
"Tak kusangka sisa bom asap sangat berguna di saat terdesak seperti ini."
Bom asap itu mengecohkan Han Wu cukup lama, jangkauannya yang tidak terlalu jauh ternyata bisa membuat Xin Chen melepaskan diri dari Han Wu. Andai saja mereka bertarung lebih lama tadi Xin Chen yakin kepalanya benar-benar menggelinding di tanah.
Han Wu mengejarnya di dua detik kemudian, memperpendek jaraknya dengan sangat mudah dan tiba di depan Xin Chen. Hantaman kuat membelah tanah di depan Xin Chen berdiri, dia segera menyingkir dan menjauh dari Han Wu.
Tak disangka lawannya menjadi seagresif ini, Xin Chen tidak mempertimbangkan kemungkinan Han Wu marah dan menyerangnya dengan kekuatan penuh seperti sekarang. Terlebih lagi meskipun Han Wu menggunakan kekuatannya dengan berlebihan namun Jurus Ilmu Pemanggil tetap bekerja memberikannya kekuatan. Kekuatan itu akan terus mengalir jika penggunanya masih hidup.
Keadaan seperti tanpa harapan ini memang sudah di duganya sejak tadi, Xin Chen berusaha melirik ke atas sana. Keadaan di sana mulai memburuk, Xin Fai terpojok oleh Qiang Jun dan kini ekor Naga Kegelapan kembali mengebrak udara, menimbulkan angin kencang yang bahkan membuat akar pohon ikut tercabut. Bukan hanya Lembah Kabut Putih, Kota Renwu yang semula indah kini rata dengan tanah, api panas membakar reruntuhan bangunan di sekitarnya.
Akan tetapi setelah ekor Naga Kegelapan membelah tanah, kepalanya justru dihantam oleh sesuatu yang besar. Naga tersebut mengaum dan jatuh membentur tanah. Terlihat Shui yang ukurannya sama besarnya dengan Naga Kegelapan. Meskipun sesama naga Shui memiliki perbedaan dengan naga tersebut, Naga Kegelapan memiliki sayap yang cukup lebar dan juga tangan serta kaki. Sementara Shui hanya memiliki sepasang tangan dengan tubuh yang jauh lebih panjang. Tubuhnya dilapisi oleh kulit yang sangat tebal, sama kerasnya seperti armor.
Shui meraung kencang, gemaan dari suaranya yang dulu sering terdengar di bawah permukaan laut kini terdengar begitu jelas. Dia berputar dan melibaskan ekornya, sambaran tersebut membuat Naga Kegelapan terbanting ke hutan rimbun. Tubuhnya membuat pepohonan rubuh dalam sekejap mata. Naga tersebut marah, berteriak keras dan membakar apapun yang berada di sekitarnya.
Shui sama marahnya, keduanya saling mendekat. Naga Kegelapan menyemburkan api dari mulutnya, membentuk bola-bola kecil yang menuju ke arah Shui. Lawannya menangkis serangan tersebut dengan dinding air, meskipun tak menghilangkan api biru tersebut namun pergerakan serangan terhenti oleh dinding air. Naga Kegelapan membuka mulutnya lebar-lebar, bola api biru yang ukurannya melebihi ukuran kepalanya sendiri tercipta.
__ADS_1
Xin Fai menyadari hal terburuk akan terjadi jika naga bertemu dengan sesamanya, serangan tak main-main seperti ini pasti akan terjadi jika yang dilawan adalah Shui. Mengingat tubuh Naga jauh lebih besar maka untuk menghancurkan lawannya dibutuhkan serangan yang besar pula.
Shui mendesis, dia mencoba menciptakan air penghalang di depannya tapi sepertinya hal itu tidak cukup. Xin Fai mendekat, tahu keadaan Shui benar-benar terpuruk.
"Apa yang kau lakukan?!" Shui tak bisa mengacuhkan keberadaan Xin Fai, keduanya sama-sama terancam. Sementara Qiang Jun berhasil Xin Fai kecohkan dengan jurus Ilusi Hujan Darah, teknik tingkat tinggi yang membuat jiwa lawannya terperangkap di dunia terbalik.
