
Tanpa memakan waktu lama mereka telah melewati dua kota, anggota semakin bertambah pesat, terlebih lagi saat mereka kedatangan satu anak bangsawan yang memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat. Ho Xiuhan sempat menolak keputusan Xin Chen karena baginya Dong Ye sama sekali tidak bisa dipercaya. mereka adalah orang yang manipulatif dan cenderung memanfaatkan situasi untuk menguntungkan diri sendiri.
Tapi Ho Xiuhan tak bisa protes banyak setelah melihat apa yang dilakukan Dong Ye, meski pun masih muda dia memiliki kemampuan berbicara yang baik sehingga mudah membuat orang mengikuti omongannya. Setidaknya hampir lima puluh orang terkumpulkan setelah melewati tiga desa sekaligus. Hanya tersisa dua hari sebelum waktu perjanjian yang telah ditentukan Xin Chen dengan Lan Zhuxian. Perjalanan dipercepat dari sebelumnya, dengan berbekal dari informasi yang Dong Ye punya, sebelum kembali ke Lembah Para Dewa mereka berhasil mengumpulkan 70 orang anggota.
Xin Chen berhenti saat seseorang menghadangnya di gerbang depan Lembah Para Dewa. Wajah itu sama sekali tidak dikenalinya, terdapat seorang pemuda dengan tubuh tinggi dan lumayan berisi dan di sebelahnya orang aneh pendek yang menatap seolah-olah ingin memakan Xin Chen hidup-hidup.
Xin Chen mengawasi keduanya dengan tatapan tajam
"Hei, hei. Tidak perlu menatapku seperti musuh begitu."
"Ikan hiu kita, Tinggi Besar! Sudah kembali dia, si Hiu Hitam! Kami sudah mengumpulkan ikan-ikan teri di lautan ini. Lihatlah-"
Nan Ran berjengkit kesal sekaligus malu, "Berhenti menyebut orang dengan ikan-ikanan, Pendek Dungu. Dia ini ketua kita!" lalu dia menggeplak jidat Tian Xi keras.
"Argh, Tinggi Besar sialan. Balas!"
Xin Chen semakin heran dengan kedua oramg tersebut, terlebih lagi dengan pengikutnya di belakang. Mereka sampai curi pandang, penasaran dengan apa yang terjadi di baris depan. Tak lama Lan Zhuxian datang denganlangkah tergopoh-gopoh, dia segera berlutut dengan sebelah kaki. "Tuan Muda, kami berhasil mengumpulkan sekitar dua ratus orang lebih."
Xin Chen trkejut mendengar angka tersebut, dia tak menyangka Lan Zhuxian benar-benar melakukannya. Terlebih lagi kini rombongan pendekar yang dibawanya bertemu dengan mereka yang menunggu di Lembah Para Dewa, mereka tidak sembarangan dipilih. Tatapan Xin Chen tertuju pada Tian Xi.
"Seharusnya bisa saja 500 jika kita tidak melakukan seleksi, tapi aku takut mereka yang lemah hanya akan menambah bangkai di tempat ini." Tian Xi memunculkan senyum misteriusnya, "Tapi yang kita butuhkan adalah pasukan kuat yang dapat membentengi tempat ini."
"Namamu?"
"Tian Xi, salam kenal untuk Tuan Muda Xin."
__ADS_1
Lan Zhuxian memotong pembicaraan mereka, "Dia adalah kenalan dari kembar yang saya maksud tuanku. Dia yang mengumpulkan pasukan ke tempat ini. Saya hanya menyebarkan berita dan perekrutan. Sedangkan mereka bertiga membantu saya menyeleksi."
"Kalian bekerja dengan baik. Berpencar, waktu kita hanya satu hari lagi! Persiapkan tempat ini dengan baik, keluarkan barang dan senjata yang bisa digunakan."
"Baik!" teriak mereka serempak, dengan diarahkan Lan Zhuxian, Nan Ran dan Nan Yin ratusan anggota segera digerakkan. Tian Xi masih berdiri di tempatnya, tatapannya masih tertuju pada Xin Chen, terlihat penasaran.
"Aku tertarik dengan kekuatanmu. Jujur saja, melindungi tempat ini sekaligus bukanlah hal yang mudah. Perisainya cukup kuat. Dan melihat kau bisa membasmi 250 orang tanpa sisa ... Kau tahu, jika Kaisar Yin mendengar tentangmu, dia pasti akan mengirim ketiga puluh ribu prajuritnya untuk membunuhmu."
