
"Benar. Kita bukan hanya kalah jumlah, tapi juga kalah dalam segi kekuatan. Mereka adalah pendekar yang terampil dan juga hebat, tak bisa sembarangan menyerang jika tak mau kita kalah telak seperti kemarin. Itu akan menjadi penyesalan terbesar kedua dalam hidupku."
Mou Zhueyang melipat kedua tangannya di depan dada sambil berpikir keras, suasana genting ini membuat otaknya sulit berpikir.
Empat Unit Pengintai mengalami kemajuan yang signifikan tahun belakangan ini. Anggota yang bertambah melebihi angka lima ratus dan mereka berjaga di wilayah-wilayah yang dikuasai.
Menghancurkan mereka bukanlah sesuatu yang mudah, masing-masing anggota tidak dipilih sembarangan dan hanya mereka yang memiliki kekuatan tempur yang hebat dapat bergabung.
Dikatakan para pendekar ahli dari aliran putih bahkan berbalik arah dan memasuki kelompok aliran hitam itu, berita tentang satu orang saja dapat menumbangkan puluhan pendekar adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah lagi. Empat Unit Pengintai telah menjadi ancaman besar yang mencoba menduduki Kekaisaran Shang.
Mou Zhueyang menghantamkan tinjunya ke meja rendah, membuat mangkuk dan cawan kecil di atasnya berguncang menimbulkan bunyi berisik.
"Seandainya mereka mau menambahkan lebih banyak pasukan kepada kita..." geramnya, mata laki-laki itu berkilat oleh cahaya lilin di ruangan.
Xin Chen melipat kedua tangannya, duduk bersila sambil menunduk. Terdengar ucapnya di ruangan yang hening. "Bagi seorang penakut, musuh akan terlihat seperti pasukan yang lebih unggul. Padahal jumlah tak menentukan kemenangan berada di pihak siapa."
Mou Zhueyang yang sedari berputus asa kembali mendapatkan harapan saat Xin Chen berkata demikian. "Maksud anda, anda punya siasat atau strategi untuk membobol pertahanan mereka?"
Terdengar dengusan kecil, "Maksudku walau pun kau meminta atasanmu untuk menambahkan pasukan hingga seribu, hasilnya akan sama saja. Kalian yang mengatakan sendiri bahwa seorang dari mereka bisa menumbangkan sepuluh orang. Itu artinya kita harus memiliki setidaknya 2500 prajurit untulk menyeimbangkan mereka."
Pundak Mou Zhueyang luruh, bukan itu yang ingin didengarnya dari Xin Chen.
"Lalu informasi apa lagi yang kalian miliki tentang musuh?"
Sang pria pengintai menyerahkan kertas tebal yang dibuat dengan kulit binatang pada Xin Chen, menunjukkan sebuah peta yang mencakup wilayah perbatasan. Di sana dia telah menandai sungai, menara, benteng hingga bangunan-bangunan utama musuh. Xin Chen mempelajarinya dengan dahi berkerut.
"Belum terlalu luas, masih bisa disepak dari Kekaisaran ini."
"A-anda mengatakannya begitu enteng, Tuanku. Mereka tak seperti yang anda bayangkan ...." Sang pengintai berusaha memberitahu Xin Chen karena telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana hebatnya kelompok tersebut.
"Apa saya perlu membuat laporan, Tuan? jika menyertakan nama tuan saya yakin para pilar akan mempertimbangkan dengan serius masalah ini."
Mou Zhueyang setuju dengan usulan si pengintai, namun Xin Chen menolak mentah-mentah. "Jangan menjual namaku seenakmu, jika sampai kudengar identitasku bocor maka orang pertama yang kukejar adalah kau. Simpan itu baik-baik di kepalamu."
__ADS_1
"Ba-baik Tuan." Laki-laki itu bergidik seram, mereka mendadak diam saat Xin Chen sibuk mengamati peta, "Dua ratus lima puluh orang belum termasuk jenderal dan para anggota unit inti. Mereka musuh yang tangguh."
Xin Chen menopang dagu, dulu dia sempat membaca buku berisi Seni Perang yang dituliskan oleh ahli strategi Kekaisaran Qing yang gila militer. Mereka setiap tahun memiliki ribuan prajurit tingkat atas yang kekuatannya bisa dijamin kuat.
Sepuluh orang melawan 250 orang kedengarannya tak mungkin, lebih seperti bunuh diri dengan cara yang konyol. Tak pernah Xin Chen mendengar perang yang begitu berat sebelah seperti ini. Dia juga tak mau melibatkan atau meminta bantuan kepada pemerintah yang sudah membusuk semenjak jatuhnya Kota Renwu.
"Jika kita memenangkan perang ini, maka nama prajurit akan memiliki tempat di masyarakat. Kaisar Qin pasti akan mempertimbangkan kita, istana kekaisaran terlalu damai dibandingkan keadaan di luar yang kacau balau. Kuharap suatu saat, salah satu dari kita akan menggantikan para pemimpin-pemimpin busuk yang menyebut diri mereka pahlawan itu," kata salah satu prajurit.
Sedang yang lainnya penasaran dengan apa yang Xin Chen bingungkan. "Maaf tuan, apakah ada sesuatu yang mengganjal? Kami mungkin bisa membantu, walau tidak banyak."
