
"Siapa kau berani-beraninya menodongkan pedangmu seperti itu?!" Salah seorang anggota Aliansi Pedang Suci membentak keras-keras, dia kira gelandangan itu cukup miskin hingga tak bisa membeli pedang berkualitas seperti yang ada di tangannya.
Xin Chen dapat mendengar jantung Yuan Chao berdetak sangat kencang, bahkan untuk menarik napas saja Yuan Chao sudah gemetaran. Dia tak melakukan apa-apa dan masih bersikukuh di tempatnya berdiri.
Pada akhirnya Yuan Chao menjatuhkan pedangnya, lantas bersujud meminta pengampunan. Dia sangat ketakutan, tangisannya terdengar lirih.
"Aku sama sekali tak berniat menyembunyikan ini darimu, ha-hanya saja jika anak dari Tuan Xin mengetahui kebenarannya maka habis sudah. Kau pasti akan membunuh kami semua tanpa terkecuali..."
Xin Chen masih penasaran dengan bau darah dan jeritan kecil tadi, daripada menghiraukan Yuan Chao yang ketakutan dia memilih untuk mendatangi sebuah rumah reyot asal bau darah itu.
Genangan darah berkumpul di bawah jasad yang masih sangat baru, Xin Chen mengecek tubuhnya yang masih hangat. Jelas saja laki-laki ini baru saja membunuh dirinya sendiri dengan menyayat leher. Dada laki-laki itu dihiasi sebuah ukiran tato aneh yang senada dengan ukiran pada pedang merahnya. Mata laki-laki itu masih terbuka sebelum Xin Chen menutupnya pelan.
"Sebenarnya, perkampungan yang kau lihat ini bukan termasuk sebagai bagian dari Kekaisaran. Kami hanyalah sekelompok orang yang kehilangan segalanya dari peperangan sepuluh tahun yang lalu." Yuan Chao sudah berdiri di muka pintu, penyesalan tergambar jelas di wajahnya. Pada akhirnya lelaki itu menjelaskan rahasia yang sedari tadi dia sembunyikan.
Xin Chen mendekati lelaki itu. "Kalian adalah sisa dari kelompok Manusia Darah Iblis bukan?"
Yuan Chao sedikit tertegun.
"Tepat sekali Tuan Muda Xin kedua, jika kau memutuskan untuk mengakhiri hidup kami semua. Aku dengan sangat terhormat akan menerimanya. Lebih baik daripada nasib temanku ini, dia membunuh dirinya sendiri karena tak ingin membunuh temannya yang lain.."
Mendengar penuturan itu agaknya menghadirkan pertanyaan lain, "Membunuh temannya sendiri?" gumamnya, seingatnya dulu sewaktu melewati sebuah desa yang berseberangan dengan Desa Hantu, dia sempat bertemu dengan sisa kelompok Manusia Darah Iblis dan mereka mengatakan bahwa orang-orang yang tinggal di sini pada malam harinya akan keluar untuk membunuh orang lain.
Ketika menjelaskannya pada Yuan Chao, lelaki itu tertawa miris. "Orang yang kau bicarakan itu adalah orang yang mencuri semua uang dan harta yang kami simpan untuk bertahan di sini. Memang pada dasarnya kami tidak bisa hidup tenang layaknya manusia biasa." Lelaki itu menunduk, menyentuh tato iblis di dadanya.
__ADS_1
"Iblis ini membutuhkan tumbal agar kami bisa tetap bertahan hidup. Pada awalnya jumlah kami mencapai 300 orang, dan terus bertambah. Namun karena tidak mengambil nyawa manusia membuat kami gila, maka untuk mengatasinya kami akan membunuh rekan kami yang benar-benar tak ingin hidup lagi. Dalam artian lain, teman kami yang ingin bebas dari penyiksaan ini..."
Kisah pilu ini untuk yang pertama kalinya diketahui Chang Wei dan Ho Xiuhan, tidak ada satupun Pilar kekaisaran atau prajurit yang tahu akan hal ini. Saat yang lainnya merasakan kebahagiaan setelah peperangan besar sepuluh tahun lalu, segelintir orang lainnya merasakan penderitaan yang teramat sangat.
"Setahuku jika kau pergi ke Kuil Teratai kau akan dilepaskan dari iblis dalam dirimu. Mereka bisa melakukan ritual pengusiran iblis." Xin Chen menyela, tentu dia cukup tahu akan hal ini.
Yuan Chao tersenyum lemah, "Menurutmu mereka akan benar-benar melakukan ritual yang bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan lamanya untuk satu orang saja? Sementara jumlah kami saat itu masih ratusan." Sebentar kemudian dia menyahut lagi, "Hanya beberapa pendeta yang tahu akan Ritual Pengusiran Iblis ini hanya saja mereka sudah cukup tua, teknik itu diajarkan pada generasi setelahnya dan orang-orang memiliki pandangan bahwa kaca yang sudah retak, mau disatukan bagaimana pun akan tetap rusak. Menolong kami hanyalah perbuatan sia-sia."
