Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 257 - Irama Pedang


__ADS_3

"Tidak ada tempat yang lebih aman untuk pembunuh sepertiku selain di sini. Maaf, tapi kita musuh. Aku tak bisa menerima tawaranmu, terlebih lagi kau hanya orang asing. Aku tak bisa percaya sembarangan dengan orang sepertimu."


Melihat potensi pembunuh ini cukup besar, Xin Chen tak bisa mengabaikannya begitu saja. Memang dia adalah bagian dari kekaisaran lain. Namun, laki-laki itu sama halnya seperti suruhan biasa. Mereka hanya akan membunuh jika diperintahkan untuk membunuh. Dan terlebih lagi, saat ini kursi ke sepuluh unit satu sedang kosong.


"Dibilang musuh juga sebenarnya tidak. Aku adalah orang-orang dari Empat Unit Pengintai juga, tidak percaya?"


Pembunuh itu sontak mundur karena langsung tahu ke mana arah pembicaraan Xin Chen, detik dia menyadari siapa yang sedang dilawannya sekarang, detik itu juga Xin Chen mendekat.


"Kau pasti meremehkanku."


"Oh, kau suka membalik-balikkan kata, aku suka itu. Tapi ... Benarkah, ini kau? Maksudku kau terlalu muda untuk membunuh hampir seribu orang dari kami. Itu sangat sulit untuk dipercaya ... Apa lagi, empat unit inti, kau membunuh mereka semua? Sungguh, aku tak bisa mempercayai berita itu dengan cara apa pun. Bahkan jika kau orang pemerintahan yang bercerita."


Sekilas pembunuh itu menarik napas, "Aku tahu betul bagaimana kekuatan mereka. Dan itu semua bukan sesuatu yang bisa ditangani sendirian olehmu."


Matanya terbuka lebar, dia mulai menduga-duga hal lain yang memungkinkan pemuda itu untuk membunuh. "Jangan-jangan kau pengguna roh sungguhan? Kau, maksudku, kau bisa membunuh mereka dengan kekuatan itu dan masih bisa hidup?"


"Kurang lebihnya begitu." Xin Chen menadahkan tangannya, sekumpulan kekuatan roh menyatu dan membentuk wujud manusia yang sangat dikenali oleh laki-laki itu. Roh tersebut adalah milik pemimpin Empat Unit Pengintai sebelumnya.


"Ini benar-benar gila. Pengguna Roh yang lainnya bertahan hidup dan kau bisa jadi lebih mengerikan daripada Zhang Ziyi. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika orang-orang di tanahku mendengar tentangmu. Yang jelas kau sangat berbahaya."


"Apa kau berniat memberitahukannya pada mereka?"

__ADS_1


Terjadi jeda sesaat, wajah laki-laki itu berubah risau. "Hah, gila saja. Tidak untungnya untukku, sudah lama aku hidup hanya jadi boneka permainan mereka." Lalu tatap matanya kembali pada Xin Chen, "Aku tak percaya akan mengatakannya padamu. Dan sampai didatangi oleh manusia tak memiliki tubuh sepertimu, mimpi apa aku semalam? Sial, aku tak punya pilihan lain selain bergabung. Bisa jadi suatu saat perang akan pecah dan aku harus menghadapi mimpi buruk sepertimu."


"Pilihan yang tepat. Sebenarnya tak bergabung denganku juga tak masalah, aku juga malas mengantarmu ke Lembah Para Dewa."


Laki-laki itu tertohok, wajahnya berubah masam tetapi tidak memprotes apa-apa.


"Namaku Ru Yaoxi. Maaf baru memperkenalkan diri." Dia menunduk singkat, ditatapnya Xin Chen masih dengan wajah tak percaya. Bahkan seorang pengendali roh pun begitu menguasai teknik berpedang. Seumur hidup Ru Yaoxi sudah mengabdikan dirinya dengan pedang. Dia tak pernah melepaskan senjata itu dan selalu membawanya ke mana-mana.