"Aku pernah datang ke Lembah Para Dewa." Mereka menyimak apa yang Xin Chen ucapkan. "Peta ini sama sekali berbeda dengan ingatanku. Tidak ada aliran sungai atau danau di sana, hanya dataran rendah yang dikelilingi bukit. Di bagian ini, tidak mungkin bisa didirikan sebuah menara karena tanahnya yang terjal. Dalam artian lain peta ini bohong, mereka lebih dulu ambil tindakan untuk membodohi kita."
Mou Zhueyang mendecih, "Sial, belum apa-apa mereka-!" Laki-laki itu tak melanjutkan kalimat karena terlampau marah. Ketenangan Xin Chen membuatnya segan untuk berteriak seperti biasanya. Para prajurit lain memaklumi kepanikan Mou Zhueyang karena laki-laki itu memang demikian. Gegabah hanya akan mengantarkan mereka kepada kekalahan, Mou Zhueyang berusaha keras untuk tidak bertindak berlebihan.
"Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyingkirkan mereka?" Prajurit lain mulai gelisah.
"Benar, Tuan. Kami kehabisan akal untuk menghadapi mereka. Dilihat dari segi mana pun kita takkan mungkin membuat mereka tunduk. mereka mempunyai banyak mata-mata di Kekaisaran Shang."
"Pertama-tama kita harus memastikan kekuatan musuh, kau," perintah Xin Chen menunjuk sang mata-mata. "Cari informasi mengenai kekuatan para anggota Empat Unit Pengintai."
"Siapa di antara kalian yang unggul dalam kecepatan berlari?"
Tiga orang mengangkat tangan.
"Bagus, tiga orang dari kalian bertugas untuk penyelamatan." Xin Chen membuka peta dan menunjukkan beberapa titik, "Kalian berpencar di tiga titik ini, menyamarlah sebisa kalian. Andalkan kecepatan kaki untuk menyelamatkan para budak. Bawa mereka ke tempat yang aku tunjukkan."
Tiga orang itu mengangguk paham.
Enam lainnya memasang wajah tegang menunggu bagian mereka, biasanya yang terakhir akan menerima misi yang cukup sulit. Dari pengamatan Mou Zhueyang kemungkinan mereka besar mereka akan menghadapi 250 orang sekaligus.
"Tiga orang lain mengalihkan perhatian musuh agar kelompok bisa memasuki markas musuh dengan selamat. Sisanya memastikan persediaan makanan dan senjata musuh tidak dilenyapkan. Sudah itu saja."
"La-lalu Tuan? Bagaimana dengan 250 orang itu? Apa hanya itu yang bisa kita lakukan? Saya ... saya tidak bisa menyetujuinya, jika tidak dihabisi suatu saat mereka akan melebarkan wilayah dana membantai penduduk kembali. Saya dengan berat hati tidak bisa menerima rencana itu."
__ADS_1
Mou Zhueyang memasang wajah tegas, tak bisa dia menerima usulan Xin Chen yang tidak masuk akal. Bukannya mengembalikan wilayah justru mereka hanya melakukan penyerangan kecil-kecilan, suatu saat Empat Unit Pengintai akan membalas tiga kali lipatnya dan hanya membawa kesengsaraan bagi orang lain.
"Untuk apa kau mengkhawatirkan mereka?" Xin Chen menyorot Mou Zueyang, "Kita sudah memiliki ratusan orang-orang yang akan berdiri di belakang kita."
Kening Mou Zhueyang berlipat dalam, "Orang utusan siapa, Tuan? Apakah anda memang ditugaskan Kaisar Qin untuk menangani masalah ini?"
"Tidak. Aku hanya bilang kita memiliki banyak pasukan di belakang kita."
"Siapa mereka Tuan Muda Xin kedua?"
"Orang-orang di Jembatan Shangyu."
"Tuan, tidak baik mengatakannya. Mereka semua sudah mati."
Xin Chen sekilas tersenyum, tanpa sadar membuat tengkuk Mou Zhueyang dingin. "Justru karena mereka telah mati, mereka akan menjadi pasukan kuat yang tak terkalahkan jika berada di tangan yang tepat."
**
**haloha koko2 dan cici2 yang budiman! Otor mau memberitahukan pengumuman!
jadiiiiiiiiiii
total yang ikut waiting list adalah 16 orang spt gambar di bawah**
**untuk nama2 yg udh daftar waiting list sndiri belum bisa kutulis, soalnya yg pegang formulirnya admin, bukan aku. aduh, pengen banget tahu siapa2 aja yg ikutan😭Makasih banyak-banyak buat kelen, lope lima kebon😘
kak, utk SDCU-nya apa batalkan?
Oh tentu saja tidak, masih ada crazy up yg super-super soalnya Thor kan baek hati dan rajin menabung wkwkw
Pokoknya bulan ini Thor bakal crazy up 10 chapter, tapi berikan thor waktu buat nabung dulu kali ye😬 greget nih wkkwwkwk
__ADS_1
kalo yg belum ikutan waiting list, bisa ikut pas udh open PO, ya. Klo PO udh ada harganya sih, tapi klo kalian ikut waiting list kemarin souvenir yg didapat jadi double, itu aja bedanya hehehe.
Udah ah jadi kepanjangan, ok see u🤍**