
Raja Belut Listrik berenang ke dalam sungai yang terhubung langsung dengan laut lepas. Seperti perkiraannya di awal, suhu di sini begitu panas. Memang tak begitu menyiksa akan tetapi jika dirinya berada dalam waktu yang lama di air ini, efek tersebut akan meningkat dan mempengaruhi daya tahannya juga.
Sewaktu sedang menelisik sekitarnya dengan hati-hati, Raja Belut Listrik menyadari pertarungan besar terjadi tak jauh di bawahnya. Pasir-pasir di dasar laut bercampur dengan air laut membuat apapun yang berada di sana terlihat tidak jelas. Tak berapa lama sebuah sinar terang yang agak kebiruan muncul.
Petir itulah yang paling ditakutkan oleh Raja Belut Listrik, warnanya yang bercampur dengan warna biru adalah karena percampuran dengan api terpanas yang berasal dari energi api di bawah gunung ini. Kekuatan alam di dasar laut jauh lebih besar dari yang berada di gunung dan api yang biasanya berwarna merah menjadi biru di tempat ini. Tak semua siluman sanggup menetap di dasar laut dalam waktu lama.
Termasuk Raja Belut Listrik, jika hanya sebentar mungkin dia masih bisa menahan suhu panas, sekitar tiga sampai lima jam selebihnya kulitnya akan rusak dan energi panas tersebut akan menusuk ke organ dalamnya.
Cahaya kebiruan bergerak menghantam sesuatu dan dalam detik berikutnya membuat Raja Belut Listrik membuka matanya lebar-lebar, mulutnya pun hampir sama karena terlalu tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Padahal sebelumnya dia sempat menyaksikan sendiri bagaimana Xin Chen menyerap kekuatannya, hanya saja yang kali ini sudah di luar nalarnya.
Lima bola petir sekaligus menyerang Xin Chen dari berbagai penjuru yang berbeda, dari sekian banyaknya bola petir tersebut anak itu sama sekali tak bergeming di tempatnya dan terus bertahan di tempat. Hanya melihatnya saja, Raja Belut Listrik tahu betul jika sesuatu yang bersinar merah di dahinya menyerap seluruh kekuatan petir milik Monster Belut. Satu hal lain yang sedari tadi membuat Raja Belut Listrik tak habis pikir adalah Xin Chen tidak menggunakan kekuatan tersebut untuk menyerang balik sang monster agar dirinya tak terus-terusan diserang namun justru memanfaatkannya untuk mengumpulkan Belut Listrik dengan menciptakan Gelang Petir.
"Jika di saat-saat seperti ini saja dia lebih mementingkan Belut Listrik daripada nyawanya... Seharusnya aku tak perlu repot-repot ke sini, sial. Tahu begitu lebih baik aku ke sarang sa–" gumamannya berhenti ketika sebuah cahaya terang melintas melewati wajahnya, sudah jelas itu adalah petir milik si Monster Belut dan makhluk itu telah menyadari kehadirannya.
Xin Chen buru-buru melihat ke belakang dan mendapati Raja Belut Listrik berada di sana. Wajahnya memperlihatkan ekspresi seperti sedang mengutuk siluman itu, sejak awal Raja Belut Listrik tak pernah menyinggung perihal monster bawah laut ini dan menyuruhnya menyelam ke dalam laut yang kedalamannya tak terkira. Sekarang saja Xin Chen menahan napasnya karena tidak ada pasokan udara lagi.
__ADS_1
Sementara Raja Belut Listrik tersenyum lebar, menyadari betapa marahnya Xin Chen sekarang dan ini semua memang salahnya. Sudah terlanjur turun ke dasar laut, Raja Belut Listrik tak mungkin kembali tanpa membawa Xin Chen kembali dengan selamat. Dia berenang semakin ke dalam hingga posisinya berdekatan dengan Xin Chen.
Bunyi geraman Monster Belut kembali mengguncang, membuat tumbuhan laut bergerak-gerak tak karuan dan ikan-ikan di sekitar mereka berenang menjauh. Mungkin kehadiran Raja Belut Listrik membuat Monster itu teralihkan dan Xin Chen memiliki waktu untuk membaca keadaan di sekitarnya.
