Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Author Kembali!


__ADS_3

Hai, Hai!


Kak Vi di sini~


Apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu bahagia dan sehat 🤗


Udah tanggal 7 aja ya, padahal author janjinya balik tanggal 1. Maafkan keterlambatan author.


Mengenai buku ketiga sekaligus yang paling terakhir: PPI 3, akan dipublikasikan dalam waktu secepatnya (karena ada beberapa hal yang sedang author komunikasikan dengan editor eks jadi gak bisa langsung publis°^°)


Kalian udah siap dengan PPI 3? Thor juga sebenarnya ketar-ketir. Aduh gimana ya, pokoknya gitu deh😜


Ada beberapa hal yang membuat author sedih, dikit curhat aja wkwk


*Ditampar Rubah Petir


Rubah: kelamaan cerita, aku keburu mati!


/Mari kita lupakan Rubah Petir yang sedang meregang nyawa wkwk


Setelah tamat PPI 2, Author maksain diri untuk lanjut menulis cerita lain yang malah berakibat buruk pada kesehatan author. Memang bener kata orang, author emang gabisa melihat batas kemampuan sendiri. Empat bulan lebih menulis tanpa jeda, lalu lanjut tanpa mengistirahatkan diri. Wajar keadaan author langsung down.


Kalau kalian adalah salah satu pembaca Pendekar Pedang Api, di sana hanya ada sekitar 100 bab dan berhenti begitu saja tanpa pemberitahuan. Author benar-benar merasa bersalah harus berhenti tanpa mengatakan kenapa. Ada beberapa saran yang author terima, lebih baik berhenti dan beristirahat sebentar sehingga author bisa bersama dengan para reader lebih lama. Daripada memaksakan dan ujung-ujungnya hanya memperburuk keadaan.


Karena itu, untuk PPA author berjanji akan tetap menyelesaikannya. Sedikit demi sedikit (karena ini janji author akan berusaha untuk menepati). Author meminta maaf sebesar-besarnya.


Di sisi lain Author sangat berharap bisa menamatkan PPI 3 tanpa ada kendala lagi. Kadang keadaan ga ada yang tahu, hari ini yakin banget besoknya entah gimana langsung kacau(╯︵╰,) semoga readers author yang baik, cantik/ganteng, dan penyabar tetap betah walaupun kelakuan saya sebelas dua belas sama Rubah Petir yang nyebelin


Gak akan ada spoiler tentang PPI 3 jadi kalian nantikan aja yaa^^

__ADS_1


Gatau lagi mau nulis apa, jadi author buatkan cerita gaje aja


#short story


Author yang sedang berkutat dengan tugas tiba-tiba didatangi oleh iblis bermata merah, matanya menyorot seperti laser. Tapi iblis itu nyaris saja mundur melihat mata author juga sebelas dua belas dengan matanya. Ditambah lagi di keningnya ditempeli semacam benda-benda putih.


"Mahluk ini terlihat mencurigakan."


Sesaat iblis itu berpikir koyok yang ditempel di keningnya adalah mantra berbahaya.


"Kau ini siapa?"


Si iblis berdehem agar sedikit tenang.


"Kau melupakan sesuatu?" Ucapnya sambil mengangkat secarik kertas di tangan, menatap seperti akan marah dalam beberapa detik lagi.


"Aku bukan kasir ind*maret. Lagipula ada hal yang lebih penting."


Karena tidak tahu apa-apa si author hanya bisa diam.


"Sekarang sudah tanggal tujuh Maret! TUUJUH MAREEET!!!"


Author membaca tulisan cakar ayam di kertas sana, pesan itu ditulis oleh mahkluk bernama Xin Chen.


'Kembali atau aku bakar seluruh Lembah ini!'


Author menatap Iblis yang juga menatapnya balik. Mengingat adegan terakhir di PPI 2 dan menerka-nerka apa yang sedang mereka lakukan selagi menunggu perang dilanjutkan.


"Mereka jadi orang gabut di sana ya, wahahahha! HAHAHAHA-! Uhuk! Uhuk! Air, arrrghh sial aku tertawa."

__ADS_1


"Sepertinya kau puas sekali tertawa?"


"Tentu saja-" Author membalikkan badan dan seketika terkejut. "Argh jantung saya mudik!"


Author mundur ketakutan saat melihat Xin Chen sudah mengamuk di belakangnya.


"Cepat lakukan tugasmu, atau kuseret kau ke neraka." Kobaran api biru di tangannya nyaris membakar kamar author.


"Ba-baik." Author segera mengambil penanya, bergidik ngeri saat membayangkan mata laser berwarna biru sedang menyorot tajam di belakangnya.


Namun dalam hati si author tertawa jahat. "Kau pikir semuanya akan berjalan semulus jidatmu? Tidak semudah itu!"


Baik Xin Chen maupun iblis tak bisa menebak apa yang ada di dalam kepala author sialan itu. Pakai acara mengusap-usap tangan sambil tertawa jahat.


"Kadang aku berpikir daripada membasmi Qin Yujin atau Naga Kegelapan, aku harus membasmi si author lebih dahulu."


"Kita berpikiran sama."


- End -


。:゚(;´∩`;)゚:。


Author akan berusaha menulis sebaik mungkin. Semoga tidak ada halangan ke depannya. Aamiin.


Sampai jumpa di buku baru!


With luv,


🤍

__ADS_1


__ADS_2