
Jarak semakin menipis hingga akhirnya angin kencang datang ke arah mereka. Hantu dari YuangXe mundur dan menghilang di balik hutan rimbun, hanya dari gerak-geriknya saja siapa pun akan tahu bahwa laki-laki itu sedang ketakutan.
Pertarungan sengit yang tiba-tiba saja terjadi itu mengakibatkan kekacauan besar, kali ini Yuhao melibas apa pun yang menghalangi sekitarnya tanpa peduli puluhan pohon tumbang akibat pergerakannya yang liar. Xin Chen kembali teringat dengan gadis dan sekumpulan orang yang tadi datang menyelamatkannya. Dia menghalau pergerakan Yuhao, menepis tangan wanita itu yang hendak mencekiknya.
"Ke mana mereka?"
"Cih, apa pedulimu?" Dengan melihat dari dekat, Xin Chen bisa memperhatikan jelas mata Yuhao. Tidak ada bola mata di sana selain lubang hitam seperti sumur gelap. Alis Yuhao menukik tajam ketika lagi-lagi dia masuk dalam perangkap musuh. Dua belas roh mengepungnya di tengah-tengah, menghadapi mereka semua sekaligus bukan perkara mudah dan jurus ini adalah salah satu yang paling dibencinya.
Yuhao membakar roh-roh itu, namun mereka muncul lagi. Ketika dia membakarnya dengan mantra, roh-roh itu memecah diri dan membentuk wujud baru. Hal itu terus terjadi berulang-ulang hingga Yuhao lupa bahwa musuh utamanya sedang mengintai dari sisi tak terduga.
Kedua serangan saling bertemu, Yuhao sudah menduga Xin Chen akan memanfaatkan situasi seperti itu untuk menyerang. Di balik itu semua, meski keadaannya cukup rumit, Yuhao masih dapat bertahan tanpa membuka celah.
Pertahanan yang hebat itu membuat Xin Chen takjub, andai saja wanita bernama Yuhao ini bukan musuhnya mungkin dia ingin menjadi muridnya.
Pertarungan masih terus berjalan ketika itu, tiba-tiba Xin Chen kembali teringat dengan Rubah Petir. Bagaimana saat gurunya itu pergi tanpa pernah menampakkan diri lagi, mencari tempat yang paling sepi dan berkata tak ingin dirinya datang mencari.
Lalu saat dapat menemukannya, Rubah Petir tak lebih dari mayat kaku yang mati sekarat tanpa siapa pun yang tahu.
"Jangan melamun saat sedang bertarung!"
Kekuatan dahsyat Yuhao menyadarkannya kembali, Xin Chen terpental sangat jauh. Dampak kekuatan wanita itu benar-benar berbahaya, seandainya tak memakai perisai roh mungkin dirinya akan habis begitu saja.
Yuhao tak ingin memperlama pertarungan karena sebentar lagi selubung mantra yang menyegel hutan itu akan hilang, dan di saat seperti itu Xin Chen akan lepas dari genggaman tangannya. Yuhao sudah bersumpah bahwa dia akan membunuh pemuda itu dengan cara apa pun, bahkan jika pertarungan ini akan menjadi akhir dari hidupnya, wanita itu akan menyeret Xin Chen bersamanya ke neraka.
__ADS_1
Jubah besar wanita itu terkembang lebar, sementara roh-roh iblis di belakangnya muncul dengan bola mata bercahaya merah.
"Seperti katamu di awal. Kau memang paling sulit untuk mati. Bagaimana kalau aku bantu dengan iblis-iblis kecilku ini?"
Xin Chen tak menjawab melainkan melihat seberapa besar iblis yang disebut Yuhao iblis kecil itu. Mereka sama-sama memasang pandangan memburu ke arahnya, lebih dari itu para iblis tersebut memiliki sayap hitam yang membuat mereka dapat terbang ke mana pun.
Salah satu iblis pemanah menembakkan panah ke tempatnya, membakar rumput-rumput tinggi di mana Xin Chen berpijak. Mantra yang disiapkan Yuhao sudah menguasai tujuh puluh persen tempat itu, salah-salah jalan Xin Chen pasti kehabisan langkah.
Dan benar saja, ketika puluhan iblis itu mengejar dan dirinya berakhir di dalam perangkap mantra. Pepohonan yang tumbuh lebat di tanah itu kini ditempeli ratusan kertas yang begitu banyak, sedangkan di belakangnya para iblis telah siap untuk menghabisinya.