Dengan kelihaiannya bertarung di tempat yang gelap, Ru Yaoxi sering kali mendapatkan misi untuk pembunuhan rahasia. Beberapa kali dia memusnahkan satu klan bangsawan di Kekaisaran Qing dan juga menghabisi kelompok kecil hingga besar dalam penyerangan di malam hari. Tak bisa dipungkiri lagi, di tangannya sudah lebih dari ratusan nyawa meninggal.


Dan dengan reputasi sebagai seorang pembunuh, Ru Yaoxi terpaksa hidup berpindah-pindah. Dia diincar banyak pendekar, termasuk mereka yang ingin membalaskan dendam akibat kematian keluarga mereka akibat dirinya. Dan itu semua membawa Ru Yaoxi ke Kekaisaran Shang di mana di tempat ini dirinya tak dikenali oleh siapa-siapa.


Bahkan istri dan anaknya pun tak tahu bahwa Ru Yaoxi dulunya adalah pembunuh berantai yang diincar-incar layaknya penjahat kelas atas. Yang mereka tahu Ru Yaoxi hanya bekerja di sebuah rumah bangsawan dan menjadi seorang pelayan. Kenyataan tentang pekerjaannya sebagai anggota dalam kelompok pembunuh Empat Unit Pengintai tak pernah diketahui siapa pun.


"Tuan, sebenarnya apa yang kau cari di sini? Kau tampaknya bukan sekedar menghabisi kami?"


Xin Chen tak menjawab apa-apa dan hanya fokus dengan bacaan di surat tersebut. Dia mendekatkan gulungan di dekat lilin kecil, membaca setiap kalimat satu per satu. Surat itu hanya berisi tentang pengeluaran dan kabar-kabar kelompok mereka di berbagai cabang. Tak ada yang bisa didapatinya selain hal-hal tak penting.


Xin Chen mengangkat wajahnya, melihat Ru Yaoxi sedang mengamatinya bingung.


"Apa kalian sering berkomunikasi dengan kelompok kalian di Kekaisaran Qing?"

__ADS_1


"H-hah? Yang itu aku tak tahu apa-apa. Hanya penulis surat yang tahu."


"Di mana dia?"


"Mereka salah satu dari tiga orang tua yang kau bunuh tadi."


"Apa tidak ada informasi lain?"


Ru Yaoxi melipat kedua tangan di depan dada, tak mengerti apa yang diinginkan Xin Chen.


"Katakan dulu apa yang Tuan cari."


"Informasi tentang keberadaan Pedang Iblis."


Mata Ru Yaoxi terbuka sepintas, dia mendekat pelan ke arah Xin Chen. Sedikit berbisik, "Apa kau berniat merebutnya kembali dari tangan orang itu?"


"Orang itu?"


"Sudah jelas, 'kan? Qin Yijun! Dia orang tergila yang pernah kuketahui."


Ru Yaoxi tak bisa mengatakannya dengan jelas tetapi dia mengerti betul apa yang sedang mereka bicarakan. Tentang Qin Yijun yang kini hampir menguasai separuh kekuatan di Kekaisaran Qing. Tak ada yang bisa mengelak lagi dari kenyataan itu. Bahwa Qin Yijun sudah berada di puncak teratas yang menyaingi Sepuluh Terkuat; para pendekar pengawal Kaisar yang tak ada bandingannya.

__ADS_1


Kaisar Yin menaruh kepercayaan lebih pada Qin Yijun setelah apa yang diperbuatnya selama beberapa tahun terakhir. Terbukti dengan posisi Kekaisaran Qing yang berada di puncak tertinggi di antara dua Kekaisaran lainnya. Dan kini mereka ditakuti oleh dua pihak tersebut.


"Kau takkan sanggup melawan orang itu. Sebelum kau bisa menyentuhnya ratusan ribu prajurit akan lebih dulu menghajarmu. Sudah dengar 'kan dengan apa yang terjadi dengan Pilar Pertama Lan An? Bagaimana nasibnya sekarang ... Aku tak tahu, yang jelas jika dia datang ke sana sekali lagi. Nyawanya pasti langsung melayang. Terlebih lagi jika anak yang tersisa dari klan Xin itu nekat bertarung. Kekaisaran ini akan hancur tak berapa lama lagi."


__ADS_2