
"Kau mencari kami?" Nan Yin melebarkan senyuman yang sulit diartikan, perempuan dengan ikatan rambut digulung di atas itu menopang sikunya pada pedang panjang yang dia tancapkan ke tanah. Penampilannya memang tak bisa dikatakan sebagai perempuan yang lembut, hanya kesan kasar dan nakal tampak pada gadis itu. Di sampingnya Nan Ran tengah bersedekap dada, seperti ingin menghujati sesuatu.
"Oi, oi, pendek! Kau pikir ke mana kau pergi hah?!" Nan Ran menghardik, tak lama bayang-bayang lainnya terlihat dan memunculkan diri sambil memasang wajah malas.
"Hoam, menyebalkan sekali. Membuntuti bocah tinggi besar tak berotak ini, membuat harga diriku jatuh saja."
Lan Zhuxian hampir tak percaya dengan ketiga orang yang berdiri di depannya, mereka adalah para pendekar muda pemberontak yang tak menyukai sistem baru Kekaisaran Qing yang mengharuskan pria berumur 18-50 tahun harus menjadi seorang prajurit tanpa pengecualian. Negeri Gila Militer itu adalah Kekaisaran yang memiliki prajurit tiga kali lebih banyak dari dua kekaisaran lain.
Nan Ran, Nan Yin dan Tian Xi. Lan Zhuxian sebenarnya mengenal dua kembar itu tak lama ini. Karena kebetulan mereka memiliki darah sebagai orang yang di lahirkan di Kekaisaran Qing. Tentang Tian Xi, Lan Zhuxian hanya pernah mendengar namanya saja. Pemuda itu adalah ahli strategi gila buku yang kabur dari klannya karena merasa 'bosan' dengan kehidupannya di sana.
"Kenapa kalian bisa ada di sini?" Pertanyaan itu mewakilkan muka Lan Zhuxian saat ini, tiga orang tersebut saling pandang. Melihat tak ada yang bersedia menjawab akhirnya Nan Ran angkat bicara.
"Hari itu aku sebenarnya juga berada di Kota Qingyun, kupikir hendak bertamu ke rumahmu. Tahu-tahunya si pak tua bilang kau sudah pergi dengan seseorang."
Nan Yin tiba-tiba memotong, "Hay, kau semudah itu percaya pada orang dan mengikuti mereka."
"Jika tidak begitu, saya sudah dari dulu mati, Nona." Lan Zhuxian tersenyum canggung, Nan Yin memutar bola matanya
Sedangkan Tian Xi memindai sekitarnya, melihat ke segala penjuru dengan kekaguman.
"Orang ini benar-benar menarik, hoi tinggi besar. Tak salah kau mengajakku. Kita bertemu satu manusia aneh lagi."
"Apanya, katamu?" Nan Ran berjengkit kesal. "Kau saja yang aneh, aku tidak!"
__ADS_1
"Sudahlah berhenti kalian. Kita ke sini juga untuk apa." Nan Yin kali ini yang tampak lebih dewasa, "Kau tahu, kan? Kami akan kesulitan hidup jika kau tidak ada. Kau adalah mata kami, maka dari itu kami mengikutimu sampai ke sini."
Lan Zhuxian mengangguk paham, selama ini kedua kembar itu hidup dengan bekerja di rumah-rumah berbeda. Sebagai pekerja toko, pembunuh bayaran bahkan sebagai penjual dadakan. Semua itu mereka lakukan untuk bertahan hidup di Kekaisaran orang. Memang tak mudah tapi mereka berhasil bertahan. Menghilangnya Lan Zhuxian ketika mereka baru saja dipecat adalah mimpi buruk, ditambah lagi mereka bertambah satu anggota.
Tian Xi tertawa-tawa setan saat tangannya menyentuh darah di tanah. "Mereka menghilang semua!"
"Tian Xi, aku tahu dulunya kau orang udik. Tapi jangan bersikap seperti itu di depan orang Kekaisaran Shang. Bisa-bisa kau diketawai oleh mereka."
"Tidak peduli. Bukan mereka juga yang membelikanku makanan."
Lan Zhuxian berdeham, nasib baik dia tidak harus mencari dua orang ini dan ditambah satu orang lainnya muncul. Yang dibutuhkannya sekarang adalah bagaimana cara meyakinkan mereka untuk bergabung.
