Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 72 - Kembalinya Si Pengkhianat


__ADS_3

Sebuah tombak mengintai di belakang leher Xin Chen, sosok lelaki tua yang menunggangi kuda hitam berbicara di belakang. Menaik-turunkan alisnya ketika Xin Chen perlahan-lahan membalikkan badan.


"Kekacauan ini ... Kau kira ini semua salahku?"


"Kau yang mencuri uang-uang dan hartaku! Sampai habis bahkan tak bersisa, kau tahu tidak?! Semua barang itu bukan uangku sepenuhnya, itu adalah milik sekte kami! Dan karena kau ...." Geramnya menggeser letak tombak tersebut ke arah para penduduk desa yang telah dikumpulkan.


"Karena kau sekte kami kehilangan uang lebih dari dua puluh persennya. Semua tetua menyalahkan aku sekarang! Dan karena ulahmu juga lihat apa yang akan kuperbuat pada orang-orang ini."


"Menggunakan penduduk desa sebagai sandera. Memalukan sekali. Kurasa kau memang tidak cocok menjadi pendekar aliran putih, sikapmu tak mencerminkan sikap seorang petarung sejati." Xin Chen menepis tombak Gu Long begitu saja. "Tindakan seperti ini biasanya hanya dilakukan seorang pengecut."


"Beraninya kau-!?" gertak Gu Long naik pitam, kedua alis tebalnya menyatu kencang. Tak pernah terbayangkan olehnya hari ini justru dia malah diejek oleh seorang anak kecil, terlanjur terbawa hati dengan perkataan Xin Chen, Gu Long turun dari kudanya.


"Kalau kau merasa dirimu petarung sejati datang kemari, buktikan itu kalau bukan omongmu saja yang besar."


Xin Chen mengangkat bahunya tak peduli, dengan maju beberapa langkah dan mengeluarkan pedang Baja Phoenix dari sarungnya Xin Chen menghadap pada Gu Long.


"Baiklah aku terima tantanganmu. Kalau aku menang kau harus melepaskan penduduk itu dan menganggap masalah ini selesai. Setuju?"


Gu Long mendecih, persis di depan Xin Chen hingga membuatnya tersinggung. "Aku hanya mau menyetujuinya jika kau berjanji tidak menggunakan Topeng Hantu Darah itu!"


Murid-murid dari Sekte Bukit Tawon Emas bergerombol berdiri di belakang Gu Long, mereka tampaknya setuju dengan permintaan Gu Long kali ini. Pasalnya sejak sebulan terakhir sekte mereka kehilangan terlalu banyak harta, dimulai dari Giok Semanggi yang harganya selangit, lalu sumber daya mahal yang sengaja dibelinya untuk mempercepat proses pemurnian di tubuhnya.

__ADS_1


Semua lenyap saat Xin Chen datang, tidak ada pelaku lain yang bisa disalahkan selain Xin Chen dan Wei Feng, tapi saat Gu Long menuduh, mereka berdua mengelak dan meminta bukti jika ingin menangkap mereka. Gu Long tentu tak bisa bersikap gegabah, ini semua perihal nama baiknya juga kalau tidak mau tercoreng karena menuduh orang tak bersalah atas permasalahan ini.


Salah satunya hal yang membuat Gu Long tak nyaman adalah Topeng Hantu Darah, sebagai pendekar senior dia sudah paham betul seberapa mengerikan aura dari topeng tersebut dan curiga inti permasalahannya adalah dari sana.


Dalam kesempatan itu pula seseorang memotong alur perdebatan mereka, membawa kabar mengejutkan lainnya di sekitar desa. Saat seekor naga diseret ke luar dari hutan oleh sekumpulan pendekar, naga itu disiksa sebelum tubuhnya dijebak ke dalam tali perangkap tajam. Membuat darahnya mengalir lewat celah-celah tali tersebut.


"Patriark Gu! Kami menemukan sesuatu di hutan!"


'Ye Long?! Kenapa dia bisa keluar dan di mana Rubah Petir?' batin Xin Chen kaget, perlahan tapi pasti raut wajahnya berubah buruk, apalagi saat Gu Long menyadari permata Giok Semanggi miliknya bergelantungan di leher naga itu.


"Kau..." Gigi Gu Long terdengar bergemerutuk kesal, tapi di sisi lain terlihat senang atas kemunculan naga hitam ini. Spesies langka tersebut bisa saja dijualnya dengan harga miliaran, tak pernah disangkanya di desa terpencil seperti ini akan menemukan binatang yang sangat langka.


