
Setelah keluar dari menara tersebut barulah Xin Chen bisa bernapas lega. Dia tidak percaya mengapa orang-orang penting di tempat ini begitu mudah mempercayainya. Mungkin apa yang dikatakan Wei Feng benar, wajahnya selalu terlihat meyakinkan walaupun dirinya sedang berbohong. Xin Chen tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Jenderal-18 di medan perang nanti.
Xin Chen cukup teliti melihat jalan di depan hingga seseorang sengaja menabraknya. Dia menoleh mendapati orang tersebut sedang menatapnya dengan tatapan mematikan.
"Kau ditawarkan apa olehnya?Jangan sekali-kali kau berkhianat."
Kalimat itu seperti peringatan serius. Cukup terkejut, Xin Chen memilih tidak memperpanjang masalah dan segera pergi dari sana. Jangan sampai dirinya terlibat masalah tidak penting dengan orang mencurigakan seperti tangan kanan Jenderal-18 ini.
Orang itu menghalangi jalannya. Tubuhnya yang jangkung menutupi cahaya di belakangnya. Membuat Xin Chen tertutupi oleh bayangannya yang seperti hantu berwujud tiang.
"Jangan berurusan dengan musuh dari musuhmu. Aku memperingatkanmu. Mataku tidak pernah lepas darimu-"
"Kak Chen!"
Yu Xiong datang di waktu yang tepat, Xin Chen segera mengalihkan perhatiannya. Anak itu menoleh sesaat pada laki-laki di depan Xin Chen dan merasa terancam oleh tatapan matanya yang mengerikan.
"Kak Youji tidak sadarkan diri dari tadi. Sepertinya terjadi pendarahan serius di seluruh tubuhnya."
Tentu saja Xin Chen tidak bisa mengabaikannya. Tanpa mengatakan apa-apa mereka segera meninggalkan laki-laki itu sendirian. Dia hanya menatap Xin Chen dan Yu Xiong pergi dengan wajah penuh curiga. Tatapannya seakan-akan melihat pengkhianatan yang akan dilakukan Xin Chen.
Seseorang datang kepada laki-laki itu sembari membungkukkan badan.
"Saya sudah melakukan pencarian, Tuan. Informasi yang kami dapatkan sudah benar. Dia adalah orang yang dimaksud."
"Baik. Selanjutnya lakukan tugasmu. Ingat, misi ini sangat rahasia, jangan sampai bocor ke orang lain."
"Serahkan pada saya, Tuan."
__ADS_1
*
Dibanding Youji, Wei Feng masih bisa diselamatkan karena luka terparahnya hanya di bagian tangan. Berbeda halnya dengan Youji yang berkali-kali mendapatkan luka serius. Tampaknya luka saat melawan siluman ular semakin parah, luka yang hanya di ikat dengan kain mulai bernanah. Terdapat beberapa benda tajam yang masuk ke dalam daging sehingga memerlukan perawatan serius.
Ditambah lagi sayatan miring di dada Youji tidak henti-hentinya mengeluarkan darah. Terhitung hampir dua jam semenjak dibawa ke tenda, Youji belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Perawat yang bertugas di tempat Youji mulai membicarakan masalah ini dengan prajurit. Sepertinya mereka membutuhkan obat dan bahan tertentu demi keselamatan Youji.
Wei Feng sudah terbangun dan memaksa pergi ke tempat di mana Youji berada. Dia melihat dua orang sedang menunggu di sebelah Youji. Yu Xiong dan Xin Chen.
Seseorang duduk di tengah-tengah Xin Chen dan Yu Xiong, dia kelihatan lebih pucat dari sebelumnya. Tangannya diperban dan menampakkan noda berwarna merah. Wei Feng belum benar-benar pulih, dia hanya bosan menunggu sendirian sementara temannya yang lain juga lebih parah daripada lukanya.
"Bagaimana keadaannya?"
"Mereka bilang semakin memburuk."
Wei Feng mengangguk paham, dia menoleh ke kanannya sambil mengepalkan tinju. Memukul pelan Xin Chen yang hanya diam.
"Lagi-lagi kau menyelamatkanku. Hah menyebalkan, seharusnya aku yang melakukan itu."
Jawaban datar itu membuat Wei Feng tertawa terbahak-bahak. Dia menggeleng pelan. "Lagipula kita semua sudah selamat. Apa rencanamu selanjutnya? Kenapa wajahmu terlihat masam begitu?"