Sejauh ini dia sudah mengumpulkan setidaknya enam belas Belut Listrik saat monster itu terus menyerang sedangkan dirinya menggunakan kekuatan dari Bunga Api untuk menyerap kekuatannya dan mengubahnya menjadi Gelang Petir agar bisa menarik Belut Listrik ke dekatnya.
Hanya saja tubuh Xin Chen memiliki batasan, jika terlalu banyak kekuatan masuk ke dalam tubuhnya bisa-bisa dia celaka atau bahkan mengalami luka serius. Sekali-kali Xin Chen menggunakan kekuatannya untuk menciptakan perisai petir. Selain untuk menangkis serangan Monster Belut teknik itu juga dapat meminimalisir suhu panas di sekitar tubuhnya.
Monster Belut yang biasanya hanya menyerang dari satu tempat mulai menggerakkan tubuhnya, membuat suara gesekan bebatuan terdengar dari bawah sana serta ekornya bergerak melibas sekitar. Lima pasang mata sekaligus mengintai Xin Chen dan Raja Belut Listrik bergantian bersama aura membunuh yang begitu kuat.
Kelima kepala monster tersebut membuka mulutnya lebar-lebar, mengumpulkan kembali kekuatan petir api dari mulutnya di satu titik. Xin Chen tidak jadi memakai perisai listrik karena merasa percuma saja, pelindung itu tampaknya hanya akan hancur saat serangan Monster Belut datang. Sudah lebih dari sepuluh kali dia menahan kekuatan monster dan tingkat kekuatannya akan bertambah seiring waktu, tergantung seberapa panasnya air di dasar laut ini.
Raja Belut Listrik sendiri paham betul Monster Belut mendapatkan kekuatan sebegitu besarnya dari energi alam yang sangat melimpah di tempat ini, bukan hal yang mengejutkan lagi walaupun dia dan Xin Chen bertarung sampai 7 hari 7 malam di tempat ini, Monster itu takkan kehabisan kekuatan sama sekali.
Sejak tadi sebenarnya dia ingin mengajak Xin Chen kembali ke darat dan mengabaikan monster itu, hanya saja waktu tidak begitu mendukung. Tidak ada kesempatan untuk berbicara karena sekarang petir biru dari mulut Monster tersebut telah terkumpul dan dalam beberapa detik lagi pasti akan menyambar mereka berdua.
__ADS_1
Dibandingkan itu semua dia justru lebih khawatir dengan keadaan Xin Chen, anak itu hampir kehabisan napas. Memikirkan bagaimana bisa manusia bertahan hidup di laut dalam saja sudah tidak bisa dipercaya lagi. Raja Belut Listrik tak mau memikirkan lagi mahkluk sejenis apa Xin Chen ini, dia berniat melindunginya dengan kekuatannya.
Tapi apa yang terjadi berikutnya kembali membuat Raja Belut Listrik heran, seluruh kekuatan yang dikeluarkannya diserap habis-habisan oleh Xin Chen sementara sebentar lagi mereka akan terkena kilatan petir yang begitu panas itu.
"Sial, apa yang kau lakukan?!"
Xin Chen melirik sedikit lalu kembali menatap lurus ke depan tak mau menjawab, di dalam air ini dia sama sekali tidak bisa berbicara seperti Raja Belut Listrik atau kalau tidak air akan masuk ke dalam mulutnya. Sekarang saja pandangannya sudah tidak bisa melihat jelas lagi karena kehabisan oksigen dalam paru-parunya.
Xin Chen memusatkan seluruh kekuatan petir apinya ke kaki. Tidak ada perisai atau apapun untuk melindungi diri. Dan juga kekuatan milik Monster Belut yang sebelumnya sempat dia serap pun Xin Chen gunakan ke satu titik sembari menyerap energi alam di laut ini.
Raja Belut Listrik tak begitu mengerti apa rencana Xin Chen, dia menggunakan sisa kekuatannya untuk menciptakan pertahanan diri.
***
andaikan setiap hari ku kayak hari Minggu, mungkin bisa up 3chap kek gini. maaf klo upnya belakangan jadi satu-satu sehari dan makasih kalian masih membaca sampai sekarang T.T ke depannya author bakal berusaha up dua atau tiga, gk janji tapi wkwkwkw 💃
__ADS_1