"Apa yang sedang kau rencanakan?!" Xin Chen membuyarkan lamunannya dengan teriakan, tak terima jika Gu Long berpikir membawa naganya ke sekte Bukit Tawon Emas.


Xin Chen menggenggam pedang di tangannya erat, setengah mencengkram bersiap jika Gu Long mencelakai Ye Long. Para penduduk percaya tak percaya melihat naga yang kini diikat dengan tali tersebut, pemandangan seperti ini tak pernah mereka temukan seumur hidup. Melihat binatang legenda hadir di tengah-tengah mereka, nyata dibandingkan membaca kisah naga dari buku-buku lama.


"Dia temanmu, bukan?"


Saat Xin Chen hendak maju tiga pedang menghalau jalannya, para murid dari sekte Bukit Tawon Emas sudah berjaga-jaga di belakang. Bahkan mengamankan Topeng Hantu Darah takut Xin Chen menggunakannya.


Wei Feng tiba-tiba saja bertepuk tangan, tak peduli pada sekelompok pria yang berusaha menahannya pergi dia tetap maju. Menertawakan Gu Long sampai kehabisan napas.

__ADS_1


"Hahaha pak tua ini, kau lucu sekali memang. Terlalu banyak membuat drama kurasa membuatmu kehilangan akal..." Wei Feng mendekati Gu Long, tapi langkahnya dihadang langsung oleh murid-murid lelaki itu.


"Bukannya sejak awal kau yang mencuri uang kami? Kau menyuruh kami menyeberangi hutan belantara yang dikuasai oleh siluman berbahaya, sengaja menjebak kami ke sana dan duduk manis menunggu hasilnya."


Jemari telunjuknya mengarah pada Gu Long yang kini memicingkan ujung mata merasa rahasianya akan dibongkar habis-habisan oleh pria muda ini.


"Lalu di akhir kau mengambil semua binatang buruan kami, mengatakan seolah-olah kami ini hanya orang asing dan semua yang kami tangkap adalah milik kalian." Wei Feng menambahkan, "Saat kami mengancammu kau sendiri yang mengatakan kalau kami tidak punya bukti. Tidak ada alasan untuk menuduhmu?"


"Omong kosong! Tidak usah mempercayai ucapan pembohong sepertinya!" teriak Gu Long tegas, orang-orang yang tinggal di Desa Pelarian memilih untuk menundukkan diri. Bagaimana pun memberontak terus terang di hadapan pendekar agung sepertinya bukanlah hal yang lazim dilakukan. Karena biasanya mereka yang mencapai tingkat tersebut memiliki kekuatan dan pengaruh besar.


"Kalian tidak punya bukti apapun, hanya omong kosong belaka! Berani-beraninya mencuri Giok Semanggi dari tempatku-!" Gu Long berangsur emosi, "Tidak tahu diri! Kalian semua, tangkap dan bawa mereka agar mereka merasakan akibat perbuatannya!"


Gu Long mengedarkan pandangannya ke sekitar, "Dan untuk para penduduk desa ini. Bakar rumah-rumah mereka karena sudah berani menyembunyikan penjahat seperti dua orang ini!"


"Tapi-!" Beberapa orang ingin mengelak, sekejap tatapan membunuh terlihat mengintainya. Gu Long memelototi pria itu, "Kau ingin mati juga seperti mereka berdua?"


Aura pembunuh menguasai udara, membuat tekanan menjadi berat menimpa bahu. Segelintir orang yang memang jaraknya dekat dengan Gu Long jatuh berlutut, Gu Long sudah menunjukkan kemarahannya. Pertanda buruk bagi para penduduk jika membantah lagi.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" Xin Chen akhirnya membuka mulut, kali ini Wei Feng menepuk jidatnya. Dia yakin Xin Chen memang agak bodoh.


"Kau pikir aku tertarik? Kau pikir di dunia ini ada yang lebih bagus daripada melihat isi perut kalian ditusuk dengan besi panas?" ucap lelaki itu, Xin Chen agak gentar mendengarnya.

__ADS_1


"Kita sudah sepakat untuk bertarung di awal, selain itu aku akan mempertaruhkan harta-harta yang kumiliki padamu." Xin Chen mengeluarkan lebih banyak pusaka dari cincin ruangnya, seketika muncul di tengah jalan desa membuat gunungan harta yang sedemikian banyaknya. Dimulai dari pusaka bumi dan kitab-kitab langka, semuanya diberikannya sebagai taruhan.


***


__ADS_2