Pendekar Pedang Iblis 2

Pendekar Pedang Iblis 2
Ch. 296 - Dibebaskan


__ADS_3

Xin Chen tidak tahu ke mana Ye Long pergi saat ini. Tak ada jejak sama sekali di pesisir pantai. Tampaknya hari ini tak banyak yang pergi melaut, mengingat hanya beberapa perahu yang tak ada di pinggir pantai.


Xin Chen menatap puing-puing kayu di mana tadi Ye Long memakan ikan banyak di atasnya. Dia berjongkok dengan sebelah lutut menyentuh pasir, menyentuh permukaan pasir putih dengan garis-garis yang membentuk sebuah gambar manusia dan seekor naga. Meskipun gambar itu begitu jelek, namun Xin Chen dapat mengetahui bentuknya dengan jelas.


Ye Long pasti yang menggambarkannya. Xin Chen berpindah melihat gumpalan pasir tak jauh dari gambar itu, memerhatikan jejak-jejak yang tersisa di sana dengan teliti.


Garis panjang yang melengkung, itu ekor Ye Long. Dia pasti sedang tertidur saat itu, lalu jejak kaki manusia yang perlahan pendek dan melebar. Mereka diam-diam mendekati Ye Long yang tertidur lalu menyerbunya. Lalu petunjuk terakhir, Xin Chen mengikuti jejaknya dengan hati-hati. Ye Long tak sadarkan diri saat di seret gerombolan manusia tersebut.


"Naga perut karet itu, seperti ini saja bisa tertangkap."


Xin Chen mulai penasaran dalam dua puluh ribu tahun sebelum dirinya lahir, apakah naga itu memang sering tertangkap seperti ini atau tidak.


*


"Panggilkan Pilar Pertama! Ini masalah serius!" bentak seseorang dengan baju yang melambangkan bahwa dirinya adalah orang penting di Kekaisaran. Salah seorang Pilar lainnya mengipas-ngipaskan wajahnya yang dipenuhi keringat. Mereka berada di ruang tertutup yang cukup besar. Pintu dikunci rapat menggunakan besi tebal dan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke sana.


Usai rapat tertutup yang tak lebih dari setengah jam selesai, Xin Zhan langsung dipanggil untuk menghadiri sebuah masalah yang memasuki Kota Fanlu. Dikatakan pendekar yang kebetulan hendak melintasi laut Kota Fanlu tak sengaja mendapati seekor siluman aneh bertubuh besar. Dua kali lebih besar daripada serigala mana pun. Ekor dan punggungnya tak berbulu, serta rupa siluman itu tak dapat dikenali. Semenjak di bawa ke ruangan, siapa pun yang mencoba menyingkirkan kain di wajah siluman itu pasti langsung tewas oleh cakar petir dari siluman.


"Mahkluk ini sangat berbahaya!" Dia semakin panik saat satu penjaga lainnya tewas saat mencoba mengevakuasi jasad temannya yang sekarat di bawah kaki siluman tersebut. Amukan besar terjadi, suara raungan kencang membuat tanah di sana bergetar hebat. Ekornya melibas ke sana kemari dengan rantai-rantai listrik muncul di seluruh tubuhnya. Tak ada yang berani menyentuh siluman tersebut, sadar mereka hanya akan bertemu dengan kematian jika nekat mendekat.


Orang yang sedari tadi ditunggu telah memasuki ruangan, dia terkejut melihat sepuluh penjaga dibaringkan di tempat pojok. Hasil perbuatan siluman ganas itu. Xin Zhan menatapi makhluk itu lama, dia tahu siapa makhluk itu.


"Jangan takut."


Sang siluman berhenti mengamuk, merasa suara itu memiliki kemiripan dengan majikan. Dia tak mau berbicara, namun di balik kain yang menutupi wajahnya, Ye Long dapat melihat aura manusia di depannya mirip dengan Xin Chen.


"Tuan Muda Xin pertama memang hebat, bisa menjinakkan seekor siluman hanya dengan berbicara ..." Pengawal yang dibuat babak belur oleh Ye Long hanya bisa takjub melihat putra pertama Pedang Iblis itu. Dia meringis kesakitan.


"Dia hanya siluman biasa." Xin Zhan berujar tenang, namun Pilar lain di sebelahnya menyangkal.