Xin Chen tidak mungkin menjelaskan keadaannya pada Wei Feng. Tapi Yu Xiong sudah lebih dulu angkat bicara.
"Tadi Jenderal-18 dan prajurit utama memanggil Kak Chen. Aku tidak tahu membahas apa, tapi sepertinya sangat penting?" Yu Xiong mencuri pandang ke sebelahnya. Dia sebenarnya sudah bertanya pada Xin Chen tapi tidak ada jawaban.
"Tunggu, Jenderal-18 yang mana? Siapa pula itu prajurit utama?"
Yu Xiong menepuk jidat, walaupun mereka baru beberapa hari di sini seharusnya Wei Feng tahu siapa mereka. Apalagi jika tiba-tiba Jenderal-18 datang pada Wei Feng dan laki-laki itu malah bertanya siapa Jenderal-18. Bisa-bisa Wei Feng digantung di menara.
__ADS_1
"Aku lupa-lupa ingat. Lagipula mereka semua memakai pelindung kepala. Mana aku tahu yang mana mukanya. Jangan-jangan muka mereka sama semua."
"Itu menyeramkan juga. Tapi mana mungkin, Kak Wei. Kau lihat wajah Kak Chen sampai seserius itu."
"Hooo ... Dia ini memang serius setiap saat. Padahal dulu kelakuannya sebelas-dua belas seperti setan. Ada apa gerangan? Banyak masalah hidup, Nak? Ck ck ck." Wei Feng menggelengkan kepala beberapa kali, seharusnya Yu Xiong tidak memberitahunya. Wei Feng tidak menganggap serius soal ini.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, Kak Chen, jika kau butuh bantuan kami akan membantumu."
Xin Chen mengangguk, pandangannya tetap pada Youji yang terbaring tapi pikirannya mengarah ke tempat lain. Siapa sebenarnya tangan kanan Jenderal-18 dan mengapa dia tak mau mengucapkan sumpah setia. Memang melihat orang itu saja Xin Chen dapat menyimpulkan wataknya sangat sulit ditebak. Ancaman dan peringatan yang selalu dikatakannya seolah-olah laki-laki itu tahu apa yang sedang dilakukan Xin Chen.
Hanya saja sampai sekarang belum ada pergerakan apa pun yang dilakukan laki-laki itu. Identitasnya masih belum terbongkar. Entah dia menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan Xin Chen atau sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar. Dibandingkan laki-laki itu Xin Chen juga mulai memikirkan cara agar tidak terlibat urusan dengan Jenderal-18. Dia tidak tahu kenapa tapi ancaman orang tadi membuatnya waspada.
Wei Feng menepuk punggungnya. "Jangan menaruh semua beban di pundakmu sendirian. Itu tidak baik. Apalagi sampai membuatmu murung begitu. Aku tahu kau yang sebenarnya lebih ceria dari yang sekarang."
Meskipun Wei Feng terlihat seperti tidak peduli tapi laki-laki itu jauh lebih mengetahui Xin Chen dibandingkan Yu Xiong. Dia tahu Xin Chen tidak ingin diganggu dalam beberapa hal.
Sementara mereka sibuk berbicara Youji mulai mendapatkan kesadarannya kembali. Dia menatap kosong ke atas. Xin Chen yang pertama kali menyadarinya.
"Kau baik-baik saja?"
Youji sedikit terbatuk, "Aku baik-baik saja. Apa semuanya sudah berakhir?"
"Ya. Tentu saja. Besok akan ada acara peresmian prajurit. Cepatlah sembuh agar kau bisa datang bersama kami."
Youji hanya mengulas senyum tipis. Tidak mungkin dia bisa sembuh dalam waktu yang cepat dengan luka separah ini. Beberapa perawat datang ke tempat mereka dan memindahkan Youji ke tempat lain. Mereka mengatakan luka Youji harus ditangani lebih lanjut. Untuk itu dalam waktu seminggu ke depan Youji akan terus dirawat hingga kondisinya membaik.
Ketiganya hanya bisa menurut, membiarkan teman mereka dibawa. Memang di antara semua peserta hanya luka di tubuh Youji yang paling parah. Mengingat dari seleksi pertama luka tersebut belum pernah diobati.
__ADS_1
"Tiba-tiba aku khawatir Youji tidak bisa mengikuti perang. Ck, ini berbahaya."
"Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika dia ditahan di sini selama kita pergi berperang."