"Saya dan Tuan Muda hendak berperang dengan Empat Unit Pengintai."
"Dengarkan dul-"
"Kau tidak tahu semengerikan apa Empat Unit Pengintai itu, Lan Zhuxian?!" Nan Ran memasang wajah tak percaya, menggerakkan tangannya berusaha menjelaskan rinci. "Mereka sekelompok pembunuh yang memelihara siluman yang bermutasi atau apalah itu! Bahkan ada yang setengah siluman daripada mereka. Belum lagi kekuatan masing-masing dari mereka sangat unik, sulit untuk mengatakan bisa mengimbangi mereka. Walaupun kau memiliki tuan yang hebat sekali pun. Dihadapkan mereka sekaligus, kalian mau tak mau harus tunduk!"
"Tuan Muda sudah memperkirakan hal itu, dan untuk alasan itu kami sedang merencanakan pencarian anggota. Jika bisa hingga 500, walaupun tidak mungkin. Saya akan membantu dengan cara apa pun agar tidak mengecewakannya."
Kesungguhan Lan Zhuxian membuat Nan Yin kembali memutar bola mata malas, "Kau memang tidak pernah berubah, kami sebenarnya tak punya niat untuk bergabung dengan kalian. Aku hanya butuh kau kembali dan kita mencari pekerjaan bersama. Ada satu tempat yang bisa memperkerjakan kita berempat sekaligus."
"Saya berpikir ..." Lan Zhuxian menatap Nan Yin lekat-lekat. Untuk pertama kalinya Nan Yin melihat pemuda itu begitu yakin dan berani, tatap matanya telah berubah.
__ADS_1
"Saya tidak ingin mati di Kekaisaran orang hanya dengan menjadi seorang penjaga toko kue, saya ingin mengubah sesuatu yang membuat diri saya bernilai. Saya merasa, dengan Tuan Muda, semua itu akan tercapai."
Tian Xi mendecak, "Orang ini bisa saja berbahaya. Bagaimana jika dia kehilangan akal dan malah membunuhmu? Dia seorang pengguna roh, kau pasti lebih tahu soal itu dari pada kami-" Tian Xi tak lagi mengungkitnya karena sadar itu hanya akan mengorek luka lama di hati Lan Zhuxian.
"Tidak apa-apa, saya pun tak berkeberatan mati di tangannya. Saya hanya orang yang tidak punya rumah, tujuan dan keluarga di sini. Bisa mengabdi padanya adalah kehormatan besar bagi saya."
Nan Yin memegang keningnya pusing, "Pikirkan lagi tentang kami, Lan Zhuxian. Kita akan mati jika mengikuti rencana gila itu."
Lan Zhuxian tetap bersikukuh, "Jika benar adanya demikian. Seharusnya saya dan Tuan Muda juga telah mati tadi. 250 orang melawan dua orang, saya kira itu sangat tidak masuk akal."
Baik Nan Ran, Nan Yin dan Tian Xi saling terkejut. Memperhatikan wajah Lan Zhuxian yang mungkin sedang mempermainkan mereka.
"Kali ini saya tidak bercanda."
Tian Xi tertawa terbahak-bahak.
"Sudah saya bilang saya tidak sedang bercanda."
"Oh, tidak, tidak! Aku hanya semakin penasaran dengan siapa tuanmu itu. Aku tak sempat melihatnya, yang kudengar hanya obrolan kalian dari jauh. Hah ... Seharusnya kita datang lebih awal tadi, Tinggi Besar!"
"Oi, Pendek Dungu. Tadi bukannya kau yang mengumpat-umpat tak mau ke sini, sekarang kenapa kau yang paling bersemangat? Orang aneh." Nan Ran tak peduli lagi, dia duduk di batu di mana Xin Chen sempat duduk. Sekitar mereka mulai terang, pagi telah datang tanpa disadari. Lan Zhuxian masih belum menyerah untuk merekrut mereka, dia berbicara tegas.
"Jika kita bisa memenangi perang ini, maka nama Empat Unit Pengintai akan berada di tangan kita. Kita akan mendapatkan upah lebih besar dari sekedar menjaga kedai. Dan juga ... Seharusnya kalian tahu seberapa besar kekayaan mereka, bukan?"
__ADS_1
Nan Ran tertawa, "Tak salah kau menjadi penjual informasi. Pilihanmu memang paling sulit untuk ditolak, Lan Zhuxian."