Di mana matahari dan langit yang meneteskan air hujan mengeluarkan darah, di sana dia bebas mengendalikan musuh. Hanya saja Xin Fai tidak yakin bisa menahan Qiang Jun dengan lama.
Sementara itu Naga Kegelapan telah menembakkan api tersebut tepat di tubuh Shui, tidak ada waktu menghindar. Xin Fai mencoba melindungi Shui dengan menghancurkan serangan tersebut, meskipun dirinya akan terluka akibat perbuatan tersebut. Dan lagi kini Shui bisa menjadi peluang untuk mengalahkan Siluman Kegelapan itu.
Naga Kegelapan tampaknya tidak menyangka serangannya tidak melukai lawan segaris pun, keduanya tak terlihat seperti baru saja mengalami serangan. Terlebih Xin Fai, dia sedikit mengernyit sebelum pandangannya jatuh ke bawah, di mana Xin Chen sedang menengadah.
Mata dan mulutnya mengeluarkan darah, dia menghilangkan wujud bola api dari mulut Naga Kegelapan saat sebelum menyentuh keduanya. Semakin besar kekuatan dari objek yang dihilangkannya, semakin sulit baginya untuk mengendalikan.
Shui tak membiarkan Naga Kegelapan untuk berpikir, dia lagi-lagi menyerang brutal dan membalut tubuh naga itu dengan ekornya yang panjang. Naga Kegelapan memberontak, terjadi pergolakan yang membuat gempa di sekitar mereka.
__ADS_1
Kobaran api biru berkali-kali mencoba menghanguskan Shui hingga akhirnya salah satu sambaran itu mengenai bagian perutnya. Sirip putih tebal milik Shui meleleh, dia membenturkan bagian yang terkena api tersebut ke tanah agar api itu tak menetap di tubuhnya dan membakarnya terus menerus.
Pertarungan antar siluman terus terjadi dengan begitu cepat, Xin Chen sendiri mulai merasakan kekuatannya melemah. Dua kali dia menghabiskan tenaga dalamnya secara boros dan kini lawannya, Han Wu masih tetap berdiri tegak, tanpa lelah sedikit pun.
Kepalanya terasa berdenyut perih, mengimbangi permainan pedang Han Wu yang agresif membuat langkahnya mulai goyah. Tubuh Xin Chen limbung, jatuh terjerembab dan Han Wu langsung menerkamnya seperti singa kelaparan. Satu hempasan pedang membentur tanah keras, nyaris saja kakinya terpotong. Pedang tersebut membelah tanah di tengah kedua kaki Xin Chen.
'Aku bisa mati jika adu fisik dengan si tangan besi ini, lebih baik menggunakan cara bertarungku saja...' batin Xin Chen sembari mengeluarkan Kitab Pengendali Roh, buku hitam itu melayang di udara seperti tanpa bobot. Lembarannya terbuka dengan sendirinya dan mengeluarkan aura mematikan di sekitarnya, Xin Fai bahkan sampai menoleh saat merasakan aura jahat mengerubungi di bawah sana.
Tapi yang ditangkap oleh matanya sangat mengejutkan, hawa pembunuh dari Kitab Pengendali Roh yang sangat pekat-melebihi pada pendekar aliran hitam manapun yang pernah ditemuinya.
Dengan kitab itu ribuan nyawa telah melayang di Kekaisaran Shang, dan di tempat asalnya Kekaisaran Wei, Kitab itu telah memakan lebih dari ratusan ribu nyawa. Cara membunuhnya yang bersifat massal membuat energi jahat dari Kitab itu jauh lebih mengerikan dari roh apapun.
Bahkan Xin Fai bisa tahu hanya dalam sekali lihat, dia memiliki kemampuan dalam mengendalikan roh. Tetapi yang dikendalikan oleh anaknya ini sama seperti mengendalikan Raja Setan dari Kerak Neraka.
Mereka keluar mengepung tempat di sekitar Xin Chen, sama-sama menatap Han Wu dengan tatapan memangsa nan haus darah. Jiwa manusia adalah makanan mereka agar bisa tetap hidup. Dan melihat kekuatan yang mengalir dalam tubuh Han Wu, para roh itu menjadi semakin beringas.
__ADS_1