Xin Chen mengangkat tangannya, mengeluarkan sejumlah roh sepadan untuk menghadapi tiga dari mereka. Sedangkan tujuh lainnya terpaksa diambil alihnya, mereka membawa senjata roh seperti yang Hantu dari YuangXe miliki. Hal itu membuat keadaannya rumit, karena satu kali tebasan saja, tubuh rohnya akan menghilang. Semakin banyak dirinya memulihkan kekuatan, semakin terkuras pula kekuatannya. Dan hal itulah yang direncanakan Yuhao.
Menunggunya melemah dan mengambil kesempatan itu untuk langsung membunuhnya.
Yuhao muntah darah, matanya melotot hampir menggelinding di tanah. Dia mencoba melepaskan sesuatu yang menempel di belakangnya hanya saja tangannya tak sampai. Pikirannya terlalu dangkal untuk sekedar berpikir menyingkirkan benda itu dengan cara lain. Terdengar jeritan kesakitan, wujud roh Yuhao menghilang bersama iblis-iblis yang diciptakannya. Sebagai salah satu pengendali roh, Yuhao belum pernah sekalipun mengikat kontrak dengan roh. Yang artinya dia masih memiliki tubuh manusia asli.
Saat kekuatan itu lenyap, maka Yuhao akan kembali pada kekuatan aslinya. Yuhao menggerakkan kepalanya sudah payah demi bisa melirik ke belakang, tatap matanya yang seolah-olah ingin membunuh Xin Chen saat itu juga sama sekali tak membuat pemuda itu gentar. Dia menyeringai.
"Kalau aku sulit mati, maka yang akan menggantikan kematianku pasti adalah lawanku."
"Iblis kotor ...." racau Yuhao yang kian kehilangan kesadaran, tubuhnya jatuh berguling di tanah sementara tangan kirinya memegang jantungnya yang terasa berdenyut perih.
Mantra tersebut, Yuhao yakin benda itu hanya dipasarkan di Kekaisaran Qing. Hanya terdapat 20 lembar yang sengaja dibuat terbatas, mantra yang dikhususkan untuk menghilangkan kemampuan sang pengguna roh. Menghapus kekuatannya sampai ke akar-akar sehingga orang tersebut tak mampu lagi menguasai kekuatan mana pun.
__ADS_1
Namun mantra itu berhenti dibuatnya setelah adanya kabar penyalahgunaan benda tersebut, mantra yang tak diberi nama apa pun itu menghapuskan kekuatan dari anak kaisar yang menguasai kekuatan jenis api. Hal itu semakin diperparah saat orang-orang mengetahui pelakunya adalah pengguna roh. Kepercayaan Kaisar Yin kepada Yuhao yang besar tiba-tiba saja lenyap, dan dengan alasan itu pula Yuhao semakin ingin melarikan diri dari Kekaisaran Qing.
Hanya ada satu dugaannya saat itu, tentang bagaimana mantra tersebut bisa di tangan Xin Chen.
Lembah Para Dewa yang dulu dijadikan tempat berdagang dan hiburan orang-orang kaya dari Kekaisaran Qing. Mereka menyimpan ribuan harta bernilai tinggi, dan tak disangkanya pemuda itu memiliki mantra yang membuatnya tak bisa tidur siang-malam karena diburu oleh prajurit utusan kaisar.
"Tak kusangka barang-barang ini justru berguna sekarang."
Yuhao dapat melihat kakinya yang kian mendekat. "Aku takkan meminta ampun sekali pun kau membunuhku."
"Beri tahu aku tentang YuangXe. Aku tak akan membunuhmu."
"Atas alasan apa?!" Tenggorokan Yuhao tercekik, darah mengalir di kedua sudut bibirnya. "Aku berkali-kali hampir membunuhmu. Jika kau hanya kasihan, maka aku sama sekali tak mengharapkan rasa kasihan mu itu!" berontaknya keras.
"Aku datang ke sini bukan untuk membunuhmu—"
Xin Chen kehilangan kesadarannya tiba-tiba atas alasan yang tak diduga, tak mungkin Yuhao melakukannya lagi sebab wanita itu bukan lagi pengendali roh.
Saat Xin Chen membuka matanya kembali, satu hal yang dilihatnya kini membuat tangannya dingin. Pedang di tangannya menikam tepat di jantung Yuhao yang terbelalak. Darah menggenang di tanah di mana dia tertelungkup.
Pergerakan aneh itu lagi, Xin Chen menatap ke arah tergelap hutan dan mendapati Hantu dari YuangXe baru saja bersembunyi di balik pepohonan tinggi.
Dengan tangan yang masih menikam Yuhao, Xin Chen kembali membeku saat menatap empat orang tengah menyaksikannya. Di antara mereka terdapat Lan Zhuxian yang terkejut, tak percaya dengan apa yang kini dilihatnya.
__ADS_1