Begitu mendengar kebenaran tersebut Xin Chen sampai terdiam, melihat wajah Yuan Chao dari sisi manapun tampak jelas dia tak menyembunyikan apapun. Dengan bukti jasad ini, dan beberapa tulang yang mengering di sekitar sini serta keadaan yang diceritakannya tadi memang persis seperti yang dilihatnya.
Sekarang keputusan berat ada di tangan Xin Chen, membunuh atau membiarkan mereka hidup. Karena sejak awal dia telah berencana menghabisi orang-orang ini.
"Tuan Muda Xin kedua, izinkan aku berpendapat," Chang Wei menyerobot. "Kita mungkin masih bisa menyembuhkan orang-orang ini dengan membawa mereka ke Kuil Teratai."
Xin Chen memperhatikan satu per satu wajah mereka, sama sekali tak memiliki harapan hidup. Akhirnya keluar juga kalimat dari mulutnya.
"Apakah ada di antara kalian yang masih ingin melanjutkan hidup?"
Rahang Chang Wei seperti jatuh ke tanah, dia sampai tak habis pikir kenapa justru kalimat itu yang keluar.
Ditanya begitu semua orang terdiam. Hingga akhirnya satu dari mereka berkata, "Tuan Muda Xin kedua, kalau tidak keberatan tolong akhiri penderitaanku ini. Mati di tanganmu setidaknya akan membuat hidupku terhormat sebagai manusia." Pria ringkih berkata sendu, tubuhnya hanya seperti tulang berbalut kulit. Siapapun akan kasihan saat melihatnya berdiri dalam wajah putus asa begitu.
"Dengan senang hati aku akan menerima permintaanmu itu. Aku mengatakan ini karena melihat teman kalian membunuh dirinya sendiri hanya karena tak ingin orang lain terbunuh."
__ADS_1
Sementara itu salah satu orang menyahut, "Tuan Muda, memang saat kau bertanya tadi, apa di antara kami ada yang menjawab ya?"
Xin Chen menggeleng.
"Tidak ada di antara kami yang mau disiksa lebih lama lagi, kalaupun harus bertahan itu semata-mata agar kami bisa saling bersama sampai akhir."
Situasi ini membuat Chang Wei kehabisan kata-kata, dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Setelah itu pria tersebut tak menyimak lagi, hanya duduk di atas batu sambil melamun.
Seharusnya orang-orang ini masih bisa dibawa ke Kuil Teratai. Namun yang tak dia ketahui bahwa Ritual Pengusiran Iblis ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan harus dilakukan lebih dari lima pendekar berpengalaman jika tak ingin mengalami kegagalan.
Dan beberapa pendekar berpengalaman itu banyak yang sudah meninggal sehingga banyak posisi mereka kosong dan tak memiliki pengganti hingga saat ini. Dulu sekali untuk menghentikan pertumbuhan iblis di dalam tubuh Xin Fai, Tao Wei dan pendeta senior lain bahkan membutuhkan waktu sampai 6 bulan untuk bisa melakukan formasi penyegelan.
Mungkin perhitungan itu masuk dalam keputusan Xin Chen. Chang Wei membuang napas kasar. Sebuah pedang bercorak merah tersodor kepadanya.
"Dengan segala hormat, saya mohon kepada Ketua Aliansi Pedang Suci untuk mengambil kepala saya." Chang Wei terkejut saat Yuan Chao memohon padanya, dia menelusuri sekitar sangat terkejut, di sana sudah berbaris rapi anggota aliansi dengan masing-masing satu orang berlutut di hadapannya. Seperti pembunuhan massal, hatinya miris.
Untuk saat ini dia berusaha tenang, jika dipikir lagi orang-orang ini rata-rata sudah berumur 40-60 tahun sehingga mati pun tidak ada yang mempermasalahkan.
Malam itu menjadi malam yang berdarah, situasi yang sangat berbeda dari yang pernah mereka rasakan. Bukan darah akibat pertarungan, melainkan darah dari pengorbanan. Xin Chen mengatakan dia harus segera pergi setelah selesai melakukan penghormatan terakhir dan menguburkan jasad mereka secara layak.
Chang Wei memakluminya, mungkin di pikiran Xin Chen membunuh adalah satu hal yang menyakitkan. Anak kecil pasti tidak terbiasa akan hal itu.
Andai Chang Wei tahu sudah berapa banyak nyawa habis di tangan kecil itu.
__ADS_1