"Aku mendengar siluman ini memiliki sesuatu yang tak biasa. Kita harus menyelidikinya, atau jika perlu membedah isi perutnya. Apalagi jenis siluman ini belum bisa dipastikan."

__ADS_1


"Apa itu sebuah perintah?"


Laki-laki itu tertegun, lantas menunduk malu. "Bukan maksudku, Tuan Muda."


"Pergilah, biar aku yang mengurusnya."


"Kami akan meninggalkan beberapa penjaga."


Xin Zhan menolak mentah-mentah, "Tidak usah. Aku bisa mengurusnya sendiri."


Laki-laki itu tak bisa menjawab lagi, takut Xin Zhan hanya akan mengamuk karena terus-menerus menjawab. Dengan sopan dia meninggalkan ruangan, saat sekiranya tak ada lagi siapa pun di sana, Xin Zhan mendekati Ye Long


Naga itu sempat menghindar saat mendengar pergerakan mendekat. Dia merasa asing dengan pemuda itu.


"Kau peliharaannya adikku?"


Ye Long menggeram, tak peduli gertakan Ye Long, Xin Zhan semakin mendekat padanya. "Kau pikir sudah berapa manusia yang kau bunuh?"


"Mereka yang mencoba membunuhku."


Kaki Xin Zhan yang sedari tadi mendekati Ye Long tiba-tiba tertahan, dia baru mengetahui naga itu bisa berbicara. Dan ini sepertinya pertama kali keduanya saling berhadapan.


Xin Zhan membuka penutup di kepala Ye Long, sepertinya majikannya yang menyuruh naga itu melakukannya.


"Pergilah. Dia mencarimu."


Xin Zhan melepas rantai dan pengikat di tubuh Ye Long, lalu mendekati pintu besar yang dipalang oleh besi tebal. Dia membuka pintu yang seharusnya dibuka oleh lima orang dewasa itu sendirian. Ye Long membantunya mengangkat penahan pintu tersebut.


Saat pintu sudah terbuka, Ye Long tak kunjung pergi. Dia menatap kakak majikannya itu lamat-lamat.


"Tunggu apalagi? Mereka akan datang."

__ADS_1


"Kau akan terkena masalah karena ku."


"Akan lebih bermasalah jika orang-orang mengetahui keberadaanmu."


Ye Long mengeluarkan sesuatu dari mulutnya, sepuluh koin emas tercecer di lantai. Xin Zhan mengerutkan dahinya.


"Aku akan mengingatmu."


Xin Zhan tak habis pikir, bahkan adik keparatnya itu sampai menyuruh naganya menggunakan mata uang manusia. "Selalu saja membuat orang heran." Entah pada siapa ditujukan kalimat itu, tapi baik Ye Long maupun Xin Chen sama-sama membuat kepalanya pusing.


"Antarkan mereka pulang suatu saat nanti," ucap Xin Zhan meskipun Ye Long tak dapat mendengarnya.


Kecurigaan para pengawal ternyata benar, pintu besar telah terbuka tanpa sepengetahuan mereka dan siluman itu lepas begitu saja.


"Ba-bagaimana bisa lepas, Tuan Muda? Apakah dia membuka pintu ini?"


"Tidak, aku yang melepasnya."


Mereka saling tatap, mempertanyakan tindakan Xin Zhan.


"Tapi mengapa? Para pendekar datang mengantarkannya dengan meminta imbalan. Dan anda melepasnya begitu saja?"


"Tak peduli seberapa uang yang kau keluarkan demi siluman itu." Xin Zhan memasang wajah seperti biasanya. Wajah yang tidak pernah ditunjukkannya pada masyarakat selain kepada para pendekar lain.


"Jika kau berhadapan dengan pemilik siluman itu, tamat sudah riwayatmu."


Laki-laki itu mengangguk-angguk ketakutan, tak mau berurusan dengan Xin Zhan mau pun si pemilik siluman itu. Mendengarnya suara Xin Zhan saja dia sudah ketakutan setengah mati.


"Jangan sampai hal ini bocor, suruh yang lain tutup mulut. Jika sampai kudengar berita ini menyebar, orang yang pertama kucari adalah kalian."


Mereka mengangguk ngeri. Andai masyarakat tahu seberapa mengerikannya Xin Zhan saat dalam tugasnya. Pemuda itu memiliki kharisma yang begitu kuat, namun sikap tegas dan kerasnya membuat para bawahan selalu seram saat melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2