabdi apakah bukan sebuah bukti bahwa kesetiaan hamba dapat dipercaya? Saya tidak akan mengorbankan kepercayaan Yang Mulia demi kebohongan yang tak ada gunanya."

__ADS_1


"Kau berani menjamin empat orang ini bukanlah penyusup dengan apa?"


"Hamba tidak punya apa pun yang berarti, selain kepercayaan Yang Mulia."


"Tentu kau adalah orang kepercayaanku. Jika benar mereka adalah rekan-rekan yang akan bekerja di bawah bimbinganmu, maka aku tidak keberatan. Melihat seberapa besar kerja kerasmu untuk membangun Kekaisaran ini. Aku hanya ingin memastikan tidak akan ada pengkhianatan di sini."


"Hamba rasa yang perlu Yang Mulia curigai adalah Penguasa Distrik-1. Jika sampai menggiring Yang Mulia untuk menghancurkan orang yang menyerahkan seluruh hidupnya demi Yang Mulia, hamba rasa orang itulah yang patut dicurigai sebagai pengkhianat."


"Sudah cukup, Jun Xiaorong!" teriak Jenderal-1 hingga suaranya menggelegar.


"Perhatikan sikapmu, apakah pantas berbuat demikian di hadapanku? Untuk satu bulan, dana yang akan keluarkan pada Distrik-1 ditahan. Hukuman mati dibatalkan atas tuduhan tak beralasan."


Kaisar Yin meninggalkan halaman beserta semua pengawal dan pelayan-pelayannya. Jenderal-1 kehabisan kata-kata, dia ingin membunuh Jun Xiaorong tetapi Jenderal-18 menahannya.


"Jika ingin membunuhnya maka hadapi aku dulu."


Jenderal-1 menghentikan langkahnya, Feng De melerainya untuk segera angkat kaki dari sana karena ada sesuatu yang penting harus dilakukan. Jenderal-1 dan Yan Xue sebelumnya tidak tahu masalah akan menjadi serunyam ini. Untung saja Jun Xiaorong menyelamatkan mereka.


Meski wajahnya tidak terlihat namun Jenderal-1 cukup puas dengan insiden kali ini. Seakan-akan menaikkan kepercayaan Kaisar Yin terhadap distrik-18 yang sempat hilang. Dia membuka kain yang menutup wajah Xin Chen. "Tentu kau adalah sosok yang akan menaikkan nama distrik-18."


"Siapa yang membela kami?"


"Jun Xiaorong, tangan kananku yang sempat ku ceritakan."

__ADS_1


Xin Chen tidak bisa mempercayainya. Laki-laki mencurigakan yang sempat mengancamnya beberapa kali itu justru membelanya di saat-saat genting.


"Namamu Zu Chen? Ada sesuatu yang harus kubicarakan denganmu. Ikuti aku."


__ADS_2