"Kau mengancamku?"
Tian Xi tertawa kecil, "Tidak, Tuan Muda. Aku hanya memperingati. Jangan sampai kau salah langkah dan malah berurusan dengan mereka."
Kali ini Xin Chen menghadapkan tubuhnya ke arah Tian Xi, melihat paras yang khas dari keluarga Kekaisaran lain, darah klan Tian asli ada dalam diri Tian Xi. Dia memiliki mata cokelat, rambut hitam pekat dan tubuh yang lebih kecil. Namun meski pun tubuhnya kecil, kapasitas otaknya begitu besar.
"Benar, Tuan Muda."
Raut wajah Xin Chen perlahan-lahan serius, membuat suasana sekitar mereka sunyi senyap. Tatapan Xin Chen terhunus padanya, "Jika benar maka kau akan memusuhiku."
"Mengapa bisa begitu? Aku datang ke sini bukan untuk berperang denganmu. Tujuanmu hanya mengembalikan tanah yang memang hak milik kalian, bukan? Untuk apa dikhawatirkan. Hahaha." Tian Xi tertawa canggung, tak pernah dia merasa canggung sepert ini. Xin Chen memiliki aura tersendiri yang membuat lawan bicaranya tunduk.
"Aku akan memerangi Kekaisaran Qing, menjatuhkan pemimpin dan merebut wilayah kalian." Dia melanjutkan, "Apa kau tidak keberatan?"
Tian Xi terdiam begitu lama-dia terkejut mendengar tujuan Xin chen ternyata jauh lebih besar dari apa yang dipikirnya. Menjatuhkan Kekaisaran Qing yang bahkan memiliki ratusan ribu prajurit terlatih adalah kemustahilan yang mutlak dan tidak bisa ditawar, mereka akan kalah telak. Lagipula alasan awal dirinya, Nan Ran dan Nan Yin bergabung adalah karena uang dan tempat tinggal gratis'
"Jika kau ingin berhenti sampai di sini, aku tidak akan menahanmu."
__ADS_1
"Tentu saja aku akan pergi!"
"Maka pergilah."
Namun Tian Xi tak melakukan apa-apa selain memandang lalu lalang sibuk di tempat itu, dia menyengir beberapa kali dan itu membuat kesabaran Xin Chen mulai habis.
"Tunggu apa? Kau ingin diusir seperti ayam?"
"Petok? Hahaha, memang aku pergi ke mana? Kami tidak punya rumah selain bersamamu."
Mata Xin Chen memejam sembari mengumpulkan sisa kesabarannya, dia tidak bisa menjamin apakah nanti keluarga mereka di kekaisaran sana terkena imbas serangan, cepat atau lambat dia akan pergi untuk menyelamatkan ayahnya, dan untuk semua itu akan terjadi perang yang jauh lebih besar. Wajah Tian Xi seolah-olah bingung.
"Sedang apa, Tuan Muda?"
"Meditasi sebelum menghujat."
"Oh, bisa begitu? Ajarkan aku juga," cetus Tian Xi. Tak menyadari Xin Chen yang saat ini memasang wajah suram ke arahnya, "Aku akan berperang dengan orang-orangmu. Maka pergilah jika kau tak ingin melihat saudaramu dibantai."
"Aku tidak pergi dengan mereka," ujar Tian Xi dengan memasang wajah yang tak bisa diartikan. "Aku akan mengikuti langkah Tuan Muda, ke mana pun. Sekali pun harus membantai klan saya sendiri, karena saya juga ingin sekali melakukannya terhadap mereka."
Pemuda pendek itu meneruskan, "Tentang Nan Ran dan Nan Yin, mereka tidak mungkin menentangmu. Mereka tak memiliki siapa-siapa lagi di sana. Ayah-ibu mereka sudah lama mati dibantai orang di sana. Jika tuan tak berkeberatan, terima lah kami di rumah anda ini."
"Ini bukan rumahku. Ini rumah kalian juga. Kita harus segera melindunginya dari para binatang buas."
"Aku pastikan ikan-ikanku akan membentengi tempat ini dengan kuat, saya tidak akan mengecewakan anda, Tuan Hiu-maksudku, Tuan Muda!"